05/11/2026

Baik untuk Mencari Burung, Cek Ala Ayuning Dewasa Senin, 8 Juni 2026

dewasa ayu kalender bali daftar rainan 2025

ilustrasi Kaleder Bali/ Balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Sistem penanggalan Bali atau wariga memberikan panduan detail mengenai hari baik dan hari buruk (ala ayuning dewasa) untuk memulai suatu aktivitas. Pada Senin, 8 Juni 2026, terdapat perpaduan energi kosmis yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari upacara keagamaan, pembangunan fisik, hingga aktivitas pertanian dan peternakan.

Bagi umat Hindu di Bali yang ingin menyusun rencana, berikut adalah ulasan lengkap mengenai watak hari ini agar aktivitas Anda berjalan lancar dan harmonis.

Dewasa Baik (Ayu) untuk Ritual dan Pekerjaan Fisik

Hari ini membawa energi positif yang sangat spesifik untuk beberapa kegiatan ritual Hindu (yadnya) serta aktivitas pembangunan tertentu.

  • Pemujaan Leluhur dan Dewa Yadnya: Melalui pengaruh Amerta Dadi, hari ini menjadi momen yang sangat baik untuk melaksanakan upacara Dewa Yadnya serta melakukan pemujaan ke hadapan para leluhur. Selain itu, Sri Murti menandakan waktu yang ideal untuk mempersembahkan yadnya secara khusus kepada Dewi Sri di lumbung padi sebagai wujud syukur atas kesuburan dan pangan.
  • Pembangunan Fasilitas Air: Pengaruh Banyu Urug memberikan energi yang baik jika Anda berencana membuat bendungan atau waduk penampungan air.
  • Pembuatan Alat dan Benteng: Melalui Kala Dangastra, Anda disarankan untuk mulai membangun tembok pekarangan rumah atau membuat alat penangkap ikan. Sementara itu, pengaruh Kala Ngruda sangat mendukung perajin yang ingin membuat taji, keris, ranjau (sungga), maupun bambu runcing (gelanggang). Hari ini juga waktu yang tepat untuk menyusun rencana besar.
  • Aktivitas Alam: Kala Buingrau memberi lampu hijau bagi Anda yang ingin menebang kayu untuk keperluan tertentu, membuat bubu (jebakan ikan), serta memuja pitra. Bagi yang gemar memikat burung, pengaruh Sri Tumpuk membawa keberuntungan untuk aktivitas tersebut.

Dewasa Buruk (Ala) yang Wajib Diwaspadai

Di sisi lain, terdapat sejumlah pantangan besar (larangan) pada 8 Juni 2026 yang sebaiknya dihindari agar tidak mendatangkan rintangan atau petaka.

  • Pantangan Upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya: Energi Salah Wadi, Carik Walangati, dan Kaleburau berkumpul secara bersamaan hari ini. Hal ini menandakan larangan keras untuk menggelar upacara pernikahan (wiwaha), potong gigi (mapendes), potong rambut, hingga upacara kematian seperti penguburan, atiwa-tiwa atau ngaben, nyekah, dan ngasti. Melanggar pantangan ini dipercaya dapat mendatangkan hambatan besar atau penyakit keras.
  • Pantangan Konstruksi Rumah: Hindari membangun atau memasang atap rumah hari ini karena mendapat pengaruh buruk dari Kala Buingrau dan Carik Walangati. Kala Dangastra juga menegaskan bahwa hari ini buruk untuk memulai pekerjaan-pekerjaan yang sangat penting.
  • Energi Buas dan Negatif: Kehadiran Kala Siyung membawa pengaruh yang sangat buas, sehingga Anda harus ekstra waspada dalam bertindak. Ditambah lagi, Panca Prawani menegaskan bahwa hari ini secara umum tidak baik digunakan sebagai dewasa ayu (hari baik) untuk memulai hal baru. Kala Ngruda juga mengingatkan adanya potensi godaan atau halangan berupa sakit keras jika Anda nekat menggelar yadnya dalam skala besar.
  • Larangan Membuat Sumur: Meskipun baik untuk bendungan, Banyu Urug melarang keras pembuatan sumur pada hari ini.

Kondisi Berdasarkan Pararasan dan Pratiti

Karakteristik hari ini secara makro dapat dilihat dari unsur-unsur berikut:

  • Pararasan (Laku Angin): Karakter hari mengalir seperti angin, dinamis, namun kadang sulit ditebak.
  • Pancasuda (Tunggak Semi): Membawa rezeki yang selalu ada, jika habis akan mudah tumbuh atau kembali lagi.
  • Ekajalaresi (Tininggalin Suka): Menandakan adanya potensi kehilangan kebahagiaan atau momen yang menuntut prihatin.
  • Pratiti (Jaramerana): Siklus yang mengingatkan pada masa tua, kelayuan, dan perubahan alami, sehingga memerlukan sifat mawas diri yang tinggi.

Pada 8 Juni 2026, fokuskan energi Anda untuk melakukan pemujaan leluhur, berterima kasih pada Dewi Sri, melakukan perencanaan matang, atau membuat infrastruktur air seperti bendungan.

Sebaliknya, tunda dahulu semua agenda besar terkait pernikahan, upacara penguburan/ngaben, serta pembangunan rumah tinggal demi keselamatan dan kelancaran bersama.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026