dr. I Wayan Mustika Sebut Overthinking Bukan Sekadar Banyak Pikiran, Tapi Sinyal Ketidakseimbangan Batin
dr. I Wayan Mustika, saat diwawancarai Bali Konten, Rabu (7/10/2026). (Sumber: Gung Kris/ balikonten)
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Pikiran yang terus bekerja, memutar ulang kejadian masa lalu, lalu melompat jauh membayangkan berbagai kemungkinan buruk di masa depan kerap dianggap sederhana sebagai overthinking.
Namun, bagi dr. I Wayan Mustika, persoalan tersebut tidak sesederhana seseorang yang terlalu banyak berpikir.
Praktisi kesehatan, spiritual, sekaligus penulis buku tersebut menjelaskan bahwa dalam pendekatan holistik yang dikembangkannya, overthinking berkaitan erat dengan kondisi batin seseorang.
Ketika pikiran terus bergerak tanpa jeda dan perhatian terlalu terseret pada sesuatu yang belum terjadi, keseimbangan dalam diri dapat ikut terganggu.
“Overthinking itu bukan sekadar banyak pikiran. Ada kondisi batin yang perlu kita lihat. Ketika pikiran terus berlari ke masa depan, kita sebenarnya sedang meninggalkan apa yang sedang kita jalani saat ini,” ujar dr. I Wayan Mustika saat diwawancarai, Rabu (7/10/2026).
Mustika menggunakan perspektif holistik dengan mengaitkan overthinking terhadap ketidakseimbangan energi batin serta kondisi gelombang otak yang terlalu “panas” atau overheat.
Kondisi pikiran yang tidak pernah berhenti ini pada akhirnya membuat tubuh dan batin tidak mendapatkan ruang untuk beristirahat. Oleh karena itu, penting untuk belajar menenangkan pikiran, mengatur kesadaran, dan kembali hadir pada saat ini.
***