Pertanyakan Alur Bantuan Pemerintah, Ratusan Warga Karangasem Datangi Dewan

 Pertanyakan Alur Bantuan Pemerintah, Ratusan Warga Karangasem Datangi Dewan

Denpasar, Balikonten.com – Ratusan warga Karangasem mendatangi Gedung DPRD Provinsi Bali, Jumat (14/8). Mereka datang untuk menanyakan alur bantuan sosial dari pemerintah pusat, kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19.

Mereka menduga ada kejanggalan terhadap penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Stimulus Usaha (BSU) di sejumlah kecamatan.

Oleh Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, I Gede Komang Kresna Budi, massa diterima di aula Gedung DPRD. Koordinasi penyampaian aspirasi, I Gusti Putu Darma Putra mengatakan kedatangan warga ini mengadukan terkait penyaluran BSU yang nyaplir atau menyimpang.

Dugaan tersebut diperoleh dari fakta di lapangan, dimana, warga yang telah memenuhi syarat pengajuan tidak mendapat bantuan. Ada warga yang tidak mengajukan, justru menerima bantuan.

“Yang kami permasalahkan kan, ada yang harus berhak mendapatkan (BSU), tidak mendapatkan. Banyak juga saudara-saudara kita disuruh membuat persyaratan yang lengkap atas rekomendasi dari kelihan dinas/ dusun, dan mereka tidak mendapatkan,” ungkap pria asal Kecamatan Karangasem ini.

Sebagai landasan pengaduan, pihaknya menyetorkan data ribuan warga yang telah memenuhi syarat pengajuan BSU, namun belum mendapat bantuan. Nama-nama tersebut merupakan warga dari Kecamatan Karangasem, Abang dan Kubu.

“Itu satu dusun di Munti Gunung ada seribu (warga) yang mengajukan. Itu baru satu dusun, dusun lain ada yang dapat banyak, itu yang jadi permasalahan” ungkapnya. Hal itu diduga lantaran data yang disetor oleh Dinas Koperasi tingkat kabupaten, tidak sinkron dengan data Dinas Koperasi tingkat provinsi.

Terhadap aspirasi itu, Kresna Budi yang saat itu didampingi anggota Komisi II, Kadek Darma Susila, mengucap terimakasih atas informasi yang diberikan masyarakat Karangasem. Dia menyayangkan ada dugaan oknum Pegawai Negeri Sipil menerima bantuan sosial.

“Ada satu desa (dapat bantuan sosial) ratusan orang, ada satu dusun cuma dua orang. Rasanya timpang. Apalagi, kita tahu, yang paling banyak bergerak di bidang pariwisata adalah Karangasem dan Singaraja. Terutama Karangasem yang paling banyak,” ucapnya.

BACA JUGA:  Dangri Klod Perkuat Penerapan Prokes Hingga Tingkat Banjar

Mengenai data yang dijadikan acuan pencairan bantuan, Kresna Budi mengatakan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali telah menyalurkan anggaran sesuai dara yang diajukan jajaran di kabupaten. Sedangkan di tingkat kabupaten mengatakan, verifikasi data dilakukan Dinas Koperasi tingkat provinsi.

Dia mengaku akan segera bergerak. Setelah tanggal 31 Agustus, dia akan mencari lebih banyak informasi dengan cara mempertemukan Dinas Koperasi dan UMKM tingkat provinsi bersama tingkat kabupaten. Dia juga berharap persoalan ini diatensi oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.

“Di masa ini (pandemi), saya tidak ingin besar-besarkan masalah. Tapi kalau kita pingin Pak Gubernur segera menyelesaikan itu. Kita sama-sama tahu deh, tapi bagaiamana menyelesaikan masalah ini dengan adem,” tutupnya. (801)

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE

error: Content is protected !!