05/11/2026

Sedot Perhatian Penonton, 7 Sekaa Juara Unjuk Gigi di Beleganjur Garap Superstar UNHI

Sedot Perhatian Penonton, 7 Sekaa Juara Unjuk Gigi di Beleganjur Garap Superstar UNHI

Sedot Perhatian Penonton, 7 Sekaa Juara Unjuk Gigi di Beleganjur Garap Superstar UNHI/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Suasana riuk-pikuk dan gemuruh suara gamelan membahana di Kampus Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar pada Senin (28/9/2026).

Panggung Utsawa Bali Sani berhasil menjadi magnet perhatian ratusan pengunjung, mahasiswa, hingga masyarakat umum berkat hadirnya kategori Lomba Beleganjur Garap Superstar.

Kategori ini dikemas secara eksklusif dengan sistem undangan khusus (invitation), yakni hanya menghadirkan sekaa-sekaa terbaik yang telah mengantongi berbagai prestasi dan predikat juara di berbagai ajang regional sebelumnya.

Koordinator Lomba sekaligus Kaprodi Pendidikan Seni Karawitan Keagamaan Hindu UNHI, I Putu Agustana, S.Sn., M.Si., menjelaskan bahwa musik Beleganjur Garap saat ini tengah mengalami tren perkembangan yang sangat pesat dan begitu digandrungi oleh anak-anak muda di Bali.

Berbeda dengan pementasan Beleganjur formasi display atau baris-berbaris seperti yang kerap dijumpai di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB), Beleganjur Garap lebih menonjolkan eksplorasi komposisi musik, kerapian variasi pukulan, eksplorasi musikalitas, serta pembentukan suasana atau euforia.

“Beleganjur Garap mengacu pada konsep ritus Pitra Yadnya atau tradisi pengabenan di Bali. Komposisi musik yang digarap dan ditabuh tidak sekadar membunyikan instrumen, tetapi bertujuan membangun suasana euforia dan semangat (penyandag) bagi para penabuh kepada para tukang tegen wadah atau pengusung sarana pengabenan,” terang I Putu Agustana.

Meskipun keterbatasan waktu persiapan membuat panitia membatasi kuota peserta, kualitas pergelaran tetap terjaga maksimal dengan hadirnya tujuh kelompok sekaa ternama dari berbagai kabupaten/kota di Bali.

Ketujuh sekaa unggulan tersebut adalah FYP Art Foundation, Bina Yowana Santi, Genta Winangun, Putra Pangerebelan, Gita Bandana Eka Barasibu, Gongseng, serta Taksu Swara Kanti. Setiap kelompok menerjunkan sekitar 25 hingga 30 penabuh, sehingga panggung pementasan benar-benar dipenuhi energi dan sajian musik berkualitas tinggi.

Untuk menjaga objektivitas dan mutu penilaian pada gelaran bergengsi ini, panitia menerjunkan tiga dewan juri profesional yang sudah tidak asing lagi di dunia karawitan Bali, yakni I Putu Tiodore Adhi Bhawa, Arik Wirawan, dan I Wayan Situdubanda.

***

Pewarta: Wira Natagumi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026