09/09/2026

Dari Pura ke Lampung, Peradah Perluas Solidaritas Hadapi Abu Vulkanik

Dari Pura ke Lampung, Peradah Perluas Solidaritas Hadapi Abu Vulkanik

Dari Pura ke Lampung, Peradah Perluas Solidaritas Hadapi Abu Vulkanik/ balikonten

JAKARTA, BALIKONTEN.COM – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau tak hanya menjadi persoalan mitigasi bencana, tetapi juga menguji kepedulian masyarakat terhadap mereka yang tetap harus menjalankan aktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak abu vulkanik.

Situasi tersebut mendorong Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia mengambil peran. Bukan dengan langkah besar, melainkan melalui bantuan sederhana yang dibutuhkan masyarakat: masker medis.

Sebanyak 5.000 masker medis dibagikan ke sejumlah Pura di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Bantuan itu menyasar umat yang tetap melakukan aktivitas keagamaan maupun kegiatan sehari-hari di tengah kondisi lingkungan yang terdampak sebaran abu vulkanik.

Namun, gerakan Peradah tidak berhenti di Ibu Kota.

Sebanyak 5.000 masker lainnya dikirim ke Lampung, daerah yang juga disebut mengalami dampak signifikan dari aktivitas erupsi. Dengan demikian, total 10.000 masker medis disiapkan Peradah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang berada di wilayah terdampak.

Sekretaris Jenderal DPN Peradah Indonesia, Ricky Satriawan, mengatakan aksi tersebut merupakan respons sosial organisasi terhadap kondisi yang sedang dihadapi masyarakat.

Menurut Ricky, keberadaan organisasi kepemudaan tidak hanya dibutuhkan dalam kegiatan internal, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan dukungan di tengah situasi yang tidak biasa.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap umat Hindu dan masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas di tengah adanya dampak sebaran abu vulkanik. Kami bersama teman-teman dari Peradah dan para Penyuluh Agama Hindu berupaya memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan yang dapat dilakukan,” ujar Ricky di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Pembagian masker juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ketika beraktivitas di tengah paparan abu vulkanik.

Peradah menggandeng Penyuluh Agama Hindu Pembimas Hindu DKI Jakarta dalam kegiatan tersebut. Departemen Sosial dan Masyarakat (Sosmas) DPN Peradah Indonesia serta DPP Peradah DKI Jakarta turut terlibat dalam pelaksanaannya.

Ricky berharap masker yang diberikan tidak hanya dipandang sebagai bantuan sesaat, tetapi juga menjadi pengingat agar masyarakat lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan perkembangan situasi.

“Kami berharap masker yang dibagikan dapat dimanfaatkan dengan baik. Yang terpenting adalah masyarakat tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan mengikuti informasi maupun imbauan dari pihak yang berwenang terkait situasi yang terjadi,” katanya.

Bagi Peradah, kondisi darurat atau bencana tidak mengenal batas organisasi. Karena itu, kepedulian pun diharapkan bergerak melampaui batas wilayah.

Dari sejumlah Pura di Jakarta hingga Lampung, distribusi masker tersebut menjadi bentuk nyata solidaritas. Bantuan memang sederhana, tetapi pesan yang dibawa cukup kuat: ketika masyarakat menghadapi dampak bencana, kepedulian harus ikut bergerak.

Ricky mengapresiasi para Penyuluh Agama Hindu Pembimas Hindu DKI Jakarta, Departemen Sosmas DPN Peradah Indonesia dan DPP Peradah DKI Jakarta yang ikut bergotong royong menjalankan aksi tersebut.

Kolaborasi itu menunjukkan bahwa perlindungan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Organisasi kepemudaan, tokoh agama dan berbagai elemen masyarakat juga dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Melalui aksi tersebut, Peradah Indonesia ingin memastikan bahwa di tengah ancaman abu vulkanik, masyarakat tidak berjalan sendiri. Ada kepedulian yang bergerak dari komunitas, dari rumah ibadah, dan dari tangan anak-anak muda yang memilih hadir ketika masyarakat membutuhkan.

***

Pewarta: Agung Rai Tri Krisna Putra

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE