03/11/2026

Baik untuk Menebang Kayu, Ini Dewasa Ayu Selasa, 20 Mei 2026

kalender bali disebut dengan kalender saka dan pergantian tahun kalender saka bali pada sasih kesanga di bulan maret

Ilustrasi gambar kalender Bali oleh team Bali Konten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Pemilihan hari baik atau ala ayuning dewasa tetap menjadi panduan spiritual dan praktis yang sangat melekat dalam kehidupan masyarakat Bali. Berdasarkan perhitungan penanggalan tradisional untuk hari Rabu, 20 Mei 2026, terdapat kombinasi energi alam yang membawa dampak spesifik bagi berbagai aktivitas ritual, pembangunan, hingga kegiatan rumah tangga.

Bagi Anda yang sedang merencanakan agenda besar, berikut adalah rincian lengkap nilai baik dan buruk (dewasa) yang berlaku hari ini.

Aktivitas Ritual dan Upacara Manusa Yadnya

Hari ini membawa energi yang sangat spesifik untuk pelaksanaan upacara adat dan ritual keagamaan.

  • Cintamanik: Menjadi momen yang sangat baik untuk melaksanakan upacara potong rambut (potong rambut atau mapetik). Energi hari ini mendukung kelancaran ritual pembersihan diri tersebut.
  • Carik Walangati & Rangda Tiga: Masyarakat sangat disarankan untuk menghindari pelaksanaan upacara pernikahan (wiwaha atau pawiwahan). Selain itu, hari ini juga tidak baik untuk menggelar upacara kematian atau pengabuan (atiwa-tiwa/ngaben).
  • Lebur Awu & Panca Prawani: Pertemuan penting maupun upacara sakral sebaiknya ditunda, karena Panca Prawani tidak baik digunakan sebagai dewasa ayu (hari baik). Lebur Awu juga menegaskan larangan untuk mengadakan ritual pernikahan dan pertemuan besar.

Konstruksi, Bangunan, dan Tata Ruang

Bagi yang berencana mendirikan bangunan atau melakukan renovasi fisik, kondisi dewasa hari ini menunjukkan hasil yang bervariasi.

  • Dauh Ayu: Memberikan ruang yang sangat baik bagi Anda yang ingin memulai proses pembangunan fisik.
  • Geni Rawana & Gni Rawana Rangkep: Kedua elemen ini membawa pengaruh kuat dari unsur api. Hari ini sangat baik untuk segala pekerjaan yang memanfaatkan api. Namun, Anda harus menghindari aktivitas mengatapi rumah atau melaksanakan upacara penyucian bangunan (melaspas). Gni Rawana Rangkep secara tegas melarang dimulainya proses pembangunan fisik.
  • Kala Buingrau & Lebur Awu: Kedua aspek ini membawa pantangan keras untuk membangun maupun mengatapi rumah. Meskiput demikian, Lebur Awu memberikan pengecualian positif, di mana hari ini justru sangat baik untuk membangun sistem irigasi atau pengairan.

Pertanian, Peternakan, dan Pengelolaan Lahan

Sektor agraris dan interaksi dengan alam terbuka mendapatkan pengaruh yang cukup berimbang hari ini.

  • Pepedan: Para petani mendapat lampu hijau untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, hindari membuat peralatan kerja yang berbahan dasar besi pada hari ini.
  • Kala Upa: Momen yang sangat ideal bagi para peternak untuk mulai mengambil, membeli, atau memelihara hewan ternak (wewalungan).
  • Geni Rawana: Petani sebaiknya menunda aktivitas bercocok tanam karena energi hari ini kurang mendukung pertumbuhan tanaman.
  • Kala Buingrau: Hari yang tepat untuk menebang kayu untuk berbagai keperluan.

Sektor Kelautan, Berburu, dan Hubungan Sosial

Aktivitas luar ruangan dan interaksi sosial harian juga diatur oleh beberapa indikator penting.

  • Kala Katemu: Menjadi hari yang sangat produktif untuk menangkap ikan, berburu, memikat burung (mapikat), serta memasang jerat atau kungkungan. Hari ini juga sangat baik untuk mengadakan pertemuan atau rapat penting.
  • Kala Sarang: Indikator ini membawa sifat boros atau terapas. Masyarakat diimbau untuk menahan diri dan tidak melakukan aktivitas berbelanja yang tidak mendesak.

Karakteristik Berdasarkan Pararasan dan Pratiti

Secara makrokosmos, hari Rabu ini dipengaruhi oleh beberapa elemen penentu watak dan nasib, antara lain:

  • Pararasan (Laku Air): Mengalirkan energi yang menenangkan, fleksibel, namun menghanyutkan jika tidak dikelola dengan bijak.
  • Pancasuda (Wisesa Segara): Menggambarkan keluasan hati, rezeki yang lapang, dan pengaruh yang kuat layaknya lautan.
  • Ekajalaresi (Langgeng Kayowanan): Membawa berkah berupa aura awet muda, kesehatan, dan keharmonisan yang bertahan lama.
  • Pratiti (Nama rupa): Menunjukkan fokus pada perwujudan fisik, identitas, dan kesadaran terhadap bentuk.

Memahami ala ayuning dewasa membantu kita menyelaraskan tindakan dengan ritme alam semesta demi kelancaran dan keselamatan setiap usaha yang kita lakukan.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026