22/01/2026

Gubernur Koster Dorong Penguatan Produk Asli Bali Lewat Koperasi

Gubernur Koster Dorong Penguatan Produk Asli Bali

Gubernur Koster Dorong Penguatan Produk Asli Bali/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Koperasi Bina Usaha Kerthi Bali di Jayasabha, Denpasar, Jumat (16/1). Pertemuan tersebut membahas penguatan koperasi multipihak yang menghimpun koperasi-koperasi eksisting di Bali sekaligus mempertegas arah pembangunan ekonomi daerah berbasis kearifan lokal.

Dalam audiensi itu, Gubernur Koster menekankan peran strategis koperasi sebagai penggerak ekonomi Bali. Ia mendorong koperasi agar fokus mengembangkan produk asli Bali dengan identitas dan branding yang kuat. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan konsep Ekonomi Kerthi Bali, yaitu sistem ekonomi yang berpihak pada masyarakat, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai budaya Bali.

“Koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi Bali dengan mengoptimalkan potensi lokal. Produk pertanian, peternakan, dan seluruh turunannya perlu dijadikan kekuatan utama,” ujar Gubernur Koster.

Gubernur juga menegaskan pentingnya sektor pertanian dan peternakan sebagai pilar ketahanan pangan sekaligus penguat ekonomi daerah. Ia menilai Bali memiliki banyak pelaku UMKM pangan yang meskipun berskala kecil, jumlahnya besar dan memiliki kualitas produk yang kompetitif untuk dikembangkan secara serius.

“UMKM pangan di Bali jumlahnya banyak. Jika ditata dengan baik, potensinya sangat besar untuk menembus pasar nasional,” katanya.

Sektor peternakan babi menjadi salah satu perhatian utama. Bali dinilai memiliki sumber daya manusia peternak babi yang berpengalaman dan unggul. Dengan pengelolaan yang lebih terencana dan intensif, sektor ini berpeluang memperkuat posisi Bali dalam pasar babi nasional.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Provinsi Bali akan memperkuat regulasi dan infrastruktur, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Pengembangan peternakan babi dirancang melalui dua pendekatan, yaitu pemurnian dan penguatan plasma nutfah babi lokal Bali di lokasi tertentu, serta pengembangan babi ras untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

Selain peternakan, penguatan ekonomi juga diarahkan pada komoditas pertanian unggulan. Salah satunya padi Sudaji yang berdasarkan hasil riset memiliki masa panen sekitar 105 hari dengan produktivitas yang menjanjikan per hektare. Komoditas ini dinilai potensial untuk mendukung kemandirian pangan Bali.

Gubernur Koster menegaskan seluruh upaya tersebut bertujuan membangun ekosistem Ekonomi Kerthi Bali yang berkeadilan dan berkelanjutan. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga agar pertumbuhan ekonomi Bali tetap berpihak pada rakyat melalui penguatan koperasi, nilai kebersamaan, dan potensi lokal.

“Kita membangun ekonomi Bali agar tumbuh kuat dengan tetap berakar pada nilai lokal, koperasi, dan semangat kebersamaan,” tutupnya.

***

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE