03/11/2026

Tebas Laba Rp6 Miliar, Bebas Penyusutan Gedung Pasar Badung Bikin Perumda Pasar Minus

Tebas Laba Rp6 Miliar, Bebas Penyusutan Gedung Pasar Badung Bikin Perumda Pasar Minus

Tebas Laba Rp6 Miliar, Bebas Penyusutan Gedung Pasar Badung Bikin Perumda Pasar Minus/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar sejatinya mencatatkan kinerja operasional yang menguntungkan sepanjang tahun buku 2025 dengan sisa laba bersih mencapai Rp6 miliar.

Namun, laporan keuangan akhir perusahaan terpaksa tertekan hingga mengalami defisit akibat pembukuan beban penyusutan aset Gedung Pasar Badung.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Ir. I Wayan Suadi Putra, ST., M.Ars., dalam wawancara eksklusif di kantornya, Jl. Hasanudin No. 1, Denpasar, Jumat (9/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa beban penyusutan Gedung Pasar Badung pada tahun 2025 saja tercatat mencapai Rp13,5 miliar. Beban penyusutan yang cukup besar tersebut secara otomatis membantai seluruh sisa keuntungan operasional yang telah diraih oleh perusahaan.

“Secara operasional perusahaan kita sebenarnya untung, masih ada sisa sekitar Rp6 miliar di tahun 2025. Tapi begitu beban penyusutan gedung Pasar Badung senilai Rp13,5 miliar itu masuk ke pencatatan, habis keuntungan kita, bahkan langsung minus,” ungkap Suadi Putra.

Ia menambahkan bahwa skema pembukuan dengan pola penyertaan modal yang ditetapkan sejak awal tidak bisa diubah begitu saja secara akuntansi sampai seluruh masa penyusutan aset selesai. Bahkan hal ini sempat menjadi perbincangan dengan Gubernur Bali saat pembahasan koordinasi aset daerah.

Belajar dari kondisi tersebut, untuk rencana pembangunan Pasar Kreneng mendatang, Perumda Pasar memilih untuk beralih menggunakan skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP).

Lewat pola KSP, fisik bangunan gedung akan tetap tercatat sebagai aset milik pemerintah daerah, sedangkan Perumda Pasar hanya bertindak sebagai operator kawasan yang menyetorkan kontribusi rutin tahunan.

“Dengan skema KSP di Pasar Kreneng nanti, kita murni sebagai operator. Kita bisa menyisihkan setoran, misalnya Rp1,5 miliar per tahun, sehingga secara pembukuan posisi keuangan perusahaan akan murni kelihatan sehat dan menguntungkan,” jelasnya.

***

Pewarta: Wira Natagumi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026