02/11/2026

Pertumbuhan Ekonomi Bali Tembus 5,8 Persen, NCPI Pertanyakan Porsi Kontribusi UMKM Lokal

Pertumbuhan Ekonomi Bali Tembus 5,8 Persen, NCPI Pertanyakan Porsi Kontribusi UMKM Lokal

Sektor UMKM menjadi salah satu kegiatan ekonomi masyarakat yang lahir secara organik.

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Angka pertumbuhan ekonomi Bali yang berada di kisaran 5,7 hingga 5,8 persen dinilai tidak boleh menjadi satu-satunya indikator penentu dalam merumuskan kebijakan Upah Minimum Provinsi (UMP).

NCPI Bali mendorong pemerintah melakukan evaluasi kritis terkait pihak mana yang sebenarnya paling menikmati dampak pertumbuhan ekonomi tersebut.

Ketua NCPI Bali, Agus Maha Usadha, menyebutkan bahwa di balik tingginya angka pertumbuhan ekonomi daerah, terdapat kesenjangan kapasitas antara investasi berskala besar dengan daya tahan UMKM lokal yang sebagian besar masih dalam masa pemulihan.

“Pertanyaan kritisnya, dari pertumbuhan 5,7–5,8 persen itu berapa persen real contributor-nya dari pengusaha lokal Bali, UMKM, dan industri kreatif, dan berapa dari investasi besar dari luar?” ujar Agus, Rabu (30/9/2026).

Ia memperingatkan pemerintah daerah agar tidak terjebak pada angka statistik makro semata. Jika pertumbuhan ekonomi daerah nyatanya lebih banyak ditopang oleh gelombang investasi asing/luar daerah serta konsumsi wisatawan mancanegara, penetapan UMP tinggi tanpa diferensiasi justru berpotensi memukul balik para pelaku UMKM lokal yang masih tertatih.

Menurutnya, home industry dan sektor kreatif di Bali bukan sekadar penggerak ekonomi riil, melainkan juga bertindak sebagai benteng pertahanan kebudayaan Bali.

“Home industry dan industri kreatif adalah penjaga budaya sekaligus penyangga ekonomi riil Bali. Jangan sampai kita berambisi melindungi korporasi pariwisata besar, tetapi justru membunuh UMKM di akar rumput,” tegas Agus.

***

Pewarta: Agung Rai Tri Krisna Putra

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026