03/11/2026

Menelusuri Jejak Budaya dan Geliat Ekonomi di Pasar Kumbasari Denpasar

tempat wisata murah di denpasar update 2024

Taman Kumbasari atau dikenal dengan Tukad Korea di Denpasar/ Fajar Nuary/ Google Maps/ bali Konten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Wajah Kota Denpasar tak pernah lepas dari denyut nadi Jalan Gajah Mada. Di jantung ibu kota Bali ini, Pasar Kumbasari berdiri kokoh sebagai simbol bertemunya tradisi dan ekonomi kerakyatan. Hanya berjarak sekitar 13 kilometer atau 45 menit perjalanan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pasar ini bukan sekadar tempat transaksi, melainkan ruang bagi siapa saja yang ingin merasakan napas asli Pulau Dewata.

Pusat Kerajinan Tangan dan Cinderamata Khas Bali

Bagi pelancong yang mencari alternatif selain Pasar Seni Sukawati, Kumbasari adalah jawabannya. Pasar ini menawarkan ragam kerajinan tangan khas Bali dengan harga yang sangat bersaing. Begitu memasuki area lantai atas, mata pengunjung akan dimanjakan dengan deretan art shop yang memajang perhiasan perak, kain batik Bali, lukisan menawan, hingga tenun ikat yang eksotis.

Tak hanya itu, aksesori dan pernak-pernik unik tersedia melimpah untuk dijadikan buah tangan. Menariknya, pasar ini juga menjadi rujukan utama bagi masyarakat lokal untuk mendapatkan perlengkapan upacara adat, mulai dari dupa berkualitas hingga peralatan upacara (garu) yang lengkap.

Transformasi 24 Jam: Dari Kebutuhan Pokok hingga Pasar Senggol

Kumbasari adalah pasar yang tidak pernah tidur. Operasionalnya berlangsung selama 24 jam dengan atmosfer yang terus berganti.

  • Pagi Hari: Fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari di lantai dasar.
  • Siang Hari: Bertransformasi menjadi pusat seni dan belanja suvenir.
  • Malam Hari: Kawasan ini berubah menjadi Pasar Senggol. Wisatawan dan warga lokal berbaur menikmati aneka jajan pasar dan kuliner tradisional dengan harga murah meriah.

Arsitektur dan Nilai Sejarah yang Melekat

Berdiri di atas lahan seluas 6.230 meter persegi, bangunan empat lantai ini tetap mempertahankan sentuhan arsitektur khas Bali. Sejarah mencatat bahwa kawasan ini memiliki ikatan kuat dengan peristiwa Puputan Badung pada 20 September 1906. Konon, Tukad Badung yang mengalir di sisi pasar merupakan jalur lintasan pasukan Belanda menuju Pemecutan.

Meski sempat mengalami kebakaran hebat pada tahun 2000 dan dibangun kembali setahun setelahnya, semangat perdagangan di sini tetap membara. Kini, terdapat sekitar 295 kios, 1.363 los, dan ratusan pedagang pelataran yang menggantungkan hidup di pasar ini.

Tips Belanja: Seni Tawar-Menawar

Satu hal yang membuat Pasar Kumbasari istimewa adalah kesempatan untuk mendapatkan harga jauh lebih murah dibandingkan kawasan Kuta atau Legian. Kuncinya terletak pada keberanian pengunjung untuk melakukan tawar-menawar.

Seorang pembeli yang ulung bisa membawa pulang banyak barang seni berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau. Lokasi parkir yang luas di depan area pasar juga memberikan kenyamanan lebih bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026