Enggan Beli Atlet, KONI Denpasar Gembleng Lifter Muda Lewat Kejuaraan Terbuka Untuk PON 2028

Enggan Beli Atlet, KONI Denpasar Gembleng Lifter Muda Lewat Kejuaraan Terbuka Untuk PON 2028/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Prestasi besar di panggung olahraga tidak pernah diraih melalui jalan pintas. Memegang teguh komitmen untuk terus berproses secara berjenjang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Denpasar bersama Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kota Denpasar resmi menggelar Kejuaraan Terbuka KONI Kota Denpasar Cup I Tahun 2026.
Bertepatan dengan Hari Suci Saraswati, kejuaraan yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Stadion Kapten Kompyang Sujana ini menjadi ajang pembuktian proses panjang pembinaan atlet lokal.
Sebanyak 55 lifter dari lima kabupaten/kota di Bali (Buleleng, Gianyar, Klungkung, Jembrana, dan Denpasar) serta sejumlah peserta luar daerah turun gunung untuk menguji hasil latihan intensif mereka.
KONI Denpasar Tegaskan Komitmen Berproses: Tanpa Atlet “Beli”

Ketua KONI Denpasar, I Putu Yudi Atmika, S.H., menegaskan bahwa pihak dewan olahraga secara konsisten menolak praktik instan seperti “membeli” atau merekrut atlet siap pakai dari luar daerah.
Menurutnya, kejayaan sejati hanya bisa dicapai melalui proses pembinaan usia dini yang panjang, disiplin, dan berkarakter.
“Penekanan kami adalah pembinaan usia dini. Kami menjaring atlet dari bawah karena prestasi itu lahir dari kegiatan yang panjang, bukan instan. Jarang ada atlet instan yang bisa juara bertahan. Oleh karena itulah kami memilih jalan berproses,” tegas Yudi Atmika.
PABSI Kota Denpasar sendiri merupakan satu dari 32 cabang olahraga di Denpasar yang mampu mengoperasikan pemusatan latihan (training center) secara mandiri sejak 25 Agustus lalu, dilanjutkan dengan kejuaraan terbuka ini, dan disusul ajang Wali Kota Cup pada Februari mendatang.
Batu Pijakan Menuju PON 2028 di Buleleng
Sementara itu, Ketua Umum PABSI Kota Denpasar, Dr. A. A. Kompiang Gede, S.H., M.H., C.Med., menjelaskan bahwa ajang ini difokuskan untuk memetakan kekuatan sekaligus membentuk stok atlet potensial menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang direncanakan berlangsung di Buleleng.
“Kami ingin menjaring atlet-atlet potensial untuk persiapan panjang menuju PON 2028,” ungkap Kompiang Gede.
Dukungan atas konsistensi proses pembinaan ini juga datang dari Wakil Ketua Pengprov PABSI Bali, Gede Haris Sandika.
Ia menyebut panggung kejuaraan daerah yang digelar secara konsisten inilah yang menjadi kawah candradimuka sesungguhnya bagi lahirnya lifter berkelas nasional hingga internasional.
Ketua Panitia Kejuaraan, Agung Dwik, turut mengingatkan para atlet muda agar menikmati setiap tahapan proses pertandingan dan menghargai jam terbang yang didapat di atas panggung.
“Menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan. Yang terpenting adalah atlet memberikan kemampuan terbaiknya sebagai buah dari proses latihan panjang yang telah dijalani,” tutup Agung Dwik.
***