03/11/2026

Hari Baik Berdasarkan Ala Ayuning Dewasa: Sabtu, 21 Februari 2026

daftar rainan bulan ini berdasarkan kalender bali

ilustrasi gambar kalender Bali 2024/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Masyarakat Bali masih memegang teguh konsep Wariga atau sistem penanggalan tradisional untuk menentukan hari baik (Dewasa Ayu) dalam memulai berbagai aktivitas.

Berdasarkan perhitungan kalender Bali untuk Sabtu, 21 Februari 2026, terdapat kombinasi energi yang sangat spesifik yang memengaruhi sektor ekonomi, pembangunan, dan upacara adat.

Fokus Utama: Momentum Keberuntungan Ekonomi dan Bisnis

Bagi individu yang berencana memulai usaha atau mencari nafkah, tanggal 21 Februari 2026 menawarkan potensi keberhasilan yang signifikan. Munculnya Amertayoga dan Sedana Yoga menandakan waktu ini sangat ideal untuk membangun fondasi bisnis.

Aktivitas spesifik seperti membuat alat berdagang, mendirikan tempat berjualan, hingga meluncurkan produk pertama kali sangat disarankan. Keberadaan Sedana Yoga secara logis diyakini membawa kelancaran rezeki bagi mereka yang mulai berniaga pada hari tersebut. Selain itu, Ayu Nulus memberikan dukungan energi positif untuk segala jenis usaha produktif secara umum.

Sektor Pembangunan dan Infrastruktur

Dalam bidang konstruksi dan tata ruang, hari ini menunjukkan hasil evaluasi yang beragam. Terdapat beberapa elemen kuat seperti Dauh Ayu dan Dewasa Ngelayang yang memberikan lampu hijau bagi pembangunan rumah, pembuatan jukung (perahu tradisional), hingga penyusunan tembok pagar melalui Sarik Ketah.

Namun, ketelitian tetap diperlukan. Meskipun baik untuk membangun fisik bangunan, Carik Walangati dan Kala Empas Turun memberikan peringatan keras. Anda sebaiknya menghindari pemasangan tiang pertama atau memulai proyek besar jika berkaitan langsung dengan struktur utama hunian pada jam-jam tertentu. Pepedan juga mengingatkan agar proses pengolahan besi untuk peralatan tidak dilakukan pada hari ini.

Pertanian dan Peternakan: Optimalisasi Tanaman Umbi dan Buah

Para petani dapat memanfaatkan momentum Kajeng Rendetan dan Kala Matampak untuk bercocok tanam. Secara teknis, hari ini sangat baik untuk menanam tumbuhan yang menghasilkan buah serta segala jenis tanaman pangan.

Bagi pembudidaya tanaman bawah tanah, Kala Empas Turun secara spesifik mendukung penanaman umbi-umbian. Sebaliknya, sektor peternakan perlu waspada. Kehadiran Kala Bangkung dan Kala Nanggung menjadi indikator bahwa memulai memelihara ternak baru pada hari ini cenderung mendatangkan hambatan atau hasil yang tidak maksimal.

Peringatan Sosial dan Upacara Keagamaan

Ada batasan tegas terkait upacara siklus hidup (Manusa Yadnya) dan kematian (Pitra Yadnya). Berikut adalah poin-poin krusial yang perlu diperhatikan:

  • Pernikahan: Rangda Tiga, Salah Wadi, dan Carik Walangati secara kolektif melarang pelaksanaan upacara pawiwahan (pernikahan) karena potensi ketidakharmonisan.
  • Upacara Kematian: Aktivitas ngaben, penguburan, atau atiwa-tiwa dilarang oleh elemen Salah Wadi dan Semut Sedulur.
  • Organisasi: Semut Sedulur sangat mendukung kegiatan gotong royong, kerja bakti, hingga pembentukan perkumpulan atau kampanye.
  • Regulasi: Subacara dan Dauh Ayu menjadi waktu yang tepat untuk menyusun awig-awig (peraturan adat), undang-undang, atau pengangkatan petugas baru.

Ringkasan Parameter Metafisika

Secara teknis, hari ini berada di bawah pengaruh Pararasan Laku Bintang, yang sering dikaitkan dengan ketenangan namun penuh perhitungan.

Pancasuda Satria Wirang mengingatkan untuk tetap menjaga martabat dan waspada terhadap potensi rasa malu atau hambatan sosial.

Sementara itu, Pratiti Jaramerana menuntut kesadaran akan siklus hidup dan perubahan yang pasti terjadi.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026