03/11/2026

Keunikan Melukat di Pura Jati Jembrana, Air Suci Keluar dari Pohon Jati, Wajib Dilengkapi Bunga Tunjung Tiga Warna

Keunikan Melukat di Pura Jati Jembrana, Air Suci dari Pohon dan Bunga Tunjung Tiga Warna

Keunikan Melukat di Pura Jati Jembrana, Air Suci dari Pohon dan Bunga Tunjung Tiga Warna/ balikonten

JEMBRANA, BALIKONTEN.COM – Kabupaten Jembrana menyimpan destinasi spiritual yang memikat perhatian umat Hindu maupun wisatawan yang mencari ketenangan batin. Salah satu tempat yang sangat populer untuk melukat atau ritual pembersihan diri secara spiritual adalah Pura Jati. Pura ini menawarkan pengalaman spiritual yang berbeda dari tempat penglukatan pada umumnya di Bali.

Jro Mangku I Ketut Sadia, seorang pemangku yang telah mengabdi setidaknya selama dua dekade di pura tersebut, menceritakan bahwa arus kedatangan umat ke tempat ini hampir selalu membawa tujuan yang sama, yakni memohon pembersihan diri. Kehadiran para pemedek yang tangkil ke pura ini membuktikan betapa kuatnya daya tarik spiritual yang ada di sana. Umat datang dengan keyakinan penuh untuk melepaskan segala beban batin dan kekotoran rohani.

Daya tarik utama dari ritual melukat di sini terletak pada sumber air sucinya, yang dikenal dengan nama Tirta Amertha Manik Jati. Tirta ini dipercaya masyarakat memiliki khasiat luar biasa, baik sebagai sarana obat penyembuh maupun pembersih jiwa dari energi negatif. Menariknya, air suci tersebut tidak mengalir dari pancoran batu atau mata air bawah tanah, melainkan keluar langsung secara alami dari batang pohon jati yang tumbuh kokoh di area pura.

Keunikan Pura Jati tidak berhenti pada sumber air sucinya saja. Sarana upacara yang wajib dibawa oleh para pemedek juga tergolong sangat spesifik dan langka. Siapa pun yang ingin melukat di tempat ini wajib melengkapi sarana mereka dengan bunga tunjung tiga warna, yaitu warna merah, kuning, dan biru. Bunga tunjung atau teratai ini menjadi simbol kesucian yang mutlak dalam prosesi penglukatan di sana.

Jro Mangku Sadia menegaskan bahwa keberadaan bunga tunjung tiga warna ini merupakan bagian dari petunjuk sakral yang tidak boleh diabaikan. Berdasarkan petunjuk dari Ida Pedanda yang berasal dari Griya Ketugtug, Jembrana, tata cara pelaksanaan melukat pun diatur sedemikian rupa demi menjaga kesucian pura. Kegiatan melukat sengaja dilaksanakan di luar area utama pura, tepatnya di nista mandala sebelah timur. Aturan ini diterapkan secara ketat demi menghindari terjadinya cuntaka, yaitu suatu keadaan tidak suci menurut pandangan tradisi dan agama Hindu.

Bagi pemedek yang berencana datang, penting untuk memperhatikan hari kunjungan mereka. Pihak pengelola pura hanya menyediakan sarana bunga tunjung pada hari-hari besar keagamaan saja. Jro Mangku Sadia mengingatkan agar para pemedek yang ingin melukat pada hari-hari biasa—di luar hari suci Purnama, Tilem, dan Kajeng Kliwon—untuk membawa sendiri bunga tunjung tiga warna tersebut dari rumah. Kedisiplinan para pemedek dalam menyiapkan sarana ini menjadi bagian dari ketulusan mereka dalam menjalani ritual pembersihan diri di Pura Jati Jembrana.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026