05/11/2026

Badung Ecology Art Space 2026, Suarakan Pesan Lingkungan Lewat Seni Tari

Badung Ecology Art Space 2026, Suarakan Pesan Lingkungan Lewat Seni Tari

Badung Ecology Art Space 2026, Suarakan Pesan Lingkungan Lewat Seni Tari/ balikonten

MANGUPURA, BALIKONTEN.COM – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Katalis Kreatif Seni Budaya menggelar Badung Ecology Art Space 2026 di kawasan Pura Lingga Bhuana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Rabu (29/4). Ajang ini mengintegrasikan seni tari dengan kampanye ekologis sebagai upaya nyata merawat bumi melalui kreativitas.

Acara yang bertepatan dengan momentum Hari Bumi dan Hari Tari Sedunia ini dihadiri langsung Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua TP PKK Badung Ny.Rasniathi Adi Arnawa, serta Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti.

Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan dukungan kuat terhadap pengembangan seni berbasis lingkungan di Kabupaten Badung.

Ketua Pelaksana, Kadek Karunia Arta, menjelaskan bahwa kegiatan dibagi dalam tiga rangkaian utama, diantaranya Workshop Kepenarian, Seminar Seni Ecology, dan puncaknya yakni Pertunjukan 8 karya seni dengan pendekatan site-specific art, di mana pementasan dilakukan di ruang terbuka tanpa panggung konvensional guna menyatu dengan alam.

Kadek Karunia Arta menjelaskan, pemilihan ruang terbuka bertujuan membuktikan bahwa seni dapat hidup berdampingan dengan lingkungan tanpa batas ruang.

“Kami ingin membuktikan bahwa seni tidak harus selalu di panggung konvensional, tetapi bisa hidup di ruang publik dan lingkungan,” ujarnya.

Selain menggunakan panggung konvensional, kegiatan ini menghadirkan karya dari seniman regional, nasional hingga internasional. Bahkan, tari condong ditampilkan oleh penari mancanegara dari India, Brasil, hingga Kazakhstan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Katalis Kreatif Seni Budaya Kabupaten Badung, I Gusti Darma Putra, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari inisiatif seniman muda yang ingin menggabungkan kreativitas dengan kepedulian lingkungan.

Kegiatan yang telah dimulai sejak 26 April 2026 ini melibatkan sedikitnya 500 hingga 600 seniman dari seluruh kecamatan di Kabupaten Badung, mulai dari Petang hingga Kuta Selatan.

“Momentum Hari Bumi dan Hari Tari Sedunia kami jadikan ruang kampanye bahwa seni bisa menjadi medium untuk menyuarakan isu ekologi,” ujarnya.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para seniman muda yang tergabung dalam Katalis Kreatif Seni Budaya.

Ia berharap kegiatan ini menjadi wadah pemersatu bagi para seniman di Badung agar tetap solid dalam menyuarakan isu-isu sosial dan lingkungan.

“Saya melihat ini sebagai kekuatan besar. Jangan sampai seniman kita terpecah-pecah. Harus ada wadah yang menyatukan, mengayomi, dan memberi ruang,” tegasnya.

Ia juga menilai konsep pertunjukan berbasis alam sebagai langkah kreatif yang menunjukkan bahwa seni tidak memiliki batas ruang.

“Kreativitas tidak harus bergantung pada panggung megah. Di alam terbuka pun bisa menghadirkan karya luar biasa. Ini adalah kekuatan besar untuk menjaga adat, budaya, sekaligus lingkungan kita,” tegas Bupati Adi Arnawa.

Selain sebagai ajang unjuk kreativitas, Badung Ecology Art Space diharapkan menjadi gerakan kolektif untuk meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat melalui pendekatan seni budaya yang inklusif.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026