Album ke-11 Jadi Hadiah Spesial Bagi Penggemar Lolot Band, Minim Lagu dengan Pendekatan Selektif
Album 11 Jadi Hadiah Spesial Penggemar Lolot Band, Minim Lagu dengan Pendekatan Selektif/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Lolot Band kembali merilis karya terbaru melalui album ke-11 bertajuk “Tajir Melintir”, yang dirilis dalam format digital serta fisik berupa CD.
Band rock alternatif asal Denpasar ini telah aktif sejak tahun 2002 dan dikenal luas melalui lirik berbahasa Bali yang dipadukan dengan aransemen rock modern.
Dengan formasi Made Bawa (vokal/gitar), Lanang (bass), Lesmana (gitar), dan Hendra (drum), Lolot Band menjadi salah satu ikon Bali Rock Alternatif yang konsisten berkarya hingga saat ini.
Album terbaru ini menghadirkan pendekatan berbeda dibandingkan rilisan sebelumnya, dengan hanya memuat lima lagu.
Dalam sesi jumpa pers belum lama ini di Denpasar, Lanang, basis Lolot Band, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil secara sadar agar setiap lagu dapat dinikmati lebih fokus oleh pendengar.
“Bisa dibilang pelit (demit), lagu kami masih banyak. Tapi daripada banyak lagu, yang didengar tetap satu dua saja,” ujarnya.
Makna di Balik Lagu
Salah satu lagu dalam album ini, “Cerita Kita”, mengangkat kisah perjalanan hubungan yang menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kebersamaan.
Sementara itu, vokalis Made Bawa menjelaskan lagu “Dewi Supraba” sebagai refleksi perubahan makna sosok ideal di tengah perkembangan zaman.
Dalam karya tersebut, Lolot Band juga menghadirkan pendekatan visual modern dengan memanfaatkan desain berbasis kecerdasan buatan (AI).
Perjalanan dan Konsistensi
Sejak debut melalui album “Gumine Mangkin” (2003) yang meraih penghargaan musik independen, Lolot Band terus mempertahankan eksistensinya.
Sejumlah album seperti Bali Rock Alternatif (2004), Meong Garong (2005), hingga Saling Caplok (2007) turut memperkuat posisi mereka di industri musik lokal.
Roadshow dan Perayaan Balirockers
Menandai peluncuran album “Tajir Melintir”, Lolot Band juga merancang rangkaian pementasan atau roadshow.
Agenda ini akan diawali di Gedung Mario, Tabanan, pada 4 April 2026, sekaligus menjadi perayaan ulang tahun ke-12 komunitas penggemar mereka, Balirockers.
Berbeda dengan konsep festival sebelumnya, pertunjukan yang dikemas dalam tajuk Balirockshow ini dirancang dalam skala lebih intim, namun tetap membawa semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas Lolot Band.
Selain itu, panitia juga menyiapkan doorprize berupa tiga gitar untuk penonton yang beruntung, terdiri dari dua gitar elektrik dan satu gitar akustik yang telah ditandatangani oleh seluruh personel Lolot Band.
Album “Tajir Melintir” menjadi bagian dari perjalanan panjang Lolot Band dalam menghadirkan karya berbahasa Bali yang tetap relevan di tengah perkembangan industri musik.
***