23/09/2026

Air Terjun Ini Memiliki 3 Sumber Mata Air, Diyakini Bisa Membuat Awet Muda

Air Terjun Jagasatru di kabupaten karangasem bali

Air Terjun Jagasatru/ tripadvisor/ balikonten

KARANGASEM, BALIKONTEN.COM – Air Terjun Jagasatru berada di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali. Destinasi ini memiliki daya tarik tersendiri karena kawasan air terjun dilengkapi tempat melukat yang dikenal dengan nama Pelukatan Sudamala.

Keberadaan tempat pelukatan membuat Air Terjun Jagasatru memiliki nilai tersendiri bagi masyarakat setempat. Warga percaya bahwa melukat di kawasan tersebut dapat membantu memperpanjang umur seseorang.

Keunikan lainnya terletak pada sumber airnya. Air Terjun Jagasatru terbentuk dari pertemuan tiga sumber mata air yang berada di Desa Duda Timur, yakni sumber mata air Pateh, Ket-ket, dan Teben Belong.

Air Terjun Jagasatru Jadi Tempat Melukat

Perbekel Desa Duda Timur, I Gede Pawana, mengatakan masyarakat setempat masih mempercayai keberadaan Pelukatan Sudamala sebagai tempat untuk melukat. Tradisi tersebut biasanya ramai dilakukan pada hari-hari tertentu dalam kalender Bali.

Masyarakat datang untuk melukat, terutama saat Manis Galungan, Manis Kuningan, dan Tilem Kesanga. Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Desa Duda Timur. Masyarakat dari luar desa juga pernah memanfaatkan kawasan tersebut sebagai tempat melukat.

“Masyarakat luar desa banyak yang datang untuk melukat. Tapi saat ini yang melukat didominasi oleh masyarakat lokal, terutama saat hari-hari tertentu,” tutur Pawana, Minggu (16/10/2022).

Menurut Pawana, aktivitas melukat di Air Terjun Jagasatru menjadi bagian dari tradisi yang masih dijalankan masyarakat hingga sekarang. Keberadaan sumber air alami dan tempat pelukatan menjadi bagian dari daya tarik kawasan tersebut.

Air Terjun Jagasatru Berasal dari Tiga Mata Air

Secara umum, Air Terjun Jagasatru memiliki karakter seperti air terjun pada umumnya. Keistimewaannya terdapat pada asal aliran air yang membentuk air terjun tersebut.

Pawana menjelaskan, aliran Air Terjun Jagasatru merupakan perpaduan dari tiga sumber mata air di Desa Duda Timur. Ketiga sumber tersebut adalah mata air Pateh, mata air Ket-ket, dan mata air Teben Belong.

“Ketiga sumber mata air tersebutlah yang menjadi satu yang kemudian menjadi Air Terjun Jagasatru,” kata Pawana.

Pertemuan ketiga sumber mata air itu kemudian menghasilkan aliran yang jatuh di kawasan Air Terjun Jagasatru. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang membedakan air terjun ini dari sejumlah destinasi serupa di Karangasem.

Selain memiliki sumber air yang berasal dari tiga titik, kawasan Air Terjun Jagasatru juga masih mempertahankan suasana alamnya. Pepohonan dan lingkungan sekitar yang belum banyak berubah memberikan kesan alami bagi pengunjung.

Wisatawan Mulai Kembali Berkunjung

Keberadaan Air Terjun Jagasatru belum banyak diketahui masyarakat luas. Pawana menyebut destinasi tersebut sebelumnya belum terlalu dikenal, meskipun wisatawan mulai berdatangan dalam beberapa waktu terakhir.

Suasana alam menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung. Air yang mengalir di kawasan air terjun juga terasa segar karena kondisi lingkungan yang masih alami.

“Airnya sangat segar karena memang masih sangat alami,” imbuhnya.

Sebelum pandemi COVID-19, kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke Air Terjun Jagasatru terbilang cukup ramai. Aktivitas wisata kemudian mengalami perubahan selama masa pandemi.

Setelah itu, wisatawan mulai kembali datang ke kawasan tersebut. Meski jumlahnya belum signifikan seperti sebelum pandemi, kunjungan perlahan kembali terlihat.

“Sekarang sudah mulai ada kunjungan kembali meskipun masih belum signifikan. Kurang lebih untuk saat ini ada sekitar 10-20 orang per harinya yang didominasi oleh wisatawan mancanegara,” kata Pawana.

Data kunjungan tersebut disampaikan Pawana pada 2022, ketika aktivitas pariwisata mulai kembali bergerak setelah pandemi. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa Air Terjun Jagasatru mulai kembali masuk dalam pilihan kunjungan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.

Pengunjung Menuruni 87 Anak Tangga

Wisatawan yang ingin mencapai Air Terjun Jagasatru harus melewati akses berupa sekitar 87 anak tangga. Perjalanan menuju lokasi menjadi bagian dari pengalaman berkunjung ke kawasan air terjun tersebut.

Sampai saat itu, pengunjung belum dikenakan tarif tiket masuk dengan nominal tertentu. Pengelola memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk memberikan pembayaran secara sukarela.

Kebijakan tersebut membuat pengunjung dapat menikmati kawasan Air Terjun Jagasatru tanpa harus membayar tiket masuk dengan harga yang telah ditetapkan.

Selain menikmati aliran air dan suasana alam, wisatawan juga dapat menemukan sejumlah titik yang bisa digunakan sebagai lokasi berfoto. Keberadaan spot foto tersebut menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung yang ingin mengabadikan perjalanan mereka.

“Selain tempatnya yang memang masih alami di sana juga terdapat banyak spot foto yang bisa dimanfaatkan oleh para wisatawan yang datang,” imbuhnya.

Air Terjun Jagasatru pada akhirnya menawarkan pengalaman yang memadukan wisata alam dengan aktivitas budaya masyarakat setempat. Tiga sumber mata air yang menyatu menjadi aliran air terjun, keberadaan Pelukatan Sudamala, serta lingkungan yang masih alami menjadi bagian dari karakter destinasi wisata di Desa Duda Timur, Karangasem.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026