03/11/2026

Dewasa Ayu Manusa Yadnya November 2026: Tanggal Baik dan Hari yang Perlu Dihindari

jadwal rahinan selama januari 2025

kalender Bali tahun 2025/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Pelaksanaan Manusa Yadnya dalam tradisi Hindu Bali memerlukan persiapan yang matang, termasuk menentukan hari yang sesuai berdasarkan perhitungan wariga.

Pemilihan dewasa ayu menjadi salah satu pertimbangan penting bagi keluarga yang hendak menyelenggarakan upacara, seperti wiwaha atau pernikahan, mapendes atau potong gigi, serta rangkaian upacara lain yang berkaitan dengan tahapan kehidupan manusia.

Pada November 2026, terdapat sejumlah hari yang tercatat memiliki dewasa ayu untuk berbagai kegiatan keagamaan dan keperluan lainnya. Beberapa di antaranya adalah Amerta Dewa, Amerta Kundalini, Ayu Nulus, Subacara, Catur Laba, dan Siwa Sampurna. Setiap dewasa memiliki peruntukan tersendiri sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan.

Selain mencermati hari yang dinilai baik, masyarakat juga perlu memperhatikan dewasa ala yang tercantum dalam kalender. Catatan tersebut memberikan informasi mengenai hari-hari yang dinilai kurang sesuai untuk kegiatan tertentu menurut perhitungan tradisional Bali.

Daftar Dewasa Ayu Manusa Yadnya November 2026

Berdasarkan data kalender yang menjadi acuan, terdapat beberapa tanggal pada November 2026 yang mencantumkan dewasa ayu. Berikut rincian hari, jenis dewasa, dan peruntukannya.

1. Rabu, 11 November 2026

Tanggal 11 November 2026 mencantumkan tiga dewasa ayu, yaitu Amerta Dewa, Amerta Kundalini, dan Subacara.

Amerta Dewa dinilai baik untuk melaksanakan Panca Yadnya, khususnya Dewa Yadnya. Hari ini juga diperuntukkan bagi pembangunan tempat suci atau tempat ibadah serta pembuatan lumbung dan dapur. Dalam data kalender, Amerta Dewa memiliki alahing dewasa 2.

Amerta Kundalini menjadi pilihan untuk kegiatan bercocok tanam, berbagai aktivitas, dan pelaksanaan yadnya. Nilai alahing dewasa yang tercatat untuk hari ini adalah 2.

Sementara itu, Subacara dinilai baik untuk menyelenggarakan berbagai upacara, menyusun program atau rencana, membuat peraturan, mengangkat atau menunjuk petugas, serta memulai kegiatan belajar dan berlatih. Dewasa ini juga memiliki nilai alahing dewasa 2.

Meskipun ketiga dewasa tersebut tercantum sebagai dewasa ayu, data pada tanggal yang sama juga memuat beberapa dewasa ala, termasuk Kala Pati, Kala Prawani, Kala Wisesa, dan Salah Wadi. Karena itu, penentuan hari untuk Manusa Yadnya tetap perlu mempertimbangkan keseluruhan unsur kalender.

2. Sabtu, 14 November 2026

Ayu Nulus dan Subacara tercatat pada 14 November 2026. Ayu Nulus dinilai baik untuk segala pekerjaan dan memiliki alahing dewasa 2.

Subacara juga menjadi dewasa yang dapat digunakan untuk berbagai jenis upacara, penyusunan rencana, pembuatan peraturan, penunjukan petugas, serta memulai latihan atau pembelajaran. Nilai alahing dewasa untuk Subacara pada tanggal ini adalah 2.

Namun, kalender juga mencatat Purwanin Dina dan Salah Wadi pada hari yang sama. Purwanin Dina tidak dinilai baik sebagai dewasa ayu, sedangkan Salah Wadi tidak dianjurkan untuk Manusa Yadnya, termasuk wiwaha, mapendes, dan potong rambut. Catatan ini perlu diperhatikan ketika memilih waktu pelaksanaan upacara.

3. Minggu, 15 November 2026

Pada Minggu, 15 November 2026, terdapat tiga dewasa ayu yang tercantum, yaitu Amerta Dewa, Ayu Nulus, dan Catur Laba.

Amerta Dewa sesuai untuk kegiatan Panca Yadnya, terutama Dewa Yadnya, pembangunan tempat suci atau tempat ibadah, serta pembuatan lumbung dan dapur. Dewasa ini memiliki alahing dewasa 2.

Ayu Nulus dinilai baik untuk segala pekerjaan, dengan alahing dewasa 2.

Adapun Catur Laba diperuntukkan bagi perjalanan ke arah utara, upacara Manusa Yadnya, dan Pitra Yadnya. Nilai alahing dewasa untuk Catur Laba adalah 4.

Dalam menentukan waktu Manusa Yadnya pada tanggal ini, masyarakat perlu mencermati bahwa kalender juga mencantumkan Asuasa, Kala Jengking, dan Kaleburau. Asuasa memiliki sifat boros dan dinilai kurang baik untuk berbelanja maupun menentukan dewasa ayu. Kala Jengking tidak dianjurkan untuk Manusa Yadnya, pernikahan, dan upacara potong rambut. Kaleburau juga dinilai tidak baik untuk karya ayu, yadnya, serta pelaksanaan atiwa-tiwa atau ngaben.

4. Senin, 16 November 2026

Amerta Dewa tercatat sebagai dewasa ayu pada 16 November 2026. Peruntukannya meliputi pelaksanaan Panca Yadnya, khususnya Dewa Yadnya, pembangunan tempat suci atau tempat ibadah, serta pembuatan lumbung dan dapur. Nilai alahing dewasa yang tercantum adalah 2.

Data kalender juga memuat keterangan Soma Penanggal 7 pada tanggal ini. Keterangan tersebut menjadi bagian dari informasi kalender yang perlu dibaca bersama unsur perhitungan lainnya.

5. Selasa, 17 November 2026

Subacara tercatat pada 17 November 2026. Dewasa ini dinilai baik untuk melangsungkan berbagai upacara, membuat program atau rencana, menyusun peraturan, menunjuk petugas, serta memulai kegiatan belajar dan berlatih. Nilai alahing dewasa untuk Subacara adalah 2.

Pada tanggal yang sama, terdapat Kala Temah dan Panca Prawani. Kala Temah tidak dinilai baik untuk dewasa ayu, sedangkan Panca Prawani juga tidak dianjurkan sebagai dewasa ayu. Kedua catatan tersebut perlu diperhitungkan sebelum menentukan waktu upacara.

6. Kamis, 19 November 2026

Siwa Sampurna tercatat sebagai dewasa ayu pada Kamis, 19 November 2026. Hari ini dinilai baik untuk berbagai jenis upacara, memulai kegiatan belajar atau berlatih, serta membangun beragam jenis bangunan. Nilai alahing dewasa yang tercantum adalah 2.

Di samping itu, kalender juga mencatat Kala Temah pada tanggal yang sama. Menurut keterangan yang tersedia, Kala Temah tidak dinilai baik untuk dewasa ayu. Penentuan waktu kegiatan perlu mempertimbangkan catatan tersebut bersama unsur kalender lainnya.

7. Sabtu, 21 November 2026

Catur Laba tercatat pada 21 November 2026. Dewasa ini dinilai baik untuk perjalanan ke arah utara, pelaksanaan Manusa Yadnya, dan Pitra Yadnya. Nilai alahing dewasa untuk Catur Laba adalah 4.

Namun, tanggal ini juga memuat Kala Pegat dan Kala Temah. Kala Pegat dinilai baik untuk mulai menyadap atau ngirisin serta memisahkan bayi dari kegiatan menyusu atau melas rare, tetapi tidak baik untuk melaksanakan karya ayu. Kala Temah juga tidak dianjurkan untuk dewasa ayu.

Kombinasi catatan tersebut menunjukkan perlunya menelaah peruntukan masing-masing dewasa sebelum menetapkan hari untuk upacara keluarga.

8. Senin, 23 November 2026

Catur Laba kembali tercatat sebagai dewasa ayu pada Senin, 23 November 2026. Peruntukannya meliputi perjalanan ke arah utara, Manusa Yadnya, dan Pitra Yadnya, dengan alahing dewasa 4.

Pada tanggal yang sama, kalender juga mencantumkan Kaleburau, Panca Prawani, Purwani, dan Purwanin Dina. Kaleburau dinilai tidak baik untuk karya ayu, yadnya, serta pelaksanaan atiwa-tiwa atau ngaben. Panca Prawani tidak dianjurkan untuk dewasa ayu, sementara Purwani tidak dinilai baik untuk digunakan sebagai dewasa. Purwanin Dina juga tidak dinilai baik sebagai dewasa ayu.

Karena terdapat beberapa catatan dewasa ala, penetapan tanggal untuk Manusa Yadnya sebaiknya dilakukan dengan memeriksa keseluruhan perhitungan kalender, bukan hanya berpatokan pada satu nama dewasa.

9. Sabtu, 28 November 2026

Amerta Dewa tercatat pada 28 November 2026. Dewasa ini dinilai baik untuk Panca Yadnya, terutama Dewa Yadnya, pembangunan tempat suci atau tempat ibadah, serta pembuatan lumbung dan dapur. Nilai alahing dewasa yang tercantum adalah 2.

Meskipun demikian, tanggal yang sama juga memuat Amerta Papageran dan Panca Prawani. Amerta Papageran dinilai tidak baik untuk menentukan dewasa ayu karena mengandung pengaruh sakit-sakitan. Panca Prawani juga tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai dewasa ayu.

Dengan adanya catatan tersebut, Amerta Dewa pada tanggal ini perlu dinilai bersama unsur kalender lain sebelum dipilih sebagai waktu pelaksanaan upacara.

Daftar Hari yang Perlu Dihindari untuk Manusa Yadnya November 2026

Selain mengetahui tanggal yang mencantumkan dewasa ayu, masyarakat perlu mengenali dewasa ala yang tercatat dalam kalender November 2026. Sejumlah dewasa tersebut memiliki keterangan yang secara khusus menyebutkan larangan atau ketidaksesuaian untuk kegiatan upacara, termasuk Manusa Yadnya.

Berikut nama-nama dewasa yang tercantum sebagai hari yang dihindari dalam data kalender:

  • Amerta Papageran
  • Asuasa
  • Dadig Krana
  • Dina Carik
  • Geheng Manyinget
  • Geni Agung
  • Kala Bregala
  • Kala Dangastra
  • Kala Garuda
  • Kala Jengking
  • Kala Mretyu
  • Kala Ngruda
  • Kala Pati
  • Kala Pegat
  • Kala Prawani
  • Kala Sungsang
  • Kala Suwung
  • Kala Temah
  • Kala Tumpar
  • Kala Wisesa
  • Kala Wong
  • Kaleburau
  • Macekan Lanang
  • Mreta Sula
  • Pamacekan
  • Panca Prawani
  • Pati Paten
  • Purnama Danta
  • Purwani
  • Purwanin Dina
  • Rarung Pagelangan
  • Salah Wadi
  • Sarik Agung
  • Uncal Balung

Nama-nama tersebut merupakan daftar dewasa yang perlu diwaspadai menurut data kalender yang digunakan. Tidak semua dewasa ala memiliki keterangan atau larangan yang sama. Sebagian berkaitan dengan kegiatan tertentu, sedangkan sebagian lainnya secara umum dinilai tidak baik untuk dewasa ayu atau pekerjaan penting.

Keterangan Dewasa Ala yang Relevan dengan Manusa Yadnya

Salah Wadi secara khusus dinyatakan tidak baik untuk Manusa Yadnya, seperti wiwaha, mapendes, dan potong rambut. Dewasa ini juga dinilai tidak baik untuk Pitra Yadnya, termasuk penguburan, atiwa-tiwa atau ngaben, nyekah, dan ngasti.

Kala Jengking dinilai baik untuk memulai kegiatan belajar menari atau menabuh serta membuat alat penangkap ikan seperti bubu, seser, dan jaring. Namun, hari ini tidak dianjurkan untuk Manusa Yadnya, pernikahan, maupun upacara potong rambut.

Kaleburau tidak dianjurkan untuk karya ayu atau yadnya, termasuk pelaksanaan atiwa-tiwa atau ngaben.

Kala Prawani dinilai kurang baik untuk seluruh kegiatan karena mengandung pengaruh yang tidak baik menurut keterangan kalender.

