03/11/2026

Transformasi GOR Ngurah Rai Jadi Sport Center, Giri Prasta Targetkan Pembenahan Tota

Transformasi GOR Ngurah Rai Jadi Sport Center, Giri Prasta Targetkan Pembenahan Tota

Transformasi GOR Ngurah Rai Jadi Sport Center, Giri Prasta Targetkan Pembenahan Tota/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Wajah infrastruktur olahraga di Bali dipastikan akan mengalami perubahan besar. Usai resmi dilantik sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali masa bakti 2026-2030, I Nyoman Giri Prasta menegaskan komitmennya untuk menyulap GOR Ngurah Rai Denpasar menjadi sport center yang representatif dan modern.

​Acara pelantikan yang berlangsung di Kantor Gubernur Bali, Jumat (15/5/2026), tersebut juga menjadi momen bagi Giri Prasta untuk memaparkan visi besarnya. Dalam sambutannya, ia menampilkan desain visual rencana revitalisasi kawasan GOR Ngurah Rai yang kini dirancang sebagai pusat olahraga sekaligus ikon baru Kota Denpasar.

​Giri Prasta menjelaskan bahwa renovasi GOR Ngurah Rai bukan sekadar keinginan pengurus, melainkan aspirasi dari seluruh masyarakat Bali. Dalam desain tersebut, kawasan GOR tidak hanya akan memiliki gedung olahraga yang mumpuni, tetapi juga dilengkapi dengan jogging track modern, area UMKM untuk mendukung ekonomi kerakyatan, hingga taman hijau dan tertata.

​”Salah satu ikon olahraga di Bali ini adalah GOR Ngurah Rai. Renovasi ini adalah aspirasi se-Bali. Kami sudah putuskan bahwa tempat ini harus diwujudnyatakan menjadi sport center,” tegas Giri Prasta. Ia pun menambahkan bahwa tahapan teknis seperti Feasibility Study (FS) hingga Detail Engineering Design (DED) telah rampung disusun.

​Rencana ini mendapat respons positif dari Gubernur Bali, Wayan Koster. Ia mengakui bahwa kondisi GOR Ngurah Rai yang mulai kumuh di pusat kota memang sudah lama menjadi perhatian pemerintah provinsi.

“Sebenarnya itu sudah menjadi perhatian kami sejak beberapa tahun yang lalu. Karena sudah kumuh dan itu ada di pusat kota,” ujar Koster.

​Mengingat skala proyek yang besar, Koster memperkirakan kebutuhan anggaran minimum mencapai Rp 200 miliar. Untuk menyiasati keterbatasan dana, Pemprov Bali telah melibatkan pihak ketiga dalam proses pembangunannya.

“Saya kira sekarang itu pasti dibutuhkan anggaran minimum Rp 200-an miliar itu minimum, sudah pasti itu dengan seluas itu. Dan itu akan dijadikan kerumunan baru di wilayah Denpasar, tidak saja olahraga tapi juga geliat ekonomi kerakyatan, UMKM, jogging track dan sebagainya,” beber Koster.

Koster mengaku proses dengan pihak ketiga sudah tahap feasibility study. Hitungannya, pada 2029 revitalisasi GOR Ngurah Rai sudah rampung.

“Paling lambat tahun 2028 sudah bisa mulai dibangun, 2029 selesai sebelum saya berakhir jadi gubernur. Kan berakhirnya 20 Februari 2030 jadi paling lambat 2029,” ujarnya.

​Selain untuk menunjang prestasi atlet di bawah naungan KONI Bali, revitalisasi ini diharapkan mampu menciptakan “kerumunan baru” yang positif di Denpasar. Selain sebagai tempat berlatih, kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat geliat ekonomi kreatif dan ruang publik bagi masyarakat umum.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026