03/11/2026

Uncal Balung dan Amerta Dewata, Begini Dewasa Ayu Jumat, 26 Juni 2026

dewasa ayu kalender bali daftar rainan 2025

ilustrasi Kaleder Bali/ Balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Kalender Bali atau Ala Ayuning Dewasa memegang peranan krusial dalam menuntun aktivitas harian masyarakat Hindu di Bali. Pada Jumat, 26 Juni 2026, kombinasi energi alam memunculkan sejumlah petunjuk penting mengenai hari baik (dewasa ayu) dan hari yang harus dihindari untuk berbagai keperluan, mulai dari ritual keagamaan, sektor pertanian, hingga urusan rumah tangga.

Bagi masyarakat yang hendak melaksanakan ritual keagamaan, hari ini dinaungi oleh Amerta Dewata, sebuah tanda yang sangat baik untuk menyelenggarakan segala bentuk upacara. Energi positif ini juga diperkuat oleh Amerta Gati, yang membawa berkah tersendiri jika Anda ingin memulai sebuah usaha baru atau turun ke sawah untuk bercocok tanam.

Waktu Terbaik untuk Peternak, Nelayan, dan Perajin

Hari ini memberikan angin segar bagi para perajin dan nelayan. Berdasarkan petunjuk Kala Bancaran, hari ini sangat ideal untuk memproduksi senjata, taji, maupun pisau besar pengiris nira. Bagi para nelayan atau pencari ikan, Kala Caplokan membawa keberuntungan jika digunakan untuk membuat alat tangkap seperti kail, jala, jaring, bubu, hingga meracik umpan.

Sementara itu, bagi peternak yang ingin fokus membuat sangkar ayam (guwungan), kisa pengaduan, atau mulai memelihara ayam kurungan, Kala Ngadeg memberikan pengaruh yang bagus. Energi ini juga mendukung pembangunan fasilitas fisik seperti pintu gerbang, tembok pekarangan, pagar, dan bendungan. Jika Anda gemar memikat burung, Sri Tumpuk menjadi penanda hari yang sangat mujarab.

Bagi para petani yang ingin mengamankan lahannya, Taliwangke memberikan hari baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau kebun, memperbaiki pagar, serta membuat tali pengikat padi. Di sisi lain, Sri Murti menjadi momen sakral yang paling tepat untuk mempersembahkan yadnya kehadapan Dewi Sri di lumbung padi sebagai wujud syukur atas ketahanan pangan.

Catatan Pengobatan: Jika ada keluarga yang sedang berjuang sembuh dari penyakit akibat guna-guna atau energi negatif sejenisnya, Titibuwuk menandakan hari ini sangat baik untuk mengupayakan penyembuhan tersebut.

Pantangan Besar: Hindari Pernikahan dan Membangun Rumah

Meskipun banyak membawa keberkahan untuk aktivitas produktif, hari ini memuat rambu-rambu tegas untuk urusan domestik dan sakral. Carik Walangati secara khusus melarang pelaksanaan upacara pernikahan (wiwaha), ritual kematian (atiwa-tiwa/ngaben), dan memulai pembangunan rumah.

Larangan pernikahan ini dipertegas kembali oleh kehadiran Kala Tampak dan Lebur Awu. Energi Lebur Awu juga meminta masyarakat menunda acara pertemuan penting serta aktivitas membangun atau mengatapi rumah, meskipun di sisi lain ia membawa dampak baik untuk membangun sistem irigasi.

Kala Buingrau turut mengingatkan bahwa hari ini hanya baik untuk menebang kayu, membuat bubu, dan memuja roh leluhur (pitra). Anda sangat dilarang membangun atau mengatapi rumah di bawah naungan energi ini. Bagi para peternak besar, Kala Rumpuh memberi peringatan keras agar tidak pindah rumah dan tidak memulai memelihara ternak seperti ayam, itik, sapi, kerbau, kambing, maupun babi.

Secara umum, hari ini juga memuat Purwanin Dina dan Uncal Balung, yang berarti hari ini tidak baik sebagai dewasa ayu dan tidak cocok untuk memulai segala jenis pekerjaan yang sifatnya sangat penting. Jika terpaksa melakukan perjalanan jauh, urungkan niat tersebut karena Titibuwuk melarang aktivitas bepergian maupun pembuatan tangga. Anda juga harus menghindari aktivitas mulai mengerjakan benang tenun atau membuat tali ternak karena pengaruh Taliwangke.

Sebagai pelengkap filosofis, kondisi makrokosmos hari ini dipengaruhi oleh Pararasan: Laku Pandita Sakti (mencerminkan kebijaksanaan), Pancasuda: Sumur Sinaba (sumber ilmu pengetahuan), Ekajalaresi: Buat Sebet (potensi kesedihan), dan Pratiti: Bhawa (proses menjadi/keberadaan). Dengan memahami perputaran energi ini, masyarakat diharapkan dapat melangkah dengan penuh kesadaran dan kehati-hatian.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026