Dinsos P3A Bali Soroti Bullying di Sekolah, Orang Tua Diminta Lebih Peka
Dinsos P3A Bali Soroti Bullying di Sekolah, Orang Tua Diminta Lebih Peka/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Bullying bukan sekadar candaan. Kekerasan verbal yang terjadi di lingkungan sekolah dapat berdampak pada kondisi psikis anak dan menjadi perhatian serius Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali.
Kepala Dinsos P3A Provinsi Bali, dr. Anak Agung Sagung Mas Dwipayani, M.Kes., mengatakan kekerasan psikis, termasuk bullying, menjadi salah satu persoalan yang perlu dicegah melalui edukasi dan pengawasan bersama.
“Bullying itu merupakan salah satu bentuk kekerasan secara verbal,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).
Untuk memperkuat pencegahan, Dinsos P3A Bali bersinergi dengan Dinas Pendidikan, pemerintah kabupaten/kota, serta Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD). Sosialisasi juga akan menyasar guru hingga orang tua agar semakin memahami bentuk kekerasan psikis dan mampu mengenali tanda-tandanya sejak dini.
Dwipayani menegaskan, pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat dan media untuk memperluas edukasi serta mendorong keberanian korban melapor.
Ia menilai meningkatnya laporan kekerasan tidak serta-merta menunjukkan kasus bertambah, tetapi juga dapat mencerminkan korban yang mulai berani bersuara.
“Kalau ada kekerasan, laporkan dulu ke guru, guru BK, atau orang tua. Bisa juga langsung ke UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak atau melalui SAPA 129,” tegasnya.
Menurutnya, pencegahan harus dilakukan bersama, tidak hanya terhadap bullying, tetapi juga kekerasan fisik, seksual, dan berbagai bentuk kekerasan lainnya terhadap anak maupun perempuan.
***
