02/11/2026

Angkat Tema “Intelligence Innovation”, Konferensi APQO 2026 di Bali Dorong Daya Saing Global dan Dampak Berkelanjutan

Angkat Tema Intelligence Innovation, Konferensi APQO 2026 di Bali Dorong Daya Saing Global dan Dampak Berkelanjutan

Angkat Tema Intelligence Innovation, Konferensi APQO 2026 di Bali Dorong Daya Saing Global dan Dampak Berkelanjutan/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Organisasi manajemen mutu dan produktivitas tingkat internasional, Asia Pacific Quality Organization (APQO), kembali menggelar forum tahunan 31st APQO International Conference (APQO-IC) 2026 di Prime Plaza, Sanur, Bali, pada 26–29 Oktober 2026. Mengusung tema “Intelligence Innovation for Sustainable Impact“, ajang ini berfokus mendorong peningkatan daya saing organisasi global melalui penerapan inovasi berbasis kecerdasan (intelligence innovation).

Dalam perhelatan ke-31 ini, Indonesia Quality and Productivity Management Association (IQPMA) kembali dipercaya untuk ketiga kalinya sebagai tuan rumah, berkolaborasi dengan Wahana Kendali Mutu (WKM). Forum bertaraf internasional ini diikuti sekitar 550 delegasi dari 14 negara anggota inti APQO dan mitra global.

Ketua Penyelenggara 31st APQO-IC 2026, Ir. Budihartono, M.Sc., menjelaskan bahwa tema tahun ini menekankan pentingnya integrasi inovasi mutakhir dan sistem manajemen modern agar mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi industri maupun masyarakat.

“Melalui berbagai kegiatan, mulai dari Keynote Speaker, Special Lecture, Best Practice Sharing Session, Kompetisi ACE (Award Contributing to Excellence) Team, hingga penganugerahan GPEA, AIC, AIBP, dan AIIA, peserta tidak hanya memperoleh wawasan dan pengakuan, tetapi juga kesempatan membangun jejaring dan kolaborasi internasional,” ujar Budihartono.

Budihartono menegaskan, luaran utama dari konferensi ini adalah terdorongnya transformasi mutu di setiap organisasi peserta. “Kami berharap berbagai praktik terbaik dan inovasi yang dipresentasikan dapat menginspirasi, direplikasi, serta dikembangkan untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan dampak berkelanjutan bagi organisasi,” tambahnya.

Mendukung hal tersebut, Presiden IQPMA, Sunarso, S.E., M.M., menilai penguatan daya saing global sangat krusial bagi dunia usaha dalam menghadapi dinamika ekonomi dunia saat ini. Konferensi ini menjadi panggung strategis bagi para pemimpin industri untuk memperbarui arah kebijakan manajemen mutu mereka.

“Konferensi ini membuka wawasan baru bagi pimpinan dan manajemen perusahaan dalam menyikapi penerapan Sistem Manajemen beserta perkembangannya di Asia-Pasifik. Selain itu, ajang ini membuka potensi kerja sama internasional dan pertukaran pengalaman untuk meningkatkan produktivitas,” terang Sunarso.

Di samping nilai strategis dalam meningkatkan daya saing industri, Sunarso menambahkan bahwa pelaksanaan konferensi internasional secara langsung di Bali ini turut memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi ekosistem lokal.

“Dengan jumlah peserta resmi sekitar 550 orang ditambah tim pendukung, kegiatan ini turut meningkatkan okupansi kamar hotel, persewaan kendaraan, dan UMKM kuliner. Para peserta juga dijadwalkan mengikuti program kunjungan wisata ke beberapa destinasi di Bali yang diharapkan dapat menggerakkan ekonomi lokal melalui pembelian suvenir dan kerajinan khas Bali,” ungkap Sunarso.

Sementara itu, Ketua Bidang Luar Negeri IQPMA sekaligus VP Administrasi APQO, Damayanti, S.E., M.M., menyebutkan bahwa antusiasme peserta global terlihat dari luasnya cakupan keterwakilan negara dalam konferensi ini.

“Konferensi tahun ini dihadiri delegasi dari 14 negara, di antaranya Indonesia, Thailand, Malaysia, Selandia Baru, Fiji, Sri Lanka, Australia, India, Filipina, Rusia, Amerika Serikat, Singapura, dan Tiongkok,” kata Damayanti.

Sebagai wadah adu inovasi dan best practices, forum ini menghadirkan agenda padat sejak hari pertama melalui sesi Keynote Speaker dan Special Lecture, disusul sesi presentasi paralel dari 13 pembicara Best Practice Sharing Session hingga hari kedua.

Unjuk gigi inovasi juga berlangsung pada kompetisi persentasi ACE Team yang diikuti oleh 95 tim yang terbagi ke dalam lima kelompok (stream) besar, serta pameran presentasi APQO International Best Practice (AIBP) dari 9 pemenang Global Performance Excellence Award (GPEA). Sebelum penutupan, seluruh tim ACE diapresiasi melalui Star Award (One Star hingga Four Stars).

Rangkaian acara ditutup dengan penganugerahan penghargaan berprestasi tingkat dunia, meliputi Global Performance Excellence Award (GPEA), APQO Innovation Class (AIC), APQO International Best Practice (AIBP), APQO International Individual Award (AIIA), serta Special Award bagi tim ACE.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026