03/11/2026

Meski Data Seluler Mati, WIFI Tetap Nyala Saat Nyepi 2026

Buleleng Perluas Jangkauan Internet untuk Dukung Digitalisasi Layanan Publik dan Pariwisata

Buleleng Perluas Jangkauan Internet untuk Dukung Digitalisasi Layanan Publik dan Pariwisata/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Provinsi Bali bersiap memasuki masa hening total dalam rangka merayakan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada Kamis (19/3). Sebagai bagian dari penghormatan terhadap pelaksanaan Catur Brata Penyepian, akses layanan data seluler di seluruh wilayah Pulau Dewata akan dinonaktifkan sementara selama 24 jam penuh.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali, Gede Pramana, memberikan penjelasan teknis mengenai kebijakan tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan prosedur rutin yang menyasar pada penghentian paket data seluler, bukan pemutusan sinyal telekomunikasi secara menyeluruh.

“Fokus kebijakan ini adalah penghentian paket data pada telepon seluler. Layanan telepon konvensional dan SMS tetap berfungsi normal untuk kebutuhan komunikasi mendesak,” ujar Gede Pramana saat memberikan keterangan di Sanur, Sabtu (28/2).

Operasional WiFi dan Objek Vital

Berbeda dengan paket data ponsel, akses internet melalui jaringan WiFi di rumah tangga maupun instansi tetap berjalan tanpa adanya penurunan kecepatan. Gede Pramana menjamin bahwa koneksi internet kabel tidak mengalami intervensi teknis, selama tidak ada gangguan dari pihak penyedia layanan (provider).

Meskipun akses data publik dibatasi, pemerintah tetap memberikan pengecualian bagi sektor-sektor strategis. Fasilitas kesehatan, pusat komando keamanan, dan objek vital lainnya tetap mendapatkan akses konektivitas melalui mekanisme perizinan resmi guna memastikan pelayanan darurat tidak terhambat.

Rincian Pembatasan Layanan:

  • Layanan Tetap Aktif: Telepon (Voice), SMS, dan jaringan WiFi rumah tangga.
  • Durasi: 24 Jam (Mulai pukul 06.00 WITA hingga 06.00 WITA keesokan harinya).
  • Layanan Nonaktif: Paket data seluler dan siaran televisi lokal di wilayah Bali.

Koordinasi Lintas Sektor

Implementasi kebijakan ini melibatkan koordinasi ketat antara Pemerintah Provinsi Bali dengan pemerintah pusat. Pemprov Bali telah mengirimkan surat resmi kepada kementerian terkait untuk menginstruksikan para penyedia layanan telekomunikasi dan stasiun televisi agar melakukan penyesuaian operasional di wilayah Bali.

“Proses teknis biasanya dikoordinasikan oleh kementerian melalui rapat virtual. Pihak kementerian yang memberikan instruksi langsung kepada para provider dan pengelola stasiun televisi,” tambah Gede Pramana.

Penonaktifan siaran televisi lokal juga menjadi poin penting dalam perayaan tahun ini. Langkah tersebut diambil atas permintaan khusus pemerintah daerah sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kekhusyukan umat Hindu dalam menjalankan tapa brata.

Esensi Kesadaran Individu

Mengenai tetap aktifnya jaringan WiFi di area privat, Gede Pramana menekankan bahwa hal tersebut kembali pada integritas masing-masing individu. Secara teknis, memang tidak ada pemblokiran pada WiFi rumah, namun esensi Nyepi terletak pada pengendalian diri.

“Ketaatan kita sebagai umat diuji di sini. Secara teknis mungkin akses tetap ada, namun sebagai umat yang menghormati tradisi, idealnya kita secara mandiri membatasi penggunaan teknologi tersebut,” pungkasnya.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

Tags: