Lakukan Hal ini Saat Tilem Kedasa Bertemu Kajeng Kliwon, Rahinan Sakral Sekaligus Keramat

 Lakukan Hal ini Saat Tilem Kedasa Bertemu Kajeng Kliwon, Rahinan Sakral Sekaligus Keramat

ilustrasi banten/badungkab.go.id/balikonten

 

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Senin, 8 April 2024 umat Hindu akan melaksanakan rahinan yang cukup sakral dan sekaligus keramat.

 

Dua rahinan berjalanan secara bersamaan yakni Tilem Kedasa dan Kajeng Kliwon. Sebagaimana diketahui jika Tilem Kedasa merupakan puncak atau inti dari segala Tilem yang ada.

 

Sedangkan Kajeng Kliwon merupakan rahinan yang datang setiap 15 hari sekali, rahinan ini termasuk keramat karena dipercaya sebagai hari untuk membangkitkan ilmu aji pengiwa.

BACA JUGA:  Tilem Kesanga dan Purnama Kedasa, Ini Daftar Purnama Tilem Maret 2024

Selain itu, Kajeng Kliwon ini juga bisa jadi 2 macam yakni Kajeng Kliwon Nyitan dan juga Kajeng Kliwon Wudan.

 

Ketika melaksanakan Kajeng Kliwon, dilaksanakan pemujaan kepada Sang Hyang Manacika yang berstana di Barat kemudian Sang Hyang Siwa yang berada di tengah.

BACA JUGA:  Hari Baik Melaspas dan Ngulapin Selama April 2024, Silahkan Disimak

Adapun banten yang digunakan untuk melaksnaakan Kajeng Kliwon ditentukan oleh desa kala patra serta kemampuan setiap umat.

 

Namun umat bisa menggunakan persembahan berupa canang wangi-wangi di sanggah kemulan dan di atas tempat tidur lalu dilanjutkan dengan nunas tirta.

BACA JUGA:  Dewasa Ayu Menikah Sepanjang Juli 2024, Ada 3 Hari Baik

Selain itu haturkan segehan berupa nasi kepel 2 atanding dan dibuat 3  lengkap dengan lauk bawang dan jahe di natah merajan, di depan pintu utama keluar masuk rumah.

 

Segehan yang dihaturkan pada halaman rumah untuk Sang Bhuta Bhucari sedangkan untuk di pintu utama keluar masuk rumah ditujukan kepada Sang Durga Bhucari.

BACA JUGA:  Kapan Purnama Bulan Januari 2024? Ini Jadwal Lengkapnya

Tujuan dari menghaturkan segehan ini adalah untuk keselamatan dan juga menjaga rumah beserta isinya.

 

Sedangkan Tilem Kedasa adalah puncak dari seluruh Tilem yang ada. Tilem dalam lontar Sundarigama merupakan peralihan antara gelap menuju terang.

BACA JUGA:  Fasilitasi Penambahan Daya Lewat "Ramadan Berkah", PHDI Apresiasi Program PLN

Ketika Tilem, Dewa Surya tengah melaksanakan payogan. Umat juga bisa melaksanakan melukat dan waktu terbaik untuk melaksanakan peleburan dosa.

 

Tilem juga rainan yang sakral nan rawan. Sesajen yang digunakan saat Tilem adalah sesayut widyadhari dan bisa juga menggunakan wangi-wangian. Sesayut widyadhari adalah simbol keahlian, pengetahuan. ***

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE