05/11/2026

Dewasa Ayu Melaksanakan Pitra Yadnya Selama Bulan Oktober 2026

Jenis Petulangan Berdasarkan Kasta

Jenis Petulangan Berdasarkan Kasta yang ditemukan dalam upacara pengabenan/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Pitra Yadnya merupakan sebuah korban suci atau persembahan yang tulus iklas dan ditujukan untuk orang tua atas rasa hormat.

Ada dua jenis Pitra Yadnya yakni ketika orang tua masih hidup seperti kasih sayang hingga membuat orang tua bahagia dan setelah meninggal dunia berupa tahap awal hingga prosesi ngaben.

Dewasa Manusa Yadnya Oktober 2026: Memilih Hari Baik dan Menghindari Kala

Menentukan hari suci dalam tradisi Hindu Bali memerlukan ketelitian tinggi agar pelaksanaan upacara selaras dengan hukum alam. Sepanjang bulan Oktober 2026, perhitungan wariga memuat berbagai ketentuan penting mengenai hari-hari yang mendukung maupun yang harus dihindari dalam melaksanakan ritual keagamaan.

Pemahaman yang mendalam mengenai sistem penanggalan ini membantu masyarakat mengambil keputusan tepat sebelum melangkah pada suatu upacara.

Rincian Hari Baik (Dewasa Ayu) untuk Upacara

Kalender wariga pada Oktober 2026 mencatat beberapa kategori hari yang memancarkan energi positif untuk pelaksanaan yadnya maupun pembangunan fisik.

  • Amerta Dewa: Tanggal 1, 13, dan 15 Oktober 2026 sangat mendukung pelaksanaan Panca Yadnya khususnya Dewa Yadnya, mendirikan tempat suci, serta membangun lumbung atau dapur.
  • Catur Laba: Tanggal 11, 17, 19, dan 28 Oktober 2026 sangat baik untuk melakukan perjalanan ke arah utara serta melangsungkan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya.
  • Ayu Nulus, Dewasa Mentas, Siwa Sampurna, dan Subacara: Tanggal 15 Oktober 2026 menghadirkan momentum istimewa. Hari-hari ini sangat baik untuk memulai segala pekerjaan, upacara pembersihan, memberikan petunjuk atau nasehat yang berguna, membangun berbagai macam bangunan, menyusun program kerja, hingga menetapkan peraturan.
  • Dewa Stata: Tanggal 19 Oktober 2026 memberikan restu khusus untuk pelaksanaan Panca Yadnya dan Dewa Yadnya.
  • Subacara: Tanggal 25 Oktober 2026 kembali hadir membawa energi positif untuk merumuskan rencana, mengangkat petugas, dan memulai proses belajar.

Daftar Hari yang Harus Dihindari

Selain hari baik, perhitungan wariga juga memetakan hari-hari yang membawa pengaruh kurang menguntungkan atau rawan hambatan. Masyarakat perlu menghindari pelaksanaan karya suci pada tanggal-tanggal berikut:

  • Pangaruh Buruk Awal Bulan: Tanggal 3 Oktober 2026 diwarnai Amerta Papageran yang membawa potensi sakit-sakitan, serta Kaleburau yang melarang pelaksanaan yadnya maupun atiwa-tiwa.
  • Kala Sungsang dan Salah Wadi: Tanggal 4 hingga 10 Oktober 2026 didominasi oleh unsur Kala Sungsang yang kontras dan Salah Wadi. Periode ini secara tegas tidak direkomendasikan untuk segala jenis Manusa Yadnya seperti wiwaha, mapendes, dan potong rambut, maupun Pitra Yadnya seperti penguburan dan ngaben.
  • Kala Mretyu dan Kala Pati: Tanggal 6 Oktober 2026 memuat energi berat yang hanya sesuai untuk membuat jerat atau senjata, namun sangat buruk bagi segala jenis upacara.
  • Geheng Manyinget dan Pamacekan: Tanggal 12, 15, 20, 25, dan 31 Oktober 2026 mencakup hari-hari di mana aktivitas pertanian seperti menggarap sawah diizinkan, tetapi upacara yadnya harus ditiadakan karena tingginya potensi gangguan.
  • Kala Ngruda dan Kala Jengking: Tanggal 18 Oktober memuat Kala Ngruda yang rentan mendatangkan sakit keras jika memaksakan yadnya besar, sementara tanggal 22 Oktober melalui Kala Jengking melarang keras pelaksanaan Manusa Yadnya dan pernikahan.

Memahami Sistem Prioritas Alahing Dewasa

Ketepatan dalam memilih waktu tidak hanya bergantung pada jenis wewaran semata. Panduan wariga mewajibkan perhitungan hierarki yang disebut Alahing Dewasa.

Aturan dasarnya menetapkan bahwa Wewaran (nilai 4) dikalahkan oleh Wuku (nilai 3), Wuku dikalahkan oleh Penanggal Pangelong (nilai 2), dan Penanggal Pangelong dikalahkan oleh Sasih (nilai 1). Semakin kecil angka nilai alahing dewasa, semakin tinggi tingkat prioritasnya dalam menentukan keputusan akhir suatu upacara.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026