22/01/2026

Hari Baik Membangun Tembok Pekarangan di Oktober 2025: Panduan Berdasarkan Tradisi Bali

dewasa ayu membangun tembok penyengker

ilustrasi seorang berjalan disebelah tembok/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, tradisi Bali tetap menjadi pegangan bagi banyak masyarakat dalam menentukan waktu terbaik untuk berbagai aktivitas, termasuk membangun tembok pekarangan atau penyengker.

Oktober 2025 menawarkan beberapa hari baik yang dianggap ideal untuk memulai pembangunan tembok, pagar, atau penyengker sesuai kalender Bali. Berikut panduan lengkap berdasarkan ala-ayuning dewasa, hari baik yang dihitung berdasarkan perpaduan kosmologi dan nilai spiritual Bali.

3 Oktober 2025: Kala Dangastra, Momentum Memulai Tembok Pekarangan

Tanggal 3 Oktober 2025 bertepatan dengan Kala Dangastra, hari yang diyakini membawa energi positif untuk memulai proyek pembangunan tembok pekarangan. Hari ini juga mendukung aktivitas seperti pembuatan alat penangkap ikan, yang menunjukkan keseimbangan antara kerja keras dan harmoni dengan alam. Namun, tradisi menyarankan untuk menghindari memulai pekerjaan penting berskala besar atau menggelar upacara adat (gawe ayu) pada hari ini. Bagi Anda yang berencana membangun tembok rumah atau penyengker untuk melindungi pekarangan, ini adalah waktu yang tepat untuk memulai fondasi atau merancang struktur.

23 Oktober 2025: Kala Pager, Waktu Ideal untuk Pagar dan Tembok

Pada 23 Oktober 2025, Kala Pager menjadi hari yang sangat direkomendasikan untuk membangun tembok, pagar, atau konstruksi serupa. Energi hari ini mendukung aktivitas yang berkaitan dengan perlindungan dan penguatan batas wilayah. Masyarakat Bali percaya bahwa tembok atau pagar yang dibangun pada hari ini akan kokoh dan membawa rasa aman bagi penghuni rumah. Namun, hari ini kurang cocok untuk bepergian jauh, sehingga fokus pada proyek lokal seperti pembangunan di pekarangan rumah akan lebih bijaksana.

25 Oktober 2025: Sarik Ketah, Hari untuk Memperkuat Batas

Dua hari setelah Kala Pager, tepatnya pada 25 Oktober 2025, Sarik Ketah menawarkan kesempatan lain untuk membangun tembok pagar. Hari ini dianggap mendukung upaya memperkuat batas pekarangan, baik secara fisik maupun simbolis. Dalam budaya Bali, tembok pekarangan bukan sekadar pembatas fisik, tetapi juga memiliki makna spiritual untuk menjaga keseimbangan antara dunia sekala (nyata) dan niskala (gaib). Memilih hari ini untuk memulai atau melanjutkan pembangunan tembok dapat memperkuat nilai estetika dan spiritual rumah Anda.

Makna Tembok Pekarangan dalam Budaya Bali

Tembok pekarangan atau penyengker dalam budaya Bali bukan hanya elemen arsitektur, tetapi juga simbol perlindungan dan harmoni. Penyengker mengelilingi rumah untuk menciptakan ruang suci yang terlindung dari gangguan luar. Pemilihan hari baik untuk membangunnya mencerminkan kearifan lokal dalam menyelaraskan aktivitas manusia dengan ritme alam dan kosmos. Dengan mematuhi ala-ayuning dewasa, masyarakat Bali percaya bahwa pembangunan akan berjalan lancar, kokoh, dan membawa keberkahan.

Tips Memulai Pembangunan Tembok Pekarangan

  1. Konsultasi dengan Pemangku Adat: Sebelum memulai, konsultasikan rencana Anda dengan pemangku atau tetua adat untuk memastikan kesesuaian dengan tradisi setempat.

  2. Pilih Material yang Tepat: Gunakan bahan yang kuat dan ramah lingkungan, seperti batu alam atau bata merah, yang selaras dengan estetika Bali.

  3. Rencanakan Desain: Pastikan desain tembok menyatu dengan arsitektur rumah dan lingkungan sekitar, memperhatikan nilai Tri Hita Karana (harmoni dengan Tuhan, manusia, dan alam).

  4. Persiapan Upacara: Siapkan sesaji sederhana untuk upacara awal pembangunan, sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan kekuatan gaib.

Mengapa Memilih Hari Baik?

Dalam tradisi Bali, memilih hari baik untuk membangun tembok pekarangan bukan sekadar kebiasaan, tetapi wujud penghormatan terhadap keseimbangan alam dan spiritual. Hari-hari seperti Kala Dangastra, Kala Pager, dan Sarik Ketah di Oktober 2025 memberikan peluang untuk memulai proyek dengan energi positif. Dengan perencanaan yang matang dan penghormatan terhadap tradisi, tembok pekarangan Anda tidak hanya akan berdiri kokoh, tetapi juga membawa harmoni bagi keluarga dan lingkungan.

Jadi, jika Anda berencana membangun tembok pekarangan atau penyengker di Oktober 2025, manfaatkan hari-hari baik ini. Dengan mengikuti panduan ala-ayuning dewasa, Anda tidak hanya membangun struktur fisik, tetapi juga memperkuat ikatan budaya dan spiritual yang telah diwariskan selama berabad-abad.

***

 

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE