02/11/2026

Ini yang Biasanya Dilakukan Saat Kajeng Kliwon di Bali

purnama kedasa bertemu kajeng kliwon

ilustrasi gambar banten/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Bagi masyarakat Hindu di Bali, Kajeng Kliwon merupakan momentum spiritual yang sangat sakral. Hari yang datang setiap 15 hari sekali ini diyakini sebagai waktu bertemunya energi kosmis yang kuat, sehingga umat fokus melakukan persembahyangan.

Tujuannya jelas, yaitu memohon keseimbangan alam semesta serta menetralisir segala bentuk kekuatan negatif yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.

Siklus pertemuan antara wewaran Kajeng dan Kliwon ini dimanfaatkan untuk menjaga keharmonisan hubungan antara dunia nyata (skala) dan dunia gaib (niskala). Melalui kesadaran spiritual yang tinggi, ada beberapa rangkaian ritual utama yang rutin dijalankan oleh umat Hindu di Bali untuk menyambut hari suci ini.

Menghaturkan Segehan di Area Rumah

Salah satu aktivitas yang paling sering dijumpai adalah pembuatan dan penghantaran segehan, yaitu persembahan berupa nasi kepel. Umat biasanya menaruh segehan di sudut-sudut halaman rumah, pekarangan, hingga area suci merajan. Ritual ini berfungsi sebagai sarana menetralisir energi negatif sekaligus bentuk penghormatan untuk menjaga hubungan baik dengan makhluk-makhluk di alam bawah.

Penyucian Diri Lewat Doa dan Meditasi

Kajeng Kliwon juga dipercaya sebagai momentum suci saat Dewa Siwa sedang melakukan semedi. Oleh karena itu, hari ini menjadi waktu yang sangat ideal bagi umat untuk melakukan introspeksi diri. Masyarakat berbondong-bondong melakukan penyucian diri lahir batin melalui aktivitas meditasi dan persembahyangan intensif demi memohon keselamatan serta kedamaian hidup.

Ritual Khusus bagi Bayi dan Anak-Anak

Bagi keluarga yang memiliki bayi atau anak kecil yang belum bisa berbicara maupun berjalan, hari sakral ini memegang peranan penting. Orang tua kerap memilih waktu ini untuk menyelenggarakan upacara tradisional khusus, seperti ritual Nigtig. Upacara ini dipercaya dapat memberikan perlindungan niskala sekaligus merangsang sang anak agar bisa lekas berjalan dengan lancar.

Proteksi Spiritual di Malam Hari

Ketika matahari mulai terbenam dan malam tiba, konsentrasi spiritual umat semakin meningkat. Fokus utama beralih pada perlindungan diri dan keluarga dari potensi gangguan niskala yang tidak diinginkan. Umat Hindu di Bali akan meluangkan waktu khusus untuk merenung dan berdoa secara khusyuk di sanggah atau merajan keluarga masing-masing, memastikan benteng spiritual rumah tangga tetap kuat dan harmonis.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026