03/11/2026

Tanpa Kehadiran Presiden Prabowo, Peed Aya PKB XLVIII Tahun 2026 Bius Ribuan Penonton

Tanpa Kehadiran Presiden Prabowo, Peed Aya PKB XLVIII Tahun 2026 Bius Ribuan Penonton

Tanpa Kehadiran Presiden Prabowo, Peed Aya PKB XLVIII Tahun 2026 Bius Ribuan Penonton/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi dimulai, diawali dengan kemegahan pawai budaya (peed aya) di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (13/6).

Meskipun Presiden Prabowo Subianto kembali absen dari undangan pembukaan resmi—sebagaimana pelaksanaan tahun lalu—semangat ribuan seniman dari seluruh kabupaten/kota se-Bali tidak surut untuk menampilkan garapan terbaik mereka.

​Pelepasan iringan pawai ditandai dengan pemukulan kulkul sebanyak lima kali oleh Gubernur Bali Wayan Koster, didampingi Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati dan Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya. Ketukan instrumen tradisional tersebut menjadi simbol persatuan sekaligus pembuka festival seni terbesar di Pulau Dewata.

​Prosesi pembukaan juga dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, di antaranya Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Irjen Kemendagri Sang Made Mahendra Jaya, serta Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI Prof. I Nengah Duija.

​Tahun ini, PKB mengusung tema “Jiwa Sidha Parisudha” (Memuliakan Jiwa Paripurna) yang berakar pada konsep Atma Kerthi. Pembukaan pawai diawali dengan penampilan megah Mahamredangga Kalpa, sebuah garapan kolosal kolaboratif Komunitas Seni Usadhi Langu dan ISI Denpasar, yang mengiringi Tari Siwanataraja sebagai refleksi keselarasan spiritual alam, manusia, dan kebudayaan.

​Pawai dimulai tepat pukul 14.00 WITA dengan mengambil rute purwa daksina (searah jarum jam), dimulai dari simpang Jalan Ir. H. Juanda-Jalan Raya Puputan dan berakhir di depan Kanwil Kemenkeu Bali.

Duta dari Kabupaten Jembrana tampil sebagai pembuka iring-iringan daerah, sementara Kota Denpasar bertindak sebagai pemungkas pawai budaya yang atraktif.

​Edisi ke-48 festival budaya tahunan ini akan berlangsung selama sebulan penuh, mulai 13 Juni hingga 11 Juli 2026 di Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center).

Rangkaian acara dipastikan tetap padat memadukan agenda utama seperti rekasadana (pagelaran), utsawa (parade), wimbakara (lomba), sarasehan, serta keterlibatan seniman internasional dalam Bali World Culture Celebration.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026