03/11/2026

Dewasa Ayu 24 Februari 2026: Waktu Tepat untuk Menanam Padi dan Menyusun Aturan, Hindari Membangun Rumah

daftar rahinan hindu dan dewasa ayu menikah

Kalender Bali/ Balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Pemahaman masyarakat Bali terhadap Dewasa Ayu atau hari baik dalam melakukan aktivitas sehari-hari tetap menjadi pijakan penting dalam menjaga keharmonisan alam dan spiritual.

Berdasarkan perhitungan kalender Bali, Selasa, 24 Februari 2026, memiliki karakteristik unik yang sangat mendukung sektor pertanian dan penyusunan regulasi, namun memberikan catatan khusus bagi kegiatan konstruksi dan upacara besar.

Sektor Pertanian dan Peternakan: Momentum Tepat Menanam Padi

Bagi para petani dan masyarakat yang berencana turun ke lahan, hari ini dipengaruhi oleh aspek Asuajeg Turun. Secara tradisional, energi hari ini sangat positif bagi mereka yang ingin memulai budidaya tanaman pangan.

Beberapa aktivitas yang sangat disarankan meliputi:

  • Bercocok Tanam: Sangat baik untuk menanam padi, kacang-kacangan, hingga sirih.
  • Pembukaan Lahan: Kehadiran Pepedan memberikan ruang yang baik untuk membuka lahan pertanian baru.
  • Aktivitas Luar Ruangan: Hari ini juga dianggap baik untuk berburu atau bagi mereka yang ingin melatih keberanian.

Namun, perlu dicatat adanya pantangan dari Kala Sor. Masyarakat disarankan untuk tidak melakukan pekerjaan yang berhubungan langsung dengan penggalian tanah secara masif, seperti membajak sawah secara berat atau membuat terowongan.

Menghidupkan Seni: Pembuatan Gamelan dan Alat Musik

Bagi para perajin atau pande, hari ini menjadi waktu yang sakral untuk mulai mengerjakan alat bunyi-bunyian. Pengaruh Asuajeg Turun memberikan vibrasi baik dalam pembuatan kentongan, gamelan, hingga genta.

Selain itu, unsur Geni Rawana dan Gni Rawana Rangkep mendominasi hari ini. Hal ini menandakan bahwa segala jenis pekerjaan yang melibatkan api akan berjalan dengan lancar. Namun, diingatkan untuk tidak menggunakan energi api ini dalam konteks upacara Melaspas atau memasang atap rumah.

Regulasi dan Perencanaan: Keberuntungan dalam Penyusunan Awig-Awig

Dari sisi organisasi dan tata kelola kemasyarakatan, 24 Februari 2026 adalah hari yang sangat produktif. Kehadiran Dauh Ayu dan Subacara menciptakan momentum emas untuk:

  1. Menyusun peraturan, undang-undang, atau Awig-Awig.
  2. Membuat program kerja atau rencana strategis.
  3. Mengangkat atau menunjuk petugas/pejabat baru.
  4. Memulai proses belajar atau latihan (metatah/maguru-guru).

Daftar Pantangan: Mengapa Hindari Pernikahan dan Bangunan?

Meski banyak sisi positif, terdapat peringatan keras dari aspek Carik Walangati dan Salah Wadi. Sangat tidak disarankan untuk melangsungkan upacara besar yang bersifat Manusa Yadnya (seperti pernikahan/wiwaha, potong rambut, mapendes) maupun Pitra Yadnya (seperti penguburan, ngaben, atau nyekah).

Selain itu, pembangunan fisik rumah tinggal juga sebaiknya ditunda. Unsur Kala Sor dan Gni Rawana Rangkep secara spesifik memberikan peringatan agar tidak memulai pembangunan atau memasang atap rumah pada hari ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ringkasan Parametrik Hari Ini

Secara makro, hari ini dipayungi oleh Pararasan Aras Kembang dengan Pancasuda Satria Wirang. Dalam perhitungan Ekajalaresi, hari ini masuk dalam kategori Suka Rahayu, yang secara umum membawa sifat riang dan selamat, sementara Pratiti Upadana melingkupi proses kemunculan atau sebab-akibat yang perlu diwaspadai dalam setiap tindakan.

Bagi umat yang ingin melaksanakan kegiatan, disarankan untuk tetap menyesuaikan dengan dresta atau kebiasaan setempat agar tercipta keseimbangan yang sempurna.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026