Dipertanyakan Tidak Muncul Saat BBM Langka, Giri Prasta: Wakil Tidak Boleh Melampaui Gubernur
Wagub Bali, I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri HUT ke-3 Forgas Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (9/9/2026). (Sumber : Humas/ balikonten)
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, meluruskan sorotan publik perihal ketidakmunculannya di hadapan media dalam beberapa agenda penanganan krisis BBM beberapa waktu lalu. Ia menegaskan bahwa seluruh porsi kerja eksekutif di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali telah diatur secara terstruktur dan proporsional.
Pernyataan tersebut disampaikan Giri Prasta kepada awak media usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Bali di Kantor DPRD Bali, Senin (26/10). Ia menekankan pentingnya menjaga etika birokrasi di mana seorang wakil kepala daerah harus berjalan seiring dan tidak melampaui kewenangan pimpinan utama.
“Ketika berbicara masalah pembagian tugas, di Provinsi Bali ini kan ada tugas-tugas yang harus kita lakukan, baik itu tugas kepemerintahan maupun kemasyarakatan. Dan pembagian tugas itu dikasih tahu oleh Pak Gubernur. Dan tidak boleh wakil melampaui gubernur, tidak boleh,” ujar Giri Prasta.
Ia menjelaskan, pembagian penugasan mencakup berbagai sektor, mulai dari menghadiri rapat eksposisi, koordinasi ke tingkat pusat, hingga pengelolaan urusan kesekretariatan. Hal ini dilakukan agar roda pemerintahan dapat berjalan efektif di berbagai lini secara bersamaan.
“Misalnya ketika kami seperti sekarang menghadiri rapat eksposisi dari gubernur, begitu juga ke pusat, begitu juga mengurus kesekretariatan, karena Bapak Gubernur sudah menangani kaitannya dengan yang lain,” jelasnya.
Lebih jauh, Giri Prasta mengingatkan bahwa prinsip sinergisitas paket kepemimpinan berlaku secara universal di seluruh tingkatan pemerintahan di Indonesia, mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten dan kota.
“Saya kira sudah tahu betul teman-teman di media semua, baik bupati-wali kota dengan bupati-wakilnya, begitu juga Presiden dengan Wakil Presiden, begitu juga wali kota dengan wakilnya, gubernur juga wakilnya. Yang penting bagaimana caranya agar betul-betul paket ini, siapapun paket gubernur, wali kota, dan bupati ini harus bersinergi,” paparnya.
Menutup keterangannya, Giri Prasta menegaskan komitmen pribadinya untuk berdiri sebagai pendukung penuh roda kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah.
“Dan saya sadar betul sebagai wakil gubernur. Visi dan misi pun tidak ada visi dan misi wakil gubernur. Visi dan misi itu adalah visi dan misi gubernur, kami mendukung sepenuhnya. Astungkara nanti ke depan bisa meneruskan, kan begitu,” tutupnya.
***

