03/11/2026

Optimis Kembali Juara, ST. Sila Dharma Usung Ogoh-ogoh “Jagra Krodhanala”

Optimis Kembali Juara, ST. Sila Dharma Usung Ogoh-ogoh Jagra Krodhanala

Optimis Kembali Juara, ST. Sila Dharma Usung Ogoh-ogoh Jagra Krodhanala/ balikonten

MANGUPURA, BALIKONTEN.COM – Lomba Ogoh-Ogoh Kabupaten Badung serangkaian Hari Suci Nyepi tahun 2026 memasuki tahap penilaian di masing-masing zona. Pada Sabtu (21/2/2026) pada zona II, giliran Ogoh – ogoh Jagra Krodhanala, karya ST. Sila Dharma, Banjar Tengah Desa Adat Tegal Darmasaba, dinilai oleh tim juri dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung.


Sejak pagi puluhan anggota Sekaa Teruna (ST) Sila Dharma, Banjar Tengah Desa Adat Tegal Darmasaba, telah bersiap untuk mengikuti penilaian lomba ogoh -ogoh Kabupaten Badung tahun 2026.


Salah Satu Tim Juri, I Gusti Ngurah Artawan mengatakan, kriteria penilaian dibagi menjadi tiga kategori yakni Satyam, Siwam, Sundaram. Dari sisi Satyam, dinilai dari kesesuaian cerita dengan tema ogoh-ogoh. Siwam berkaitan dengan estetika, pepayasan, tata busana hingga keindahan karya.

Sementara Sundaram lebih pada anatomi konstruksi ogoh-ogoh, kreativitas serta inovasi yang ditampilkan lewat karya ogoh-ogoh. Selain tiga kategori tersebut, unsur tinggi dan lebar ogoh -ogoh juga menjadi fokus penilaian.


“Pada setiap Zona, kategori penilainnya sama yakni Satyam, Siwam, Sundaram. Dari karya yang dihasilkan, kami merasa bangga terhadap para generasi muda karena mampu mengkombinasikan antara tradisi dengan perkembangan teknologi modern, ” ungkapnya.

Sementara, Ketua ST. Sila Dharma Banjar Tengah, Desa Adat Tegal Darmasaba, I Wayan Aling Mirtawan menyatakan optimis ogoh -ogoh garapan ST. Sila Dharma dapat kembali lolos di tahapan selanjutnya pada lomba ogoh -ogoh tahun ini. Ia Optimis kembali meraih juara seperti tahun sebelumnya yang mampu meraih juara ketiga.

“Kami optimis dapat meraih juara, karena proses pengerjaan ogoh-ogoh bersama undagi dan sekaa truna lebih maksimal jika dibandingkan tahun lalu. Untuk fragmentari pendukung juga dipersiapkan secara maksimal,” ungkapnya.

Untuk tema ogoh -ogoh yang disuguhkan tahun ini yakni Jagra Krodhanala yang dikerjakan sejak bulan November 2025 lalu. Konseptor Ogoh-ogoh ST. Sila Dharma, I Made Poni Sanjaya Putra menjelaskan, secara filosofi, Jagra Krodhanala melambangkan keadaan dimana Rsi Mucukunda terbangun dari amarah yang besar dari tidur lelapnya akibat gangguan Asura Kalayawana. Akibatnya, Rsi Mucukunda membakar apa yang ia lihat ketika terbangun dari tidurnya.


“Pesan moral yang disampaikan yakni layaknya Rsi Mucukunda yang mendapat anugerah kekuatan yang bisa membakar siapapun ketika tidurnya diganggu. Manusia di Zaman Kaliyuga ini juga mendapat anugerah yang luar biasa yaitu nafas. Nafas memberikan kita kehidupan sehingga kita bisa memperoleh pengetahuan, kecerdasan, serta kekuatan. Namun dalam menggunakan pengetahuan dan kekuatan ini, manusia harus bijak di jalan dharma layaknya Krishna dalam cerita Jagra Krodhanala agar tidak merasa angkuh dan lupa ketika memiliki pengetahuan dan kekuatan seperti Asura Kalayawana,” paparnya.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026