Gede Kusuma Putra Usul Gerakan ‘Bapak Asuh’ Warga Miskin dan Target Zero RTLH 2029 di Bali
Gede Kusuma Putra (kiri)/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Persoalan pengentasan kemiskinan dan pelestarian budaya menjadi poin krusial dalam agenda Rapat Paripurna ke-53 DPRD Provinsi Bali yang berlangsung di Gedung DPRD Bali, Jumat (25/9/2026).
Anggota DPRD Bali Dapil Buleleng, Drs. Gede Kusuma Putra, mengungkapkan bahwa angka kemiskinan Bali yang berada di kisaran 3,42% setara dengan 150.000 jiwa penduduk miskin. Untuk mengatasi hal ini, ia mengusulkan gerakan gotong royong lintas pejabat daerah.
“Masyarakat Bali yang mampu dan sangat mampu jauh lebih banyak. Saya mendorong Gubernur, pejabat Eselon II, hingga Anggota Dewan untuk membuat gerakan bersama menjadi ‘Bapak/Ibu Asuh’ bagi keluarga miskin. Kalau kita gotong royong angkat anak asuh, masalah kemiskinan di Bali bisa tuntas. Selain itu, Pemprov Bali harus memasang target zero rumah tidak layak huni pada tahun 2029,” papar Kusuma Putra.
Ia juga mendesak pengawasan ketat terhadap pelaksanaan Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali karena masih maraknya pelanggaran di lapangan.
Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi perhatian dewan terhadap isu-isu sosial dan budaya tersebut. Koster menegaskan komitmennya untuk mengawal pengawasan dan arahan dari dewan agar seluruh kebijakan APBD memberikan dampak nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali.
***

