09/09/2026

Misteri Pura Suwuk: Tempat Pesugihan Tumbal Manusia yang Dijaga Ribuan Tentara Gaib

purnama kedasa bertemu kajeng kliwon

ilustrasi gambar banten/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Di tengah rimbunnya hutan bakau Banjar Tanjung, Intaran, Sanur Kauh, berdiri sebuah tempat suci yang sarat akan kisah mistis. Masyarakat setempat mengenalnya sebagai Pura Dalem Suka Merta, atau yang lebih populer dengan nama Pura Suwuk.

Keberadaan tempat pemujaan ini menyimpan cerita turun-temurun tentang kekayaan gaib, syarat mistis yang mengerikan, hingga benteng pertahanan tak kasat mata.

Para tetua di kawasan Sanur menuturkan bahwa pura ini telah berdiri sejak ratusan tahun silam. Jauh sebelum areal ini ditata, wilayah tersebut merupakan hutan bakau yang sangat lebat. Pada masa awal, penanda suci di tempat ini hanya berupa sebuah pelinggih turus lumbung yang sederhana. Kini, lokasinya yang berdampingan dengan Pura Pengembak kian memperkuat atmosfer sakral dan angker di kawasan tersebut.

Suara Genta Misterius dan Ujian Niat Pemedek

Bagi para pemedek (pendoa) yang datang berkunjung, suasana magis langsung terasa begitu menginjakkan kaki di area pura. Salah satu fenomena yang kerap dialami adalah terdengarnya suara genta secara tiba-tiba tanpa ada wujud fisiknya.

Masyarakat meyakini suara genta tersebut merupakan pertanda dari kekuatan gaib penunggu pura yang sedang tidak ingin diganggu. Jika mendengar suara ini, para pemedek biasanya memilih untuk mengurungkan niat dan segera meninggalkan lokasi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ritual Sarwa Getih dan Syarat Berat Memohon Kekayaan

Selain berfungsi sebagai tempat pemujaan untuk memohon keselamatan pada bagian utama, Pura Suwuk juga santer dikenal sebagai tempat memohon kelimpahan harta atau pesugihan. Konon, ada area khusus di belakang bangunan utama yang menjadi tempat penyimpanan harta karun gaib milik Raja Intaran zaman dahulu. Di tempat ini pula tumbuh sebatang pohon kaktus unik yang diyakini tidak pernah mati.

Namun, jalan pintas menuju kekayaan di sini menuntut konsekuensi yang sangat besar. Pinisepuh Padepokan Muntig Siokan Bali, Nyoman Patra, memaparkan bahwa siapa saja yang ingin memohon pesugihan wajib membawa sarana pejati yang dilengkapi dengan tujuh jenis minuman, daging kambing, serta daging itik.

“Sarana untuk memohon di tempat ini sarwa getih atau serba darah, dan semuanya disajikan di sini,” ujar Nyoman Patra dalam sebuah wawancara.

Jika permohonan tersebut dikabulkan, pemohon akan menerima satu keping uang kepeng gaib. Uang kepeng inilah yang nantinya menjadi magnet rezeki sehingga kekayaan pemohon mengalir tanpa putus. Kendati demikian, imbalan yang harus dibayar sangat mengerikan. Pemohon wajib menyanggupi syarat berupa guling buntut atau tumbal nyawa manusia, serta menderita penyakit bisul menyiksa yang tidak akan pernah sembuh seumur hidup. Selain itu, pemohon hanya diberikan kesempatan untuk menyampaikan satu permintaan saja.

Tempat Pengobatan Alternatif dan Misteri Pohon Ratusan Tahun

Tidak hanya tentang harta, Pura Suwuk juga memiliki sudut yang dipercaya sebagai tempat memohon kesaktian spiritual dan sarana pengobatan. Pada titik ini, sesajen yang dipersembahkan harus berupa bahan-bahan yang serba mentah. Secara mistis, kawasan ini digambarkan mirip dengan dunia gemerlap yang penuh aktivitas hura-hura. Di sini pula dipercaya terdapat energi kuda laut gaib yang berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit.

Tepat di bagian tengah pura, tumbuh sebatang pohon misterius yang telah berusia ratusan tahun. Daunnya sekilas menyerupai pohon beringin, namun memiliki karakteristik unik yang membuat warga kesulitan mengidentifikasi jenis pohon tersebut. Berdasarkan kepercayaan lokal, pada batang pohon ini tertancap sebuah keris sakti dengan sebelas luk (lekukan) yang dijaga oleh entitas gaib bernama Ratu Gede Pengadang-Adang.

Benteng Pertahanan Ribuan Tentara Gaib Sanur

Lebih dari sekadar tempat ritual mistis individual, pura ini memegang peranan penting sebagai penjaga sekala-niskala (lahir-batin) wilayah Sanur. Eksistensi pura ini terikat kuat dengan Pura Pangembak dan Pura Mertasari yang letaknya berdekatan.

Secara kasat mata, sejauh mata memandang hanya ada hamparan hutan bakau yang hijau. Namun, bagi mereka yang dianugerahi mata batin atau kemampuan spiritual, kawasan hutan bakau ini merupakan markas besar dari ribuan tentara alam gaib. Pasukan tak kasat mata inilah yang membentengi wilayah Sanur dari ancaman negatif. Oleh karena itu, siapa saja yang datang dengan niat buruk atau berperilaku tidak sopan di area ini diyakini akan langsung menerima hukuman seketika.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE