Tips agar Kendaraan Matic Irit Bahan Bakar, dari Cara Berkendara hingga Perawatan
Layanan cek komponen motor Honda di AHASS menjadi salah satu pelayanan Astra Honda Bali kepada konsumen.
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Kendaraan bertransmisi otomatis atau matic banyak digunakan untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Pengoperasiannya relatif praktis, terutama ketika pengendara harus menghadapi lalu lintas perkotaan yang padat.
Meski menawarkan kemudahan, konsumsi bahan bakar tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan, terlebih bagi mereka yang menggunakan kendaraan setiap hari untuk bekerja, menjalankan usaha, atau menempuh perjalanan jarak jauh.
Penggunaan bensin yang lebih efisien dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Cara membuka gas, menjaga tekanan ban, memilih oli mesin, hingga menentukan rute perjalanan turut memengaruhi kebutuhan bahan bakar. Perawatan yang teratur juga membantu menjaga kinerja mesin agar tetap sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
Lantas, bagaimana cara agar kendaraan matic irit bensin tanpa mengorbankan keselamatan dan kenyamanan berkendara? Berikut 12 langkah yang bisa diterapkan pada motor matic maupun mobil matic sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing kendaraan.
1. Atur Bukaan Gas agar Kendaraan Matic Lebih Hemat Bensin
Cara pengendara mengatur akselerasi memiliki pengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Membuka gas secara mendadak, kemudian mengurangi kecepatan berulang kali, membuat kendaraan harus terus menyesuaikan tenaga yang dibutuhkan. Pola berkendara seperti ini berpotensi meningkatkan pemakaian bensin.
Pada motor matic, putar tuas gas secara bertahap sesuai kebutuhan perjalanan. Usahakan mempertahankan laju kendaraan secara konsisten ketika kondisi jalan memungkinkan. Akselerasi yang terlalu agresif sebaiknya dihindari, terutama di jalan perkotaan yang memiliki banyak persimpangan dan kendaraan yang keluar masuk jalur.
Prinsip serupa berlaku pada mobil matic. Tekan pedal akselerator secara halus agar penambahan kecepatan berlangsung bertahap. Ketika menghadapi kemacetan, sesuaikan pergerakan kendaraan dengan situasi di depan sehingga pengereman mendadak dapat dikurangi.
Kebiasaan mengemudi secara halus membantu menjaga perubahan kecepatan tetap terkendali. Selain berpotensi menekan konsumsi BBM, cara ini juga membuat perjalanan lebih nyaman bagi pengemudi dan penumpang.
2. Pertahankan Kecepatan yang Stabil Selama Berkendara
Kecepatan kendaraan turut menentukan seberapa banyak bahan bakar yang digunakan. Ketika kendaraan melaju terlalu cepat, mesin perlu menyediakan energi lebih besar untuk mengatasi hambatan udara. Akselerasi dan pengereman yang terlalu sering juga dapat meningkatkan kebutuhan bahan bakar.
Untuk perjalanan sehari-hari, sesuaikan kecepatan dengan batas yang berlaku, kondisi lalu lintas, dan kemampuan kendaraan. Memacu kendaraan secara berlebihan demi memangkas waktu perjalanan beberapa menit tidak selalu sebanding dengan tambahan bahan bakar yang digunakan maupun risiko keselamatan yang muncul.
Ketika jalan cukup lengang, pertahankan kecepatan yang sesuai dan konsisten. Jika lampu lalu lintas menunjukkan warna merah atau kendaraan di depan mulai melambat, lepaskan gas secara bertahap dan kurangi kecepatan dengan memperhitungkan jarak aman. Cara tersebut membantu mengurangi pengereman mendadak yang sebenarnya dapat diantisipasi.
Pada mobil matic yang memiliki fitur pengendali kecepatan, manfaatkan fitur tersebut sesuai petunjuk pabrikan dan kondisi jalan. Sementara itu, pengendara motor matic dapat menjaga laju kendaraan dengan mengatur bukaan gas secara konsisten tanpa memaksakan putaran mesin.
3. Periksa Tekanan Angin Ban Secara Teratur
Tekanan ban yang kurang dari rekomendasi pabrikan dapat meningkatkan hambatan gulir. Akibatnya, mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan kendaraan, yang berpotensi membuat konsumsi bensin meningkat.
Masalah ini kerap tidak disadari karena ban yang kekurangan angin belum tentu terlihat kempis secara kasatmata. Pemeriksaan menggunakan alat pengukur tekanan ban menjadi cara yang lebih akurat untuk mengetahui kondisinya.
Periksa tekanan ban secara berkala dan ikuti angka yang tercantum dalam buku manual atau label kendaraan. Sesuaikan pemeriksaan dengan intensitas penggunaan, terutama jika kendaraan sering membawa penumpang atau barang dalam jumlah cukup banyak.
Hindari mengisi angin melebihi batas yang dianjurkan dengan harapan kendaraan menjadi lebih irit. Tekanan ban yang terlalu tinggi dapat mengurangi kenyamanan dan memengaruhi daya cengkeram terhadap permukaan jalan.
Kondisi fisik ban juga perlu diperhatikan. Periksa telapak ban untuk mengetahui tingkat keausan serta memastikan tidak terdapat retakan atau kerusakan. Jika kondisinya sudah tidak memenuhi standar keselamatan, lakukan penggantian sesuai kebutuhan.
4. Lakukan Servis Berkala untuk Menjaga Efisiensi Mesin
Perawatan kendaraan matic secara rutin membantu mempertahankan performa mesin sekaligus mendeteksi gangguan yang berpotensi meningkatkan konsumsi bahan bakar. Filter yang kotor, komponen yang aus, atau sistem yang tidak bekerja sesuai spesifikasi dapat memengaruhi efisiensi kendaraan.
Jadwal servis sebaiknya mengikuti rekomendasi dalam buku manual. Pemeriksaan umumnya mencakup filter udara, sistem pengapian, sistem bahan bakar, oli mesin, dan komponen lain yang disesuaikan dengan jenis serta usia kendaraan.
Pada motor matic, kondisi sistem transmisi continuously variable transmission (CVT) perlu mendapatkan perhatian. Sabuk CVT, roller, dan komponen penyalur tenaga lainnya harus diperiksa untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik. Keausan atau kerusakan pada bagian tersebut perlu ditangani oleh mekanik yang kompeten.
Mobil matic juga memerlukan pemeriksaan sesuai jenis mesin dan transmisinya. Beberapa komponen yang perlu diperhatikan meliputi sistem transmisi, filter, busi pada mesin bensin, serta sistem injeksi bahan bakar. Interval pemeriksaan dan perawatannya mengikuti ketentuan masing-masing pabrikan.
Jika kendaraan mendadak terasa lebih boros, lakukan pemeriksaan sebelum menentukan penyebabnya. Perubahan konsumsi bensin tidak selalu berkaitan dengan kualitas bahan bakar. Kondisi mesin, komponen kendaraan, pola berkendara, dan karakteristik rute juga perlu dievaluasi.
5. Pilih Oli Mesin Sesuai Spesifikasi Pabrikan
Oli mesin berperan dalam melumasi komponen yang bergerak, mengurangi gesekan, dan membantu mengendalikan suhu mesin. Pemilihan pelumas yang sesuai mendukung kinerja mesin agar tetap berada dalam kondisi yang direkomendasikan pabrikan.
Gunakan oli dengan tingkat kekentalan atau viskositas serta spesifikasi yang sesuai dengan kendaraan. Informasi tersebut dapat ditemukan dalam buku manual. Oli yang tepat membantu melindungi komponen mesin, sedangkan pelumas dengan spesifikasi yang tidak sesuai berpotensi memengaruhi perlindungan dan kinerja mesin.
Selain memilih produk yang sesuai, perhatikan interval penggantian oli. Selama digunakan, oli terpapar panas dan kontaminasi yang dapat menurunkan kualitasnya. Penggantian yang terlambat dapat meningkatkan risiko keausan pada komponen mesin.
Khusus motor matic, bedakan oli mesin dengan oli transmisi akhir atau oli gardan pada kendaraan yang menggunakannya. Kedua jenis pelumas tersebut memiliki fungsi dan ketentuan perawatan yang berbeda.
Penggantian oli lebih sering dari jadwal yang dibutuhkan tidak otomatis membuat kendaraan jauh lebih hemat bensin. Prioritaskan jenis pelumas yang tepat, volume pengisian sesuai ketentuan, dan jadwal penggantian berdasarkan rekomendasi pabrikan.
6. Hindari Muatan Berlebihan pada Motor dan Mobil Matic
Bobot kendaraan beserta barang bawaan memengaruhi tenaga yang diperlukan mesin. Semakin berat muatan, semakin besar tenaga yang dibutuhkan untuk mulai bergerak dan mempertahankan laju, terutama saat melewati tanjakan atau menghadapi kemacetan.
Karena itu, bawalah barang sesuai kebutuhan perjalanan. Pada mobil matic, keluarkan benda yang tidak diperlukan dari bagasi agar bobot kendaraan tidak bertambah tanpa alasan. Pada motor matic, hindari membawa barang secara berlebihan karena muatan yang terlalu berat dapat memengaruhi konsumsi bensin, keseimbangan, dan kemampuan pengereman.
Pastikan beban motor tidak melampaui batas maksimum yang ditentukan pabrikan. Barang bawaan juga perlu ditempatkan dengan aman agar tidak mengganggu pergerakan pengendara. Menggantungkan banyak barang pada setang sebaiknya dihindari karena dapat memengaruhi kendali kendaraan.
Untuk mobil matic, distribusikan barang secara proporsional dan jangan melebihi kapasitas angkut kendaraan. Pengelolaan muatan yang baik membantu menjaga efisiensi penggunaan bahan bakar sekaligus mendukung keselamatan selama perjalanan.
7. Matikan Mesin Ketika Berhenti dalam Waktu Lama
Mesin yang terus menyala saat kendaraan tidak bergerak tetap menggunakan bahan bakar. Membiarkan mesin hidup selama menunggu seseorang atau berada di area parkir dalam waktu lama dapat menambah pengeluaran bensin tanpa menambah jarak tempuh.
Jika perlu menunggu cukup lama, pertimbangkan untuk mematikan mesin selama situasi tersebut aman. Keputusan ini perlu disesuaikan dengan kondisi lalu lintas, kebutuhan untuk segera bergerak, dan petunjuk penggunaan kendaraan.
Pada mobil matic modern, fitur idle stop atau auto start-stop dapat membantu mengurangi pemakaian bahan bakar ketika kendaraan berhenti. Penggunaannya tetap perlu mengikuti panduan pabrikan karena karakteristik dan pengaturan fitur dapat berbeda pada setiap model.
Bagi pengendara motor matic, mematikan mesin saat parkir atau menunggu lama di lokasi yang aman merupakan kebiasaan yang dapat diterapkan. Hindari mematikan mesin ketika berada dalam situasi lalu lintas yang mengharuskan kendaraan segera bergerak demi keselamatan.
Besarnya penghematan bergantung pada durasi berhenti, jenis mesin, dan kondisi kendaraan. Dengan menerapkannya pada situasi yang tepat, bahan bakar yang terpakai ketika kendaraan tidak bergerak dapat dikurangi.
8. Pilih Rute Perjalanan yang Efisien
Jarak tempuh bukan satu-satunya faktor yang menentukan banyaknya bensin yang digunakan. Rute yang dipenuhi kemacetan, persimpangan, dan kondisi berhenti-jalan berulang kali dapat membuat konsumsi bahan bakar meningkat.
Sebelum berangkat, periksa informasi lalu lintas melalui aplikasi navigasi. Pilih jalur berdasarkan kombinasi jarak, perkiraan waktu tempuh, kondisi jalan, dan tingkat keselamatan. Rute terpendek belum tentu menjadi pilihan paling hemat jika kemacetannya lebih parah dibandingkan jalur alternatif.
Pengendara juga dapat merencanakan beberapa keperluan dalam satu perjalanan. Sebagai contoh, urusan di sejumlah lokasi yang berdekatan dapat diselesaikan sekaligus sebelum kembali ke rumah. Perencanaan seperti ini mengurangi perjalanan bolak-balik yang sebenarnya bisa dihindari.
Meskipun demikian, penghematan bahan bakar tidak boleh mengesampingkan keselamatan. Hindari jalan yang tidak layak dilalui atau tindakan yang melanggar aturan lalu lintas hanya demi mencapai tujuan dengan konsumsi bensin lebih rendah.
9. Gunakan Bensin dengan Nilai Oktan yang Sesuai
Jenis bahan bakar perlu disesuaikan dengan kebutuhan mesin. Salah satu parameter yang harus diperhatikan adalah angka oktan atau research octane number (RON), yang menunjukkan ketahanan bahan bakar terhadap gejala ketukan akibat pembakaran tidak normal.
Setiap kendaraan memiliki spesifikasi bahan bakar yang berbeda. Menggunakan bensin dengan nilai oktan di bawah rekomendasi pabrikan dapat meningkatkan risiko pembakaran tidak sesuai rancangan mesin tertentu. Sebaliknya, memilih bensin dengan RON lebih tinggi dari kebutuhan mesin tidak otomatis menghasilkan konsumsi yang lebih irit atau peningkatan performa yang berarti.
Periksa buku manual untuk mengetahui jenis bahan bakar yang dianjurkan. Jika mesin menunjukkan gejala seperti suara ketukan, penurunan performa, atau perubahan konsumsi bensin secara drastis, lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.
Dalam menghitung biaya operasional, jangan hanya membandingkan harga bensin per liter. Perhatikan juga konsumsi aktual kendaraan. Bahan bakar yang harganya lebih rendah belum tentu menghasilkan pengeluaran perjalanan yang lebih kecil apabila tidak sesuai dengan kebutuhan mesin atau menyebabkan konsumsi meningkat.
10. Hindari Modifikasi yang Mengganggu Efisiensi Kendaraan
Modifikasi dapat memengaruhi konsumsi bahan bakar, terutama jika perubahan tersebut berkaitan dengan karakteristik mesin, sistem pemasukan udara, sistem pembuangan, atau transmisi. Hasilnya bergantung pada jenis modifikasi, kualitas pengerjaan, dan kesesuaiannya dengan spesifikasi kendaraan.
Pada motor matic, perubahan komponen CVT, penggantian knalpot, dan penyetelan sistem bahan bakar perlu dilakukan dengan pertimbangan teknis yang matang. Pengaturan yang kurang tepat dapat mengubah karakter akselerasi, meningkatkan putaran mesin, atau membuat penggunaan bensin bertambah.
Mobil matic juga dapat mengalami perubahan efisiensi akibat modifikasi tertentu. Penggantian ukuran ban, pemasangan aksesori tambahan, dan perubahan mesin berpotensi memengaruhi bobot, hambatan gulir, aerodinamika, serta cara kerja mesin.
Jika tujuan modifikasi adalah menghemat bensin, konsultasikan rencana tersebut dengan mekanik yang kompeten. Jangan langsung mempercayai klaim penghematan dalam jumlah besar tanpa pengujian yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk kendaraan yang digunakan sehari-hari, mempertahankan kondisi sesuai spesifikasi pabrikan merupakan langkah awal yang rasional. Perubahan teknis sebaiknya dilakukan setelah manfaat, risiko, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kendaraan dipahami.
11. Hitung Konsumsi Bahan Bakar agar Penghematan Terukur
Mengukur konsumsi BBM secara berkala membantu pengendara mengetahui perubahan efisiensi kendaraan berdasarkan data pemakaian. Perkiraan semata dapat menghasilkan penilaian yang kurang akurat karena konsumsi bahan bakar juga dipengaruhi jarak perjalanan, kemacetan, muatan, cuaca, dan gaya berkendara.
Salah satu metode yang dapat digunakan adalah full-to-full, yaitu membandingkan jumlah bahan bakar yang masuk saat tangki diisi penuh dengan jarak yang ditempuh hingga pengisian penuh berikutnya.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Isi tangki hingga penuh sesuai prosedur pengisian yang aman.
- Catat angka pada odometer sebagai titik awal pengukuran.
- Gunakan kendaraan seperti biasa selama beberapa perjalanan.
- Isi kembali tangki hingga penuh dan catat jumlah liter yang diperlukan.
- Hitung jarak tempuh sejak pengisian sebelumnya, lalu bagi dengan jumlah bahan bakar yang digunakan.
Rumus menghitung konsumsi bahan bakar adalah:
Konsumsi BBM (km/liter) = Jarak tempuh (km) ÷ Bahan bakar yang digunakan (liter)
Sebagai contoh, sebuah kendaraan menempuh jarak 180 kilometer. Ketika tangki diisi kembali hingga penuh, bahan bakar yang diperlukan sebanyak 6 liter.
Perhitungannya:
180 km ÷ 6 liter = 30 km/liter.
Artinya, berdasarkan pengukuran tersebut, kendaraan menempuh rata-rata 30 kilometer untuk setiap liter bensin.
Agar hasilnya lebih dapat dibandingkan, catat konsumsi BBM selama beberapa kali pengisian. Usahakan membandingkan penggunaan dalam kondisi yang relatif serupa, seperti rute harian, muatan, dan pola berkendara.
Jika konsumsi terus menurun tanpa perubahan pola perjalanan yang jelas, jadwalkan pemeriksaan kendaraan. Catatan pengukuran dapat membantu mekanik menelusuri kemungkinan gangguan dengan lebih terarah.
12. Sesuaikan Teknik Berkendara dengan Kondisi Jalan
Kondisi jalan memengaruhi efisiensi bahan bakar. Kendaraan yang lebih sering digunakan di perkotaan dengan kemacetan umumnya menghadapi pola perjalanan berbeda dari kendaraan yang banyak melintasi jalan bebas hambatan. Karena itu, teknik berkendara perlu menyesuaikan situasi di lapangan.
Di jalan perkotaan, hindari menambah kecepatan secara berlebihan ketika lampu merah atau antrean kendaraan sudah terlihat dari kejauhan. Jaga jarak aman agar pengurangan kecepatan dapat dilakukan secara bertahap tanpa pengereman mendadak.
Ketika melewati tanjakan, sesuaikan bukaan gas dan kecepatan dengan kemampuan kendaraan. Hindari memaksakan akselerasi yang tidak diperlukan. Pada mobil matic, gunakan posisi transmisi sesuai petunjuk pabrikan untuk menghadapi karakteristik jalan tertentu.
Saat melewati jalan menurun, jangan mematikan mesin atau memindahkan transmisi ke posisi netral demi menghemat bensin. Tindakan tersebut dapat mengurangi kendali kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan. Gunakan teknik berkendara yang dianjurkan dalam buku manual agar kendaraan tetap terkendali.
Efisiensi bahan bakar yang baik terbentuk dari kombinasi perawatan kendaraan, teknik mengemudi yang tepat, dan kemampuan membaca kondisi jalan. Ketiganya perlu diterapkan secara konsisten dengan keselamatan sebagai pertimbangan utama.
Cara agar kendaraan matic irit bensin dapat dimulai dengan memperbaiki kebiasaan berkendara dan menjaga kondisi kendaraan. Mengatur bukaan gas, mempertahankan kecepatan yang sesuai, memeriksa tekanan ban, serta menjalankan servis berkala merupakan langkah dasar yang dapat diterapkan pada penggunaan sehari-hari.
Pengendara juga perlu memilih oli dan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan, membatasi muatan, mematikan mesin ketika berhenti lama dalam situasi yang aman, serta merencanakan rute secara efisien. Pada saat yang sama, hindari modifikasi yang tidak sesuai spesifikasi dan lakukan pengukuran konsumsi BBM secara berkala untuk mengetahui hasilnya.
Besarnya penghematan tidak sama pada setiap kendaraan. Jenis mesin, kondisi komponen, karakteristik jalan, kepadatan lalu lintas, dan pola pemakaian memengaruhi hasil yang diperoleh. Karena itu, tidak ada angka penghematan yang dapat dijamin berlaku untuk semua motor matic maupun mobil matic.
Pendekatan yang lebih terukur adalah menerapkan kebiasaan berkendara yang efisien, mengikuti jadwal perawatan, dan membandingkan konsumsi bahan bakar berdasarkan catatan penggunaan aktual. Dengan cara tersebut, pengendara dapat mengevaluasi biaya operasional secara lebih akurat sekaligus menjaga kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan.
***
