IBTK 2026 Berlangsung Selama 21 Hari, Pemedek Disiapkan 20 Shuttle
Pura Besakih di Karangasem sebagai salah satu Pura Kahyangan Jagat di Bali/ Wikimedia Commons/ Balikonten
KARANGASEM, BALIKONTEN.COM – Pemerintah Daerah melalui Badan Pengelola Kawasan Suci Besakih dan Desa Adat Besakih mematangkan kesiapan fisik serta ritual menjelang upacara Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026. Upacara sakral yang berpusat di Pura Agung Besakih ini dijadwalkan berlangsung selama 21 hari, dengan puncak prosesi yang jatuh pada awal April 2026.
Rangkaian Ritual dan Puncak Karya
Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, mengonfirmasi bahwa tahapan awal upacara telah dimulai sejak awal Maret. Data lapangan menunjukkan konsistensi jadwal ritual guna memastikan kesucian kawasan sebelum puncak karya berlangsung.
“Pada Sabtu (7/3/2026), kami melaksanakan upacara ngaturang pemiyut, negtegang, ngunggahang sunari, serta pengrajeg dan pengemit karya,” papar Widiartha saat memberikan keterangan resmi, Minggu (8/3/2026).
Berdasarkan kalender adat, terdapat beberapa agenda krusial yang menjadi perhatian bagi umat Hindu yang akan melaksanakan persembahyangan:
- 15 Maret: Upacara Piuning Mider.
- 17 Maret: Ritual Mapepada lan Bumi Sudha serta Memben.
- 18 Maret: Pelaksanaan upacara Tawur Tabuh Gentuh.
Widiartha menegaskan bahwa struktur prosesi IBTK tahun ini tetap mempertahankan tradisi tahun sebelumnya tanpa perubahan signifikan. Fokus utama penyelenggara adalah menjaga kekhidmatan seluruh rangkaian hingga April mendatang.
Strategi Transportasi: 20 Unit Shuttle Gratis untuk Pemedek
Guna mengantisipasi lonjakan kunjungan dan kepadatan lalu lintas di area Pura Agung Besakih, Badan Pengelola Kawasan Suci Besakih menyiagakan 20 unit armada shuttle. Langkah ini diambil sebagai solusi teknis untuk menjamin kelancaran mobilitas warga yang hendak bersembahyang (tangkil).
Kepala Badan Pengelola, I Gusti Lanang Muliarta, merinci pembagian operasional armada yang terdiri dari teknologi listrik dan konvensional:
- Jalur Terminal Kedundung – Manik Mas: Sebanyak 10 unit shuttle non-listrik beroperasi penuh selama 24 jam. Jalur ini menjadi akses utama bagi masyarakat umum dari area parkir bawah.
- Jalur Manik Mas – Padma Bhuwana: Sebanyak 10 unit shuttle listrik beroperasi hingga pukul 22.00 WITA.
Skala Prioritas Penumpang Meskipun layanan ini tidak dipungut biaya, otoritas pengelola menerapkan sistem prioritas pada penggunaan shuttle listrik. Fasilitas ini diutamakan bagi lansia, ibu hamil, bayi, dan penyandang disabilitas.
“Kami mengutamakan kelompok prioritas untuk penggunaan shuttle listrik demi aspek kenyamanan dan keamanan,” ujar Muliarta, Selasa (24/3/2026).
Implementasi manajemen transportasi ini diharapkan mampu mereduksi penumpukan kendaraan pribadi di jalur utama kawasan suci, sehingga alur pergerakan pemedek tetap terkontrol secara logistik selama masa puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh.
***
