Fenomena Gunung Es Sampah Bali: Rumah Tangga Menyumbang 49,42% dan 52% Sampah Tak Terkelola
Menteri LH Dorong Bali Jadi Pelopor Pengelolaan Sampah Modern Tanpa Open Dumping/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Sektor rumah tangga resmi tercatat sebagai penyumbang terbesar komposisi sampah di Bali, yakni mencapai 49,42% dari total keseluruhan sumber sampah. Temuan data Systemic Waste Management tersebut dipaparkan dalam agenda Dialog Kenegaraan DPD RI yang berlangsung di Denpasar, Bali, pada Jumat, 25 September 2026.
Selain rumah tangga, sumber sampah lainnya berasal dari kawasan (14,76%), pasar (14,61%), fasilitas publik (6,67%), perniagaan (6,04%), dan perkantoran (4,69%).
RWM Bali Site Manager (Waste4Change/ecoBali), Arbi Fuadi Mauldina, menekankan bahwa penyelesaian krisis sampah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik seperti TPA atau teknologi pengolahan akhir, melainkan wajib menyasar perubahan perilaku masyarakat.
Dalam analisanya, Arbi mengibaratkan krisis sampah di Bali layaknya “fenomena gunung es”. Tumpukan sampah kotor, bau, dan ancaman penyakit yang terlihat di permukaan hanyalah dampak luar yang kerap memicu kegaduhan publik.
“Di bawah permukaan terdapat akar masalah yang jauh lebih besar, yaitu pola perilaku konsumtif dan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Lebih dalam lagi, ada persoalan tata kelola sistem dan penegakan hukum yang belum optimal. Bali sebenarnya sudah memiliki Perda Nomor 5 Tahun 2011 yang memuat sanksi denda hingga puluhan juta rupiah atau kurungan bagi pembuang sampah sembarangan, namun penegakan hukumnya belum tegas,” tegas Arbi.
Ia menyimpulkan bahwa pondasi paling mendasar dari penanganan sampah adalah perbaikan nilai moral, karakter, dan akhlak bangsa. Tanpa kesadaran individu untuk memilah sampah langsung dari rumah tangga, regulasi setegas apa pun tidak akan berjalan efektif.
***


