Ketahui Sejarah Hari Ibu di Indonesia yang Terbentuk dari Sebuah Kongres

 Ketahui Sejarah Hari Ibu di Indonesia yang Terbentuk dari Sebuah Kongres

Ketahui Sejarah Hari Ibu di Indonesia yang Terbentuk dari Sebuah Kongres/ ParentiPacek/ balikonten

BALIKONTEN.COM – Inilah sejarah singkat tentang Hari Ibu di Indonesia yang ternyata berbeda dengan Mother Day.

Peringatan Hari Ibu tertuang pada  Dekrit Presiden No. 316 Tahun 1959 dan disahkan oleh Presiden Soekarno.

Meski demikian, banyak yang mengira jika Hari Ibu sama dengan Mother Day. Padahal keduanya sangat berbeda baik dari pelaksanakan dan cara memperingatinya.

BACA JUGA:  Berbeda dengan Mother Day, Ini Sejarah Hari Ibu di Indonesia

Hari Ibu adalah sebuah penghormatan yang ditujukan tidak saja kepada para ibu namun perempuan Indonesia atas peran penting mereka dalam membangun Indonesia. Hari ibu merupakan hari yang spesial untuk mengucapkan kasih sayang kepada bunda yang terkasih.

Yuk kita simak dan cari tahu tentang peringatan Hari Ibu di Indonesia yang dirangkum dari beragam sumber.

Berbeda dengan Mother Day

Hari Ibu ternyata tidaklah sama dengan Mother Day, Sebab dari segi perayaan Mother Day dirayakan pada minggu kedua setiap bulan Mei atau sekitar tanggal 14/15 Mei.

BACA JUGA:  Pemerintah Ijinkan Buat Ogoh-ogoh, PHDI Ingatkan Yowana Tak Labrak Aturan

Sedangkan Hari Ibu di Indonesia pelaksanaannya pada tanggal 22 Desember. Dari segi peringatan, Hari Ibu dilaksanakan berdasarkan Dekrit Presiden No. 316/1959 dan bukan merupakan hari libur.

 

Sedangkan di Amerika Serikat Mother Day adalah hari libur nasional yang sudah ditetapkan oleh Presiden AS Woodrow Wilson.

 

Hari Ibu dan Mother Day memiliki cara peringatan yang berbeda yakni Mother Day yang cendrung ditujukan pada seluruh elemen perempuan sedangkan Hari Ibu yang memang dikhususkan untuk sosok Ibu.

BACA JUGA:  UAS Berlangsung Daring, Grissa Juga Fasilitas Siswa Tak Mampu

Hari Ibu Diperingati Setiap 22 Desember

 

Sejak Kapan Hari Ibu diperingati setiap tanggal 22 Desember? Diperingatinya Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember tidak bisa dilepaskan dari Kongres Perempuan Indonesia I.

 

Saat itu, Kongres Perempuan Indonesia atau KPI I diselenggarakan pada 22 hingga 25 Desember 1928 di Yogyakarta.

BACA JUGA:  Tahun Ajaran Baru 2020/2021, Sekda Ajak Guru Tingkatkan Jiwa Korsa

Kongres itu dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Kongres ini menghasilkan Kongres Wanita Indonesia tau Kowani.

 

Bahkan lokasi atau gedung yang digunakan untuk kongres itu dijadikan sebagi Kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Trafisional yang beralamat di Jl Brigjen Katamso, Yogjakarta.

BACA JUGA:  Strategi Berinvestasi untuk Gen Z, Bisa Beli Rumah Impian Bukan hal yang Mustahil

Tujuan dari kongres ini sebenarnya untuk memperjuangkan hak perempuan Indonesia. Kemudian lahir juga organisasi Perikatan Perkoempoelan Perempuan Indonesia atau singkat PPPI.

 

PPPI ini juga menjadi tempat bagi perempuan Indonesia untuk memperjuangkan martabat dan harkat mereka untuk mendapat kesetaraan gender.

 

Pada tahun 1929, Kongres Perempuan Indonesia digelar kembali dan kali ini berlokasi di Jakarta. Dalam kongres ini sekaligus adanya peralihan nama dari PPPI menjadi Perikatan Perkoempulan Istri Indonesia atau PPII.

BACA JUGA:  Refleksikan Wawasan Kebangsaan, Rai Wirajaya : "Bali Kerap Jadi Percontohan Nilai Kebinekaan"

Kongres Perempuan II ini menghasilkan Badan Kongres Perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa. Tujuan dari pembentukan ini adala mendidik, menumbuhkan dan tentunya memberdayakan generasi muda Indonesia.

 

Penetapan Hari Ibu

 

Penetapan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember baru terjadi pada tahun 1938 yakni Kongres Perempuan Indonesia III.

 

Dan Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden No. 316 Tahun 1959 menyatakan jika tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu dan dirayakan setiap tahun di Indonesia.

BACA JUGA:  Tiga SMA 1 Lolos Babak Semifinal Cerdas Cermat Bulan Bahasa Bali PDI Perjuangan Bali

Dipilihnya tanggal 22 Desember sebenarnya untuk mengenang kontribusi serta semangat perempuan dalam upaya memberdayakan bangsa Indonesia.

 

Namun seiring berjalannya waktu Hari Ibu bergeser makna menjadi waktu untuk mengungkapkan rasa cinta kepada bunda terkasih.

Itulah perbedaan Mother Day dengan Hari Ibu yang perlu diketahui. ***

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE

error: Content is protected !!