05/11/2026

Jajaki Pengiriman 100 Tenaga Kerja ke Rusia, OTC Bali Perhatikan Aspek Legalitas dan Perlindungan Pekerja

Jajaki Pengiriman 100 Tenaga Kerja ke Rusia, OTC Gianyar Perhatikan Aspek Legalitas dan Perlindungan Pekerja

Politeknik OTC dan OTC Bali menjajaki kerja sama dengan delegasi Alabuga Start dari Rusia bersama PT Citra Insan Mandiri, Senin (12/10/2026). (Sumber: Gung Kris/ balikonten)

GIANYAR, BALIKONTEN.COM – Peluang kerja ke luar negeri kembali terbuka bagi generasi muda Indonesia.

Kali ini, Politeknik OTC dan OTC Bali menjajaki kerja sama dengan delegasi Alabuga Start dari Rusia bersama PT Citra Insan Mandiri untuk membuka akses kerja sekaligus pembelajaran internasional bagi perempuan Indonesia.

Penjajakan yang berlangsung di Gianyar, Bali, Senin (12/10/2026), itu mengarah pada perekrutan awal sekitar 70 hingga 100 tenaga kerja untuk sektor hospitality.

Angka tersebut menjadi bagian dari kebutuhan tenaga kerja Alabuga Start yang disebut mencapai sekitar 8.000 orang pada 2027.

CEO OTC Bali, I Wayan Redi, S.E., M.Tr.Par., menyambut positif peluang tersebut. Menurutnya, program ini dapat menjadi pintu bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan, memperluas pengalaman kerja, dan meningkatkan daya saing di pasar internasional.

“Kami melihat ini sebagai kesempatan luar biasa bagi anak didik kami. Harapannya, kerja sama ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak tenaga kerja Indonesia yang memperoleh kesempatan bekerja dan meningkatkan kesejahteraannya,” ujar Redi.

Namun, di balik peluang tersebut, Redi menegaskan bahwa aspek legalitas dan perlindungan pekerja migran tidak boleh diabaikan.

Penempatan tenaga kerja harus mengikuti mekanisme resmi, melibatkan pihak berwenang, serta memastikan peserta memperoleh pendampingan selama bekerja di luar negeri.

Ia menyebut program tersebut mendapat rekomendasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow dan dukungan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

Kendati demikian, seluruh persyaratan dan mekanisme penempatan tetap perlu dipastikan sebelum program dijalankan.

Perwakilan Alabuga Start, Burkhanov Aleksei, menjelaskan bahwa program tersebut menyasar perempuan berusia 18–22 tahun dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Program ini menggabungkan kesempatan bekerja dengan pembelajaran bahasa Rusia.

Peserta juga berpeluang memperoleh pengalaman profesional di sejumlah bidang, mulai dari katering, operator produksi, pekerjaan finishing, instalasi, konstruksi, transportasi jalan, hingga layanan dan perhotelan. Sektor logistik turut menjadi salah satu pilihan penempatan.

Menurut Aleksei, program tidak mensyaratkan pengalaman kerja maupun gelar pendidikan tertentu. Calon peserta harus memenuhi ketentuan usia, persyaratan kesehatan, serta kesiapan untuk bekerja dan belajar di Rusia.

Durasi program bervariasi antara dua hingga empat tahun, bergantung pada bidang penempatan. Peserta juga disebut memiliki peluang melanjutkan karier secara permanen di Alabuga sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam pemaparannya, Aleksei menyebut peserta mendapatkan sejumlah fasilitas, termasuk tiket pesawat, pendidikan bahasa Rusia, layanan medis di Rusia, serta gaji yang disebut mulai dari USD 700.

Peserta diklaim tidak dikenakan biaya pendaftaran, tiket pesawat, maupun kursus bahasa Rusia. Meski demikian, sejumlah pengeluaran, seperti pemindaian paspor, visa kerja pertama, dan pemeriksaan kesehatan tertentu, disebut masih perlu dipersiapkan secara mandiri.

Besaran gaji, rincian biaya, fasilitas, hingga ketentuan kerja menjadi informasi penting yang harus dijelaskan secara transparan kepada calon peserta sebelum mengambil keputusan.

Direktur Operasional PT Citra Insan Mandiri, Lina Halim, mengatakan kerja sama ini diharapkan tidak hanya membuka kesempatan memperoleh penghasilan, tetapi juga memberi ruang bagi generasi muda Indonesia untuk belajar, mengenal budaya baru, dan meningkatkan kompetensi profesional.

“Prinsip kami, penempatan harus legal dan dilakukan secara adil. Kami ingin anak-anak mendapatkan kesempatan yang baik, bukan hanya bekerja dan memperoleh gaji, tetapi juga belajar serta mengenal dunia internasional,” ujar Lina.

Lina menyatakan PT Citra Insan Mandiri merupakan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia yang memiliki izin resmi dan menangani penempatan ke sejumlah negara.

Ia juga memaparkan skema pengembangan karier dengan empat jenjang kenaikan selama dua tahun, yang disebut berlangsung setiap enam bulan.

Skema ia diharapkan membantu peserta meningkatkan keterampilan, kepemimpinan, dan kemampuan profesional selama bekerja.

Sementara itu, OTC Bali berencana melakukan pemantauan terhadap peserta melalui sistem lembaga, evaluasi, serta supervisi secara langsung maupun daring.

Langkah ini ditujukan untuk memastikan peserta tetap mendapatkan pendampingan selama menjalani program di luar negeri.

Redi turut mengingatkan calon peserta agar mencari informasi melalui jalur resmi dan berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk menghindari informasi keliru maupun pihak yang tidak bertanggung jawab.

Penjajakan ini menjadi awal peluang kerja sama internasional bagi lulusan pendidikan vokasi Bali.

Namun, keberhasilan program nantinya tidak cukup diukur dari jumlah tenaga kerja yang diberangkatkan atau besaran gaji yang ditawarkan.

***

Pewarta: Agung Rai Tri Krisna Putra

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026