03/11/2026

Ala Ayuning Dewasa 21 Januari 2026: Panduan Hari Baik dan Hari Waspada dalam Tradisi Bali

dewasa ayu kalender bali daftar rainan 2025

ilustrasi Kaleder Bali/ Balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Tanggal 21 Januari 2026 tercatat dalam kalender Ala Ayuning Dewasa sebagai hari dengan beragam penanda waktu yang memiliki makna penting bagi masyarakat Bali. Sejumlah dewasa ayu dan dewasa ala hadir bersamaan, menjadi rujukan dalam menentukan waktu terbaik untuk bekerja, berupacara, membangun, hingga memulai usaha.

Dalam tradisi wariga Bali, penentuan dewasa bukan sekadar hitungan hari, melainkan pedoman hidup yang mengatur harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Berikut rangkuman makna Ala Ayuning Dewasa 21 Januari 2026 yang relevan sebagai panduan aktivitas dan upacara.

Waktu Baik untuk Penyucian dan Pengembangan Diri

Amerta Danta menjadi penanda baik untuk kegiatan spiritual. Hari ini dinilai tepat untuk melakukan tapa, brata, yoga, semadi, serta penyucian diri. Segala pekerjaan yang bersifat pengendalian diri dan peningkatan kesadaran memperoleh dukungan energi dewasa ini.

Dina Jaya juga menguatkan unsur keunggulan. Waktu ini baik untuk belajar menari, menekuni pengetahuan baru, dan mengasah keterampilan. Aktivitas belajar memiliki peluang menghasilkan prestasi.

Momentum Memulai Usaha dan Berdagang

Amerta Gati memberi pertanda baik bagi masyarakat yang hendak memulai usaha atau bercocok tanam. Hari ini mendukung langkah awal di bidang pertanian dan ekonomi produktif.

Sedana Yoga turut memperkuat peluang rezeki. Dewasa ini dianjurkan untuk membuat alat berdagang, menata tempat usaha, serta memulai aktivitas jual beli. Energi hari ini diyakini membawa kelancaran dan kemurahan rezeki.

Hari Baik untuk Upacara dan Pembangunan

Catur Laba menjadi dewasa yang baik untuk bepergian ke arah utara serta melaksanakan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Dewa Ngelayang juga mendukung pembuatan bangunan suci serta pelaksanaan Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya.

Dewasa Ngelayang memberi restu untuk membangun rumah, membuat jukung, dan pekerjaan pertukangan sejenis. Kamajaya menghadirkan peluang baik bagi dewasa pernikahan, pembangunan, pembuatan alat perang, serta memulai latihan.

Subacara memperluas ruang aktivitas. Hari ini tepat untuk melangsungkan berbagai jenis upacara, menyusun rencana, membuat peraturan, mengangkat petugas, serta memulai kegiatan belajar dan pelatihan.

Aktivitas yang Perlu Kehati-hatian

Sejumlah dewasa ala hadir sebagai peringatan. Kala Siyung menandai hari dengan pengaruh buas sehingga memerlukan kewaspadaan tinggi. Kala Sudukan menunjukkan unsur perombakan, sehingga tidak dianjurkan memindahkan orang sakit.

Kala Wong membawa larangan untuk menggundul rambut, memotong rambut, meminang, serta melaksanakan Manusa Yadnya. Salah Wadi juga menandai hari yang kurang baik untuk Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya, termasuk pernikahan, potong gigi, penguburan, ngaben, hingga nyekah.

Kala Dangastra memberi ruang terbatas. Hari ini baik untuk membangun tembok pekarangan dan membuat alat penangkap ikan, namun tidak dianjurkan memulai pekerjaan penting dan melaksanakan upacara.

Gni Rawana Rangkep mendukung pekerjaan yang menggunakan api, namun tidak tepat untuk membangun dan mengatapi rumah.

Karakter Hari Menurut Pararasan dan Pancasuda

Pararasan hari ini berada pada Laku Bulan dengan Pancasuda Bumi Kepetak. Ekajalaresi Tininggalin Suka menandai kecenderungan suasana hati yang ringan, sementara Pratiti Awidya menunjukkan adanya unsur ketidaktahuan yang perlu disikapi dengan kehati-hatian.

Panduan Wariga untuk Kehidupan Sehari-hari

Ala Ayuning Dewasa 21 Januari 2026 menghadirkan kombinasi dewasa baik dan dewasa waspada. Hari ini mendukung kegiatan spiritual, pembelajaran, perdagangan, pembangunan, dan upacara tertentu. Pada saat yang sama, sejumlah aktivitas penting perlu ditunda demi menjaga keharmonisan dan keselamatan.

Sebagai warisan kearifan lokal, pengetahuan tentang dewasa ayu dan dewasa ala tetap relevan sebagai panduan memilih waktu terbaik dalam bekerja, berusaha, dan berupacara. Dengan memahami makna hari, masyarakat dapat menata langkah hidup secara lebih selaras dengan tatanan alam dan tradisi.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026