Tanpa Korbankan Sawah, Hotel Ini Buktikan Kuliner Terpadu Setara ROI 100 Kamar Hotel

Alaya Hotels & Resorts/ balikonten
UBUD, BALIKONTEN.COM – Mengembangkan bisnis akomodasi di Bali tidak selalu harus mengorbankan kawasan hijau demi menambah bangunan fisik.
Alaya Resort Ubud membuktikan hal tersebut lewat terobosan konsep Alaya Ground di Desa Adat Padang Tegal, Gianyar.
Daripada membangun 100 unit kamar baru di atas lahan persawahan seluas 35 persen dari total dua hektar area yang dikelola, manajemen Alaya memilih menyewa lahan tersebut dan mengembangkan kawasan kuliner terpadu di sekelilingnya.
Tenant ternama seperti Pison, Rayjin, Korte Chocolate, hingga Pinkies pun dihadirkan tanpa merusak bentang alam sawah.
Chief Operating Officer (COO) Alaya Hotels & ResortsAlaya Resort Ubud Terapkan 100 Persen Tenaga Kerja Lokal Tanpa Ekspatriat, Dewi Mas, menyampaikan bahwa kalkulasi bisnis dari sektor kuliner terpadu ini terbukti sangat kompetitif.
“Hasilnya, pengembangan fasilitas kuliner di sekitarnya mampu memberikan nilai investasi yang sama (Return on Investment/ROI) dengan menambah 100 kamar, tanpa harus mengorbankan sawah. Bahkan masyarakat umum bisa menikmati pemandangan sawah ini hanya dengan membeli minuman seharga Rp50 ribu di area Alaya Ground,” tutur Dewi Mas, Rabu (7/10/2026).
Melalui model bisnis ini, Alaya Resort Ubud tidak hanya berhasil menjaga rasio kawasan hijau, tetapi juga membuka akses bagi publik luas untuk menikmati pemandangan sawah Ubud yang makin langka di pinggir jalan utama.
***
