05/11/2026

Rai Mantra Tekankan Gerakan Kesadaran Bersama dan Keselarasan Sistem Pengelolaan Sampah di Bali

Rai Mantra Tekankan Gerakan Kesadaran Bersama dan Keselarasan Sistem Pengelolaan Sampah di Bali

Rai Mantra Tekankan Gerakan Kesadaran Bersama dan Keselarasan Sistem Pengelolaan Sampah di Bali/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, I Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, menyoroti pentingnya membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menuntaskan krisis pengelolaan sampah di Bali. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Dialog Kenegaraan DPD RI yang berlangsung di Denpasar, Bali.

Dalam pandangannya, Rai Mantra menyambut baik dan mengapresiasi gagasan Green Democracy yang diusung pimpinan DPD RI sebagai wujud dukungan politik nyata terhadap Pemerintah Provinsi Bali dalam mengatasi masalah lingkungan.

“Ini adalah bentuk dukungan politik kepada Pemerintah Provinsi Bali terhadap masalah pengelolaan sampah. Kita harus menyambutnya secara antusias dengan semangat ‘dari Bali memilah, untuk Indonesia kita membangun’,” ujar mantan Wali Kota Denpasar tersebut.

Rai Mantra menilai bahwa dari sisi regulasi, Bali sebenarnya sudah memiliki aturan yang sangat lengkap, mulai dari Peraturan Gubernur hingga Peraturan Daerah di tingkat Kabupaten/Kota terkait pembatasan sampah plastik. Namun, masalah utama di lapangan terletak pada kesenjangan (gap) antara kebijakan yang diterbitkan dengan tingkat kesiapan serta kesadaran disiplin masyarakat.

“Peraturan dan hal itu sebetulnya sudah lengkap semua, baik di provinsi maupun kabupaten/kota. Namun, ada jeda antara kebijakan dengan kesiapan masyarakat yang belum siap. Proses meningkatkan kesadaran masyarakat ini memerlukan waktu yang panjang, sehingga menjadi beban bagi pemerintah daerah,” jelasnya.

Selain faktor perilaku, Rai Mantra juga menyoroti perjalanan panjang perubahan sistem dan teknologi pengolahan sampah di Bali yang kerap berganti-ganti namun belum beroperasi secara optimal. Berbagai fasilitas penunjang seperti Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) hingga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dinilainya masih menghadapi tantangan operasional.

Ia berharap keberadaan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang sedang disiapkan dapat menjadi salah satu jalan keluar yang efektif ke depan.

Mengakhiri pemaparannya, Rai Mantra mengajak seluruh elemen masyarakat—termasuk mahasiswa dan generasi muda—untuk terlibat aktif dalam gerakan kebersihan tanpa terjebak pada retorika saling menyalahkan.

“Sistem dan teknologi sudah tersedia. Yang kita perlukan sekarang adalah gerakan kesadaran bersama secara masif. Jangan sampai di media sosial kita hanya saling menyalahkan atau mengambinghitamkan unsur budaya dan ritual, padahal yang dibutuhkan adalah aksi nyata,” tegas Rai Mantra.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026