Adu Gengsi di Lapangan Bulutangkis, Wakapolda Bali Sabet Juara Turnamen “Polisi Bersama Rakyat”
Adu Gengsi di Lapangan Bulutangkis, Wakapolda Bali Sabet Juara Turnamen Polisi Bersama Rakyat/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Suasana kompetitif namun penuh keakraban mewarnai ajang Home Tournament bulutangkis bertajuk “Polisi Bersama Rakyat” yang diinisiasi oleh Polda Bali di Wijaya Badminton Sport Hall. Ajang ini mempertemukan jajaran perwira kepolisian dengan para pebulutangkis senior serta mantan atlet Pelatda Bali dari PB Roberset’79.
Puncak keseruan tersaji pada partai final ketika pasangan Wakapolda Bali, Brigjen Pol I Made Astawa berpasangan dengan Fernando, harus meladeni perlawanan sengit dari pasangan senior PB Roberset’79, Sugeng/Sarjana.
Lewat pertarungan ketat diwarnai reli panjang dan smash tajam, pasangan Made Astawa/Fernando akhirnya keluar sebagai juara pertama setelah mengunci kemenangan dua set langsung dengan skor 21-19 dan 21-15.
Sementara itu, posisi runner-up ditempati oleh Sugeng/Sarjana, disusul oleh pasangan Rahde/Azy dari PB Roberset’79 yang sukses mengamankan peringkat ketiga.
Usai laga puncak yang menguras tenaga, Brigjen Pol I Made Astawa mengungkapkan bahwa intensitas pertandingan meningkat drastis di akhir laga. Ia turut melayangkan apresiasi tinggi atas perlawanan seimbang yang diberikan oleh para atlet senior PB Roberset’79.
“Terakhir kita panas dan memang permainan makin akhir makin bagus. Kita ini diesel, makin lama makin jos,” ujar Made Astawa usai pertandingan.
Jenderal bintang satu di tubuh Polda Bali itu juga menekankan bahwa menghadapi lawan yang berpengalaman tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan fisik, melainkan membutuhkan strategi serta kecerdikan di lapangan. “Yang main ini guru-guru semua terakhir, ya kita harus dengan cerdik dan pintar, bukan hanya dengan tenaga,” imbuhnya.
Di sisi lain, perwakilan pebulutangkis PB Roberset’79, Komang BL/Adi, mengaku sempat merasa canggung dan nervous saat harus berhadapan langsung dengan Wakapolda Bali. Kendati demikian, ia menilai pertandingan tersebut memberikan pengalaman berharga sekaligus membuktikan tingginya sportivitas di atas lapangan.
“Awalnya agak nervous lawan Pak Wakapolda, tapi setelah main ya memang kualitas permainan mereka luar biasa,” ungkap Komang. Ia juga menegaskan bahwa esensi utama dari kegiatan ini jauh melampaui sekadar perebutan trofi. “Yang menang yang terbaik. Polisi untuk masyarakat,” pungkasnya. **

