Bupati Adi Arnawa Optimistis Kehadiran Trem Bandara-Canggu Kembali Bangkitkan Pesona Kuta

Bupati Adi Arnawa Optimistis Kehadiran Trem Bandara-Canggu Kembali Bangkitkan Pesona Kuta/ balikonten
MANGUPURA, BALIKONTEN.COM – Bupati Badung Wayan Adi Arnawa optimistis proyek trem rute Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu tidak hanya mengurai kemacetan lalu lintas, tetapi juga menjadi daya tarik baru yang mampu mengembalikan kejayaan kawasan Kuta sebagai ikon pariwisata. Hal Tersebut diungkapkan Bupati Adi Arnawa, usai menghadiri Rapat Paripurna Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026-2027 di Ruang Sidang Utama Gosana Kantor DPRD Badung, Kamis (3/9/2026).
Bupati Adi Arnawa menegaskan, penataan akses transportasi publik modern ini dinilai akan meningkatkan kenyamanan para wisatawan saat berlibur di sepanjang koridor Bali Selatan.
“Dari segi tujuan, ini sangat bagus. Pembangunan trem otomatis akan meningkatkan kapasitas infrastruktur dan berdampak pada penurunan tingkat kemacetan. Ini juga menjadi daya tarik baru, sehingga orang yang menuju Canggu merasa nyaman, termasuk mengembalikan Kuta sebagai ikon pariwisata kita agar orang semakin tertarik dan nyaman berlibur di Kuta,” ujarnya.
Bupati Adi Arnawa memaparkan, langkah ini diambil sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten dalam merespons keluhan serta harapan masyarakat terkait kekroditan akses menuju kawasan pariwisata Canggu dansekitarnya. Volume kendaraan saat ini sudah tidak sebanding dengan kapasitas ruas jalan yang ada. Tingginya animo wisatawan yang berkunjung ke destinasi pariwisata seperti Canggu memicu kemacetan parah, sehingga memerlukan langkah nyata dari pemerintah.
“Berbagai upaya kita lakukan memang untuk mengatasi kekroditan akses menuju Canggu. Kalau kita lihat, ruas jalan yang kita miliki dengan jumlah kendaraan memang sudah tidak sebanding lagi. Ternyata pemerintah pusat bersambut dengan kita dan membuat kebijakan bahwa untuk mengatasi kemacetan dari bandara menuju Canggu dibuatlah jalur baru dengan memanfaatkan trem,” ujar Wayan Adi Arnawa.
Berdasarkan lini masa (timeline) dari Direktur PT. KAI, peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek direncanakan mulai berjalan pada tahun 2026 ini.
“Berdasarkan timeline yang disampaikan oleh PT. KAI bahwa ternyata mulai tahun 2026 ini sudah groundbreaking. Kalau tidak ada halangan, tahun 2028 sudah running. Tentu kita kedepannya akan ada sosialisasi, konsultasi dengan pihak-pihak terkait terutama berkait dengan program tram ini,” tambahnya.
Proyek perkeretaapian sepanjang 13,1 kilometer ini dirancang di bawah inisiatif Bali Low Emission Zone Initiative (BLEZI). Pembangunan direncanakan dalam dua tahap. Fase 1A akan menghubungkan Bandara-Legian sepanjang 6,6 kilometer dengan target mulai beroperasi secara komersial pada kuartal IV 2028. Selanjutnya, Fase 1B menghubungkan Legian-Seminyak-Canggu sepanjang 6,5 kilometer. Jalur ini ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I 2031.
***
