03/11/2026

72 Paskibraka Bali Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Sang Merah Putih untuk HUT RI ke-81

72 Paskibraka Bali Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Sang Merah Putih untuk HUT RI ke-81

72 Paskibraka Bali Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Sang Merah Putih untuk HUT RI ke-81/ balikonten

MANGUPURA, BALIKONTEN.COM – Sebanyak 72 pemuda dan pemudi terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Bali resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bali Tahun 2026. Pengukuhan dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Sabtu (15/8).

Para Paskibraka tersebut akan menjalankan tugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat Provinsi Bali, Senin (17/8). Prosesi pengukuhan ditandai dengan pembacaan pernyataan pengukuhan oleh Gubernur Koster, dilanjutkan penyematan Lencana Latihan Kepemimpinan Perintis dan kendit kepada Komang Agus Dharma Yasa selaku pimpinan pasukan.

Dalam pernyataan pengukuhannya, Gubernur Koster meminta seluruh anggota Paskibraka menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta memaknainya sebagai bagian dari dharma bakti kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Saya, Gubernur Bali, mengukuhkan anak-anakku sekalian sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bali Tahun 2026. Semoga seluruh pengabdian yang dilaksanakan menjadikan dharma bakti yang suci serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Koster.

Gubernur Koster menyampaikan apresiasi atas semangat para anggota Paskibraka yang dinilai telah menunjukkan kesiapan untuk menjalankan tugas kenegaraan pada momentum penting peringatan kemerdekaan. Menurutnya, pengibaran bendera pada 17 Agustus memiliki makna penting sebagai pengingat perjuangan para pendahulu.

“Ini akan jadi putra-putri terbaik Bali,” ujarnya.

Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Bali, I Komang Kusumaedi, menjelaskan bahwa dari proses seleksi awal terdapat 90 peserta. Sebanyak 16 orang dikembalikan untuk bertugas di tingkat kabupaten/kota, sementara 74 orang peserta dinyatakan lolos seleksi tingkat provinsi.

Selanjutnya, 3 peserta terbaik di tingkat provinsi dikirim untuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat nasional. Dari hasil seleksi tersebut, 2 orang peserta (satu pasang) terbaik dari Bali dinyatakan lolos menjadi bagian dari Paskibraka nasional, sedangkan 1 peserta yang dinyatakan tidak lolos dikembalikan untuk bertugas di provinsi, sehingga total Paskibraka Provinsi Bali berjumlah 72 orang.

Para anggota Paskibraka tersebut merupakan putra-putri terbaik yang duduk di bangku kelas 10 SMA/SMK dengan rentang usia 16–18 tahun dari sembilan kabupaten/kota di Bali.

“Mereka berasal dari latar belakang yang beragam ada yang keluarganya tidak mampu, ada yang ASN, sopir, kemudian pekerja lainya,” ungkapnya.

Sebelum dikukuhkan, para anggota Paskibraka menjalani pemusatan latihan selama 21 hari untuk mendapatkan pembekalan mengenai sikap, mental, dan kepribadian. Saat Upacara Peringatan Kemerdekaan Indonesia, sebanyak 70 orang akan bertugas dalam formasi lengkap 17-8-45, sedangkan 2 orang menjadi cadangan. Penentuan personel yang bertugas mengibarkan bendera maupun membawa baki baru dilakukan pada pagi hari 17 Agustus.

“2 orang cadangan ini nanti akan main ketika sore, sehingga bergantian. Semua 72 orang ini akan main pagi-sore,” ungkapnya.

Kusumaedi menegaskan bahwa para Paskibraka masih memiliki tanggung jawab sebagai bagian dari Paskibraka hingga peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2027. Karena itu, Kusumaedi meminta seluruh pihak, mulai dari Pemprov Bali, pemerintah kabupaten/kota, hingga sekolah dan keluarga, bersama-sama menjaga para Paskibraka sebagai aset sumber daya manusia Bali.

“Adik-adik ini aset kita yang harus dijaga bersama. Mereka juga bisa menginspirasi teman-temannya di sekolah karena sudah dididik disiplin,” katanya.

Perhatian khusus diarahkan pada keberlanjutan pendidikan, terutama bagi peserta dari keluarga kurang mampu, untuk memastikan pendidikan mereka tidak terputus setelah bertugas. Harapan tersebut juga diarahkan pada jenjang pendidikan tinggi melalui program Pemerintah Provinsi Bali, termasuk program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).

“Kita memastikan mereka selesai sekolah sampai tamat SMA. Kemudian seperti program Bapak Gubernur, Satu Keluarga Satu Sarjana, bisa dilanjutkan menjadi seorang sarjana,” ujarnya.

Dari pemetaan bakat dan minat, para anggota Paskibraka memiliki cita-cita beragam, mulai dari guru hingga dokter. Pengalaman sebagai Paskibraka juga terbukti menjadi modal penting untuk melanjutkan pendidikan maupun seleksi lembaga, seperti angkatan sebelumnya yang berhasil diterima di Akademi TNI.

Sebagai bentuk dukungan dan penghargaan, Pemprov Bali memenuhi kebutuhan selama pemusatan latihan, memberikan uang saku harian, dan dukungan transportasi. Setelah pelaksanaan pengibaran, para anggota Paskibraka akan menerima reward berupa uang penghargaan sebesar Rp5 juta, pin penghargaan dari Gubernur Bali, serta piagam penghargaan.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026