Kala Temah tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai dewasa ayu.

Panca Prawani juga tidak dinilai baik untuk dewasa ayu.

Purwani tidak dianjurkan sebagai dewasa, sedangkan Purwanin Dina dinilai tidak baik sebagai dewasa ayu.

Amerta Papageran memiliki keterangan tidak baik untuk menentukan dewasa ayu karena dikaitkan dengan pengaruh sakit-sakitan.

Rincian tersebut membantu pembaca memahami alasan suatu dewasa dimasukkan ke dalam daftar yang perlu dihindari. Untuk menetapkan hari Manusa Yadnya, keterangan peruntukan dan larangan pada setiap dewasa perlu diperhatikan secara bersamaan.

Cara Menentukan Dewasa Ayu Berdasarkan Alahing Dewasa

Penentuan dewasa dalam tradisi Bali juga memperhatikan alahing dewasa. Istilah ini menjadi salah satu unsur penilaian yang perlu dibaca bersama wewaran, wuku, dan penanggal atau pangelong.

Dalam catatan kalender November 2026, urutan prioritas yang digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Wewaran memiliki nilai alahing dewasa 4.
  2. Wuku memiliki nilai alahing dewasa 3.
  3. Penanggal atau pangelong memiliki nilai alahing dewasa 2.
  4. Sasih memiliki nilai alahing dewasa 1.

Prinsip yang dicantumkan dalam data tersebut menyatakan bahwa semakin kecil nilai alahing dewasa, semakin tinggi prioritasnya. Unsur dengan prioritas lebih tinggi akan mengalahkan unsur dengan prioritas lebih rendah.

Artinya, nama dewasa ayu yang tercantum dalam kalender perlu ditelaah bersama unsur penanggalan lainnya. Nilai alahing dewasa tidak sebaiknya dibaca secara terpisah dari keseluruhan perhitungan.

Misalnya, Catur Laba pada 15, 21, dan 23 November 2026 memiliki alahing dewasa 4. Sementara itu, sejumlah dewasa lain, seperti Amerta Dewa, Amerta Kundalini, Ayu Nulus, Subacara, dan Siwa Sampurna, tercatat memiliki nilai 2 pada tanggal-tanggal yang disebutkan dalam kalender. Perbedaan nilai ini perlu dipahami sesuai dengan urutan prioritas yang berlaku dalam catatan tersebut.

Panduan Memilih Hari untuk Upacara Manusa Yadnya

Bagi keluarga yang sedang merencanakan Manusa Yadnya pada November 2026, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan kalender dewasa ayu.

Pertama, tentukan jenis upacara yang akan dilaksanakan. Wiwaha, mapendes, dan potong rambut merupakan contoh Manusa Yadnya yang disebutkan dalam catatan kalender. Setiap kegiatan perlu dicocokkan dengan peruntukan dewasa yang tersedia.

Kedua, periksa nama dewasa ayu dan maknanya. Amerta Dewa, misalnya, memiliki peruntukan utama untuk Panca Yadnya, terutama Dewa Yadnya. Catur Laba secara khusus mencantumkan Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya dalam peruntukannya. Subacara berkaitan dengan berbagai upacara, penyusunan rencana, dan kegiatan belajar atau berlatih. Sementara itu, Ayu Nulus dinilai baik untuk segala pekerjaan.

Ketiga, periksa dewasa ala pada tanggal yang sama. Sebuah tanggal dapat mencantumkan dewasa ayu sekaligus dewasa ala dengan peruntukan yang berbeda. Salah Wadi, misalnya, memiliki keterangan yang secara jelas menyebutkan ketidaksesuaian untuk Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Informasi semacam ini tidak boleh diabaikan ketika menyusun rencana upacara.

Keempat, pertimbangkan alahing dewasa beserta unsur kalender lainnya. Penentuan hari yang tepat mengikuti susunan prioritas dalam perhitungan wariga, sehingga tidak cukup hanya melihat satu nama dewasa.

Terakhir, cocokkan kembali hasil pembacaan kalender dengan pedoman wariga yang digunakan keluarga atau desa adat. Langkah ini membantu memastikan bahwa tanggal yang dipilih sesuai dengan kebutuhan upacara dan perhitungan tradisional yang dijadikan acuan.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026