Pesona Desa Tua Sidetapa di Atas Perbukitan Buleleng
profil desa Sidatapa Buleleng/ balikonten
BULELENG, BALIKONTEN.COM – Nama Desa Sidatapa Buleleng sedang hangat diperbincangkan akhir Juli 2026. Terlepas dari kasus yang tengah menimpa hingga viral ke tingkat nasional, berikut kita bahas tentang salahs atu desa Baliaga yang masuk dalam Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng dilansir dari situs resmi bulelengkab.go.id.
Berdiri tegak di ketinggian 650 meter di atas permukaan laut, Desa Sidetapa menghadirkan lanskap perbukitan yang asri dan sejuk. Desa tua di Kabupaten Buleleng, Bali ini menyimpan kekayaan alam serta warisan budaya yang masih terjaga utuh hingga kini. Karakter sejarahnya yang kuat menjadikan Sidetapa sebagai salah satu destinasi yang menawarkan suasana berbeda dari pemukiman Bali pada umumnya.
Kehidupan sehari-hari warga Sidetapa terikat erat dengan tradisi menganyam bambu. Hampir di setiap rumah, anggota keluarga sibuk memotong, membelah, dan merangkai bilah-bilah bambu menjadi berbagai kerajinan tangan. Hasil kerajinan ini tak hanya memenuhi kebutuhan pasar-pasar tradisional di Bali, tetapi juga memikat perhatian wisatawan asing yang datang langsung untuk melihat proses pembuatannya sekaligus membelinya sebagai buah tangan.
Warisan Rumah Kuno Bale Gajah Tumpang Salu
Salah satu jejak sejarah paling menonjol di Desa Sidetapa adalah arsitektur rumah adatnya. Warga setempat sangat memuliakan bangunan tradisional yang dikenal dengan nama Bale Gajah Tumpang Salu. Rumah kuno ini memiliki ciri khas berdinding tanah dan beratap seng, dengan tata letak yang sengaja tidak menghadap ke jalan raya. Penataan posisi ini berkaitan erat dengan rekam jejak masa lalu, tatkala masyarakat Bali Aga di Sidetapa berupaya mempertahankan keaslian budayanya dari pengaruh luar pada zaman Kerajaan Majapahit.
Seiring berjalannya waktu, beberapa bagian bangunan rumah memang mengalami penyesuaian. Posisi bangunan luar kini ada yang diubah menghadap ke jalan. Namun, bagian area suci atau tempat peribadatan tetap dipertahankan sesuai bentuk aslinya. Keberadaan bangunan kuno yang belum tersentuh modernisasi ini menjadi daya pikat tersendiri bagi para pelancong, sekaligus menarik perhatian para peneliti dan mahasiswa yang ingin mempelajari struktur arsitektur tradisional Bali Age secara mendalam.
Potensi Alam dan Wisata Alam yang Asri
Selain kekayaan budaya, Sidetapa menyimpan potensi alam yang menawan. Desa ini memiliki dua objek air terjun yang saat ini sedang berada dalam tahap penataan, yaitu Air Terjun Mampah dan Air Terjun Tamblang. Berjarak sekitar 1,5 kilometer dari pusat desa, akses menuju kedua air terjun ini menyuguhkan pemandangan kebun cengkih dan buah-buahan milik warga.
Sepanjang perjalanan menuju lokasi air terjun, pengunjung juga bisa menyaksikan secara langsung aktivitas para pengrajin bambu yang bekerja di teras-teras rumah mereka. Perpaduan antara bentang alam yang hijau, suasana pedesaan yang tenang, serta kearifan lokal yang kental menjadikan Sidetapa sebagai pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin mengenal sisi otentik dari Pulau Dewata.
Objek Wisat Dekat Desa Sidatapa
Di dekat desa ini atau sebelah Barat terdapat beberapa objek wisata yang cukup terkenal yakni Brahma Vihara Arama di Desa Banjar Tegeha dan Pemandian Air Panas Banjar yang terletak di Banjar Melanting, Desa Banjar, Buleleng.
***


