03/11/2026

WFH Belum Jelas, Kepsek SMA Maklumi Guru Tak Hadir ke Sekolah Akibat Fenomena Antri BBM

Polda Bali Kerahkan Personel ke SPBU, Urai Kemacetan dan Amankan Antrean BBM

Polda Bali Kerahkan Personel ke SPBU, Urai Kemacetan dan Amankan Antrean BBM/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Berbeda dengan jenjang TK hingga SMP di Kota Denpasar yang resmi diwajibkan belajar secara daring, jenjang SMA dan SMK negeri hingga kini masih menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Belum adanya instruksi resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali maupun Gubernur membuat pihak sekolah mengambil langkah diskresi dengan menerapkan sistem belajar yang fleksibel bagi guru dan siswa.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Denpasar sekaligus Kepala SMAN 1 Denpasar, M. Rida, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa hingga saat ini sekolah belum menerima arahan untuk memberlakukan Work From Home (WFH) atau pembelajaran daring secara menyeluruh.

Oleh karena itu, sekolah memberikan toleransi dan izin khusus bagi siswa maupun tenaga pendidik yang berhalangan hadir akibat terkendala krisis kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

“Jika siswa enggak masuk karena BBM, kita izinkan. Guru pegawai juga enggak masuk karena BBM, ya kemudian kita izinkan gitu ya. Arahannya fleksibilitas saja, kita sesuaikan dengan situasi dan kondisi gitu ya,” ungkap Rida.

Kondisi serupa dialami oleh SMAN 9 Denpasar. Kepala SMAN 9 Denpasar, I Gusti Ngurah Oka Arjawa, S.Pd., M.Pd., mengakui sulitnya mengambil keputusan WFH tanpa adanya payung hukum atau arahan resmi dari pemerintah provinsi, meskipun koordinasi terus diupayakan.

“Nah niki makanya agak sulit rasanya karena Bapak Gubernur durung memberikan instruksi ke dinas. Sehingga proses belajar dan mengajar itu tetap berjalan. Cuman bagi yang memiliki anak-anak yang memang tidak bisa ke sekolah, kami enggak bisa tegaskan. Karena kondisi seperti ini kan, ada permakluman kenten,” jelas Oka Arjawa.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026