02/11/2026

Pariwisata Bali Tembus 5,2 Juta Wisman per September, Koster Proyeksikan Devisa Tembus Rp176 Triliun

Kalkulasi Matang Wayan Koster Tentang Bandara Bali Utara Bangun Infrastruktur Penghubung Lebih Dulu

Kalkulasi Matang Wayan Koster Tentang Bandara Bali Utara Bangun Infrastruktur Penghubung Lebih Dulu/ dok. Bali Koten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Gubernur Bali Wayan Koster memproyeksikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata dapat menembus angka 7,1 juta hingga 7,2 juta kunjungan pada akhir tahun 2026. Proyeksi ini mencerminkan tren positif industri pariwisata daerah yang tetap tumbuh kuat di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Optimisme tersebut didasarkan pada realisasi kunjungan wisman periode Januari hingga 30 September 2026 yang telah menyentuh angka 5,2 juta kunjungan. Capaian ini menunjukkan peningkatan secara year-on-year dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus berpeluang melampaui total capaian tahun 2025 yang tercatat sebanyak 7,05 juta kunjungan.

“Dari Januari sampai 30 September 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sudah mencapai 5,2 juta. Angka ini meningkat secara year-on-year. Kalau saya perkirakan berdasarkan data yang ada, sampai akhir tahun ini jumlah kunjungan wisman akan melampaui capaian 2025 yang mencapai 7.050.000 kunjungan. Perkiraannya sekitar 7,1 juta hingga 7,2 juta kunjungan,” ujar Koster saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XV Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali di Hotel InterContinental Bali, Jimbaran, Badung, Jumat (16/10/2026).

Secara makro, sektor pariwisata memegang peranan vital dengan menyumbang sekitar 66 persen terhadap perekonomian Bali. Tak hanya itu, Bali memegang porsi hampir 45 persen dari total kunjungan wisman secara nasional. Dengan rata-rata pengeluaran wisatawan mencapai 122 dolar AS per hari, kontribusi devisa pariwisata Bali diperkirakan mencapai Rp176 triliun atau sekitar 55 persen dari total devisa pariwisata Indonesia.

Besarnya porsi tersebut mendorong Koster mendesak pemerintah pusat untuk memberikan perhatian khusus lewat skema kebijakan yang berkeadilan. “Pulau kecil ini berkontribusi besar terhadap devisa pariwisata Indonesia. Hal ini terus saya angkat dan sampaikan agar ada skema kebijakan nasional yang turut memperhitungkan dan mempertimbangkan besarnya kontribusi Bali terhadap sektor kepariwisataan,” kata Koster.

Di sisi lain, daya tarik Bali dinilai tidak lepas dari kekayaan adat, tradisi, seni, dan budaya. Namun, Koster mengingatkan agar pertumbuhan angka kunjungan diimbangi dengan ekosistem usaha yang sehat dan tertib hukum. Ia menyoroti maraknya akomodasi dan fasilitas pariwisata tak berizin yang dijual melalui platform perjalanan daring (online travel agent/OTA), karena berpotensi memicu persaingan usaha tidak sehat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD ASITA Bali I Putu Winastra menegaskan komitmennya untuk mendukung penataan industri. Mengayomi ratusan biro perjalanan wisata dan anggota asosiasi, ASITA Bali siap bersinergi dengan pemerintah guna meningkatkan profesionalisme, memperkuat citra destinasi, serta mendorong pembangunan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026