02/11/2026

Labdanation Fashion Show, Peragaan Busana Tekstil Ramah Lingkungan Targetkan Rekor Dunia Guinness

Labdanation Fashion Show, Peragaan Busana Tekstil Ramah Lingkungan Targetkan Rekor Dunia Guinness

Labdanation Fashion Show, Peragaan Busana Tekstil Ramah Lingkungan Targetkan Rekor Dunia Guinness/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – PT Labda Anugerah Tekstil kembali menorehkan tonggak bersejarah dalam industri digital printing tekstil ramah lingkungan di Indonesia.

Melalui puncak acara Labdanation Fashion Show Season III yang dihelat bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 di Bali, digelar peragaan busana tekstil berkelanjutan bersertifikasi untuk membidik pemecahan Rekor Dunia Guinness (Guinness World Records).

Mengusung tema “Threads of Legacy: The Grand Collaborative Certified Sustainable Textile Fashion Show A Historic Journey Towards the Guinness World Records”, ajang ini menjadi momentum kebangkitan industri tekstil nasional agar mampu bersaing di pasar global dengan standar internasional yang ketat.

Direktur Utama PT Labda Anugerah Tekstil, Yusak Samadji Pranoto, S.E., menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam berinovasi sejak didirikan pada 2020 di Denpasar, Bali.

“Sejak 2020, Labda tidak pernah berhenti berinovasi. Labdanation Fashion Show Season III dan upaya pemecahan rekor dunia Guinness ini membuktikan bahwa industri Indonesia mampu bangkit dan bersaing di pasar global. Ini bukan hanya tentang Labda, tetapi tentang membawa nama Indonesia ke panggung dunia melalui praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Yusak.

Peragaan busana ini berfokus pada pemecahan rekor dunia bertajuk “The Most Sustainably Certified Textile Clothing Innovation Show”. Sebanyak 67 busana dari bahan ramah lingkungan seperti katun dan rayon ditampilkan, di mana seluruh desainnya telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari para desainer yang terlibat.

Direktur Operasional PT Labda Anugerah Tekstil, Wijaya Ng, S.E., A.Md., M.Kom., menjelaskan bahwa kesuksesan ini lahir dari sinergi lintas sektor yang melibatkan UMKM, akademisi, hingga industri besar.

“Tidak ada satupun perusahaan yang mampu kalau tidak semua bergabung menjadi satu kekuatan. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kualitas, efisiensi, dan keberlanjutan dapat berjalan seiring. Mari kita bersama-sama memasuki pasar global bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai pemimpin yang bertanggung jawab dan berintegritas,” tegas Wijaya Ng.

Wijaya juga menambahkan bahwa pemilihan tanggal 28 Oktober 2026 memiliki makna simbolis yang kuat. Semangat persatuan pemuda tahun 1928 diaktualisasikan kembali melalui karya nyata anak bangsa di panggung internasional, menjadikan Bali sebagai etalase dunia untuk tekstil berkelanjutan. Tim adjudikator independen dari Inggris pun telah diterjunkan untuk melakukan audit dan verifikasi ketat terhadap standar internasional busana yang ditampilkan.

“Kepada seluruh pemuda-pemudi Indonesia, inilah momen kita untuk bangkit bersama. Pasar global bukanlah tembok yang harus ditakuti, melainkan pintu terbuka bagi mereka yang berani berinovasi, berkolaborasi, dan berintegritas. Labdanation Fashion Week Season III adalah bukti bahwa anak bangsa mampu menciptakan standar dunia dengan tetap menjunjung tinggi tanggung jawab dan integritas. Mari kita bersama-sama memasuki pasar global bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai pemimpin yang bertanggung jawab dan berintegritas,” tegas Wijaya.

Langkah besar PT Labda Anugerah Tekstil ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah. Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Tekstil (BBSPJI Tekstil), Hagus Eko Pawoko, STP., M.Sc., hadir memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan daya saing produk tekstil dalam negeri.

“Kami memiliki lab pengujian untuk mendukung produk-produk tekstil supaya lebih berdaya saing. Fasilitas pembiayaan diskon 25% bagi UMKM dan sertifikasi industri hijau gratis untuk pengajuan pertama merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah,” ungkap Hagus Eko Pawoko.

Menanggapi tantangan industri tekstil nasional, termasuk maraknya produk impor dan fluktuasi harga bahan baku, Hagus memastikan bahwa ketersediaan bahan baku di dalam negeri masih aman. Pemerintah melalui kementerian terkait juga terus menggodok regulasi dan Rancangan Undang-Undang (RUU) tekstil guna melindungi industri lokal serta memperketat arus masuk barang impor.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026