03/11/2026

Tampil Perdana Cukup Memikat Penonton, Duta Badung Sajikan Empat Garapan Palegongan Klasik

Duta Badung Sajikan Empat Garapan Palegongan Klasik

Duta Badung Sajikan Empat Garapan Palegongan Klasik/ balikonten

MANGUPURA, BALIKONTEN.COM – Duta Kabupaten Badung tampil memikat pada Utsawa (Parade) Palegongan Klasik Khas dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Minggu (28/6/2026), di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre Denpasar.

Sebanyak 70 seniman dari Sanggar Seni Dharmawangsa, Banjar Sedang Kelod, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, menyuguhkan empat garapan Palegongan yang memadukan warisan klasik dengan kreativitas kontemporer, sejalan dengan tema PKB tahun ini, Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha.

Salah satu perwakilan Sanggar Seni Dharmawangsa, Ida Bagus Gede Agung Narendra mengatakan, Penampilan palegongan klasik di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre Meliputi Tari Palegongan Kreasi “Nyrigsa”, Tabuh Palegongan Klasik “Solo”, Tari Palegongan Klasik “Legod Bawa”, serta Tabuh Palegongan Kreasi “Rong Telu”.

“Keempatnya menghadirkan perpaduan antara pelestarian tradisi klasik dan eksplorasi artistik yang selaras dengan tema PKB tahun ini, Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha,” ungkapnya.

Agung Narendra menyebutkan, karya utama yang menjadi pusat perhatian adalah Tari Palegongan Kreasi “Nyrigsa”, sebuah garapan yang mengangkat perjalanan batin manusia dalam menemukan kesadaran diri melalui bahasa Legong.

Karya tersebut menggambarkan bahwa kesadaran bukan sesuatu yang telah ditemukan, melainkan perjalanan yang terus dicari melalui keberanian menembus lapisan identitas hingga menemukan hakikat diri.

Selain karya kreasi tersebut, mereka juga membawakan Tabuh Palegongan Klasik “Solo”, karya monumental maestro gamelan Bali, I Wayan Lotring.
Gending ini lahir dari pengalaman Lotring saat tampil di Keraton Solo pada 1926, kemudian memadukan karakter musik Keraton Jawa dengan kekayaan ritme gamelan Palegongan Bali sehingga menghasilkan komposisi yang lembut, syahdu, namun tetap dinamis.

Tak hanya itu, penonton disuguhkan Tari Palegongan Klasik “Legod Bawa” yang mengangkat kisah dalam ajaran Hindu tentang perdebatan kesaktian antara Dewa Brahma dan Dewa Wisnu.

Dalam cerita tersebut, Dewa Siwa menguji kedua dewa melalui lingga suci untuk menunjukkan bahwa tidak ada kekuatan yang melebihi kemahakuasaan-Nya.

Nilai filosofis tentang kerendahan hati dan kebijaksanaan menjadi pesan utama dari garapan klasik ini.

Sebagai penutup, Sanggar Seni Dharmawangsa menghadirkan Tabuh Palegongan Kreasi “Rong Telu” yang mengusung tema Ananta Atma Kertih.
Komposisi ini memaknai “Rong Telu” bukan sebagai simbol kematian, melainkan perjalanan jiwa menuju kesadaran yang lebih tinggi.

Melalui eksplorasi bunyi gamelan Palegongan, karya ini menggambarkan transformasi manusia dari kehidupan yang penuh dualitas menuju ketenangan dan kesatuan batin.

seluruh garapan tersebut dirancang agar mampu menunjukkan bahwa seni tradisi Bali terus berkembang tanpa meninggalkan akar budaya yang diwariskan para leluhur.

Ia berharap penampilan Duta Kabupaten Badung di PKB XLVIII Tahun 2026 tidak hanya menjadi tontonan yang memanjakan mata, tetapi juga memberikan pengalaman batin dan memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni budaya Bali.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026