22/01/2026

Ekonomi Bali dan UMKM Jadi Fokus Utama Seminar Nasional Indonesia Economic Outlook 2026

Ekonomi Bali dan UMKM Jadi Fokus Utama Seminar Nasional Indonesia Economic Outlook 2026

Ekonomi Bali dan UMKM Jadi Fokus Utama Seminar Nasional Indonesia Economic Outlook 2026/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pemulihan ekonomi Bali pasca-pandemi Covid-19 menjadi sorotan utama dalam Seminar Nasional Indonesia Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan oleh Bank BPR Kanti dan Jaringan BPR Nusantara.

Acara yang bertajuk “Penguatan Peran Lembaga Keuangan dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional” ini digelar pada Senin, 8 Desember 2025, di Pusat Diklat BPR Kanti di Batubulan.


Seminar ini menggarisbawahi pentingnya peran Lembaga Keuangan Kecil (LKK) seperti BPR dalam menggerakkan perekonomian rakyat. Direktur Utama PT BPR Kanti, Made Arya Amitaba, S.E., MM., menjelaskan bahwa kunci pemulihan ekonomi adalah dengan menggerakkan sektor UMKM. Sektor UMKM erat kaitannya dengan LKK, termasuk BPR, sehingga membutuhkan dukungan kuat dari sisi permodalan dan regulasi.


Relaksasi Kebijakan dan Penguatan BPR


Menyikapi tantangan ekonomi, terutama di tengah kondisi pasca-pandemi yang belum sepenuhnya pulih, Made Arya Amitaba menyarankan agar alokasi dana dari Kementerian Keuangan difokuskan untuk memperkuat LKK.

“Seharusnya dana dari Menteri Keuangan adalah bagaimana memperkuat Lembaga Keuangan Kecil, ada BPR di situ,” tegas Bapak Amitaba.

Ia juga menyoroti perlunya relaksasi kebijakan terkait kerja sama (linkage) antara Bank Umum (Himbara) dengan BPR. Regulasi perlu dipermudah, tidak dalam konteks regulasi yang sama seperti masa normal pra-Covid, terutama yang terkait dengan rasio kredit macet (Non-Performing Loan/NPL). Relaksasi ini penting mengingat kondisi saat ini masih tergolong abnormal. Tujuannya adalah agar perekonomian rakyat dapat segera bergerak.


Prioritas Khusus untuk Pemulihan Ekonomi Bali


Secara khusus, kondisi ekonomi Bali yang belum pulih sepenuhnya pasca-Covid-19 menjadi perhatian serius.

  • Made Arya Amitaba menyatakan bahwa idealnya relaksasi di Bali diperpanjang hingga 2028.
  • Perpanjangan ini diharapkan memberikan ruang dan waktu bagi pelaku ekonomi untuk bernapas dan mengembalikan kondisi menjadi lebih baik.
  • Perhatian bersama dari sisi regulasi dan pemerintah diperlukan agar LKK sebagai penggerak ekonomi kecil di Bali dapat lebih dipertimbangkan.

Meskipun terdapat tantangan termasuk bencana alam, Bapak Amitaba mengajak para pelaku ekonomi untuk tetap menjaga optimisme agar pertumbuhan ekonomi tetap terjadi di tahun 2026.

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE