Dewasa Ayu Sasih Kapat Oktober 2026: Panduan Hari Baik dan Hari Pantangan
Ilustrasi pernikahan/ pixabay/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Penentuan hari baik atau ala ayuning dewasa dalam tradisi Bali memegang peranan krusial sebelum memulai suatu upacara atau kegiatan penting.
Perhitungan ini berpijak pada patokan penanggalan Bali yang menyelaraskan energi alam agar prosesi berjalan lancar.
Memasuki Sasih Kapat pada Oktober 2026, masyarakat yang hendak menggelar hajat perlu memperhatikan rincian hari yang dianjurkan serta hari yang sebaiknya dihindari.
Tanggal yang Dianjurkan untuk Hajat
Sasih Kapat dikenal sebagai salah satu kurun waktu yang amat baik dalam siklus penanggalan tahunan Bali. Meski demikian, penyaringan tanggal tetap berlaku untuk menemukan momen yang benar-benar bersih dari pengaruh negatif.
- 15 Oktober 2026 (Ayu Nulus):Tanggal ini jatuh pada hari yang membawa energi kelancaran. Kehadiran Ayu Nulus dengan tingkat alahing dewasa 2 menandakan hari ini sangat mendukung untuk memulai usaha, menggelar pertemuan penting, atau melaksanakan prosesi yang membutuhkan keberkahan dan keberlanjutan.
Tanggal yang Perlu Dihindari
Selain hari baik, terdapat deretan tanggal di awal bulan yang memuat unsur dewasa ala (hari kurang baik). Setiap tanggal memiliki bobot pantangan berbeda berdasarkan perhitungan alahing dewasa.
- 3 Oktober 2026:Hari ini memuat tiga pengaruh negatif sekaligus, yaitu Amerta Papageran (alahing dewasa 4), Lebur Awu (alahing dewasa 4), dan Kaleburau (alahing dewasa 3). Kombinasi tingginya bobot alahing dewasa ini menjadikan 3 Oktober sebagai tanggal yang perlu dihindari untuk pelaksanaan upacara besar atau pembukaan usaha baru.
- 4 Oktober 2026:Berada di bawah naungan Carik Walangati (alahing dewasa 3), Kala Sungsang (alahing dewasa 3), serta Panca Prawani (alahing dewasa 2). Rentet energi ini kurang menguntungkan untuk urusan-urusan yang menuntut ketenangan dan kepastian.
- 5 Oktober 2026:Tanggal ini dipengaruhi oleh Kala Tampak (alahing dewasa 3). Pengaruh ini umumnya menjadi pertimbangan untuk tidak menggelar kegiatan yang melibatkan perjalanan jauh atau pelaksanaan hajat besar.
- 6 Oktober 2026:Memiliki pengaruh Kala Mretyu (alahing dewasa 1). Meski bobot penolaknya relatif paling rendah dibanding hari-hari sebelumnya, pencermatan tetap diperlukan agar agenda yang dijalankan tidak berbenturan dengan energi kurang baik.
Pemahaman akan rincian ala ayuning dewasa ini membantu penataan jadwal acara agar berjalan searah dengan keteraturan tradisi local. Memilih hari yang tepat memberikan ketenangan moral sekaligus menjaga nilai-nilai warisan leluhur.
***